Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Jika Wawasan Kebangsaan Masyarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati

Jika Wawasan Kebangsaan Masyarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati.

Jika Wawasan Kebangsaan Masyarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati

Page Visited: 395
Read Time:2 Minute, 47 Second

Jika Wawasan Kebangsaan Masyarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati

Benih-benih radikalisme menjadi ancaman bagi keutuhan bangsa Indonesia, dan juga bisa meruntukan NKRI. Untuk membendung laju pertumbuhan radikalisme, cara yang efektif adalah dengan meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat, mulai dari anak-anak, para pemuda dan kaum dewasa. Jika wawasan kebangsaan terus meningkat maka ancaman radikalisme bisa diredam dan bahkan akhirnya radikalisme akan mati karena sulit menemukan mangsa.

Dalam konteks Indonesia, wawasan kebangsaan adalah konstruksi empat pilar kebangsaan yang meliputi; pilar Pancasila sebagai landasan ideologi negara, pilar Undang-undang Dasar 1945 sebagai pilar konstitusi, pilar model Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, dan pilar Bhineka Tunggal Ika sebagai tali pengikat persatuan ank-anak bangsa.

Yang memprihatinkan, ada temuan hasil survey sebuah surat kabar nasional terkemuka, Kompas, sebagaimana dikutip As’ad Said Ali, yang dirilis pada pada 1 Juni 2008 mengenai pengetahuan masyarakat atas Pancasila sebagai ideologi dasar negara. Temuan ini cukup mengejutkan dan memprihatinkan. Betapa tidak, sebanyak 48,4% responden berusia 17-29 tahun dinyatakan tidak bisa menyebutkan sila-sila Pancasila secara benar dan lengkap. Sedangkan 42,7% responden berusia 30-45 tahun salah menyebut sila-sila Pancasila, dan yang lebih mengejutkan responden berusia 46 tahun ke atas 60,6% dinyatakan salah menyebutkan kelima sila Pancasila.

Baca Juga :  Ketum PBNU Serukan Jihad Medsos ke Warga NU Hadapi HOAX dan Fitnah

Kemudian pada 2011, Sebuah survey yang pernah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara menunjukkan hasil hanya sekitar 67-78 persen. Survey yang melibatkan 12.056 responden yang tersebar di 181 kabupaten/kota di 33 propinsi di seluruh Indonesia ini menghasilkan kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia memiliki wawasan kebangsaan yang minim. Bahkan ada sebanyak 10% masyarakat yang tidak mampu untuk menyebutkan satu pun sila dari sila-sila Pancasila.

Hasil survey tersebut tentu sangat mengkhawatirkan kita semua, mengingat minimnya pengetahuan publik atas ideologi yang dianut negaranya ini akan turut menentukan eksistensi Indonesia di masa depan.

Hal ini sebagaimana dikatakan Gus Dur bahwa tanpa Pancasila negara akan bubar. Mengapa? Karena Pancasila adalah seperangkat asas dan ia akan ada selamanya sepanjang negara ini berdiri. Ia adalah gagasan tentang negara yang harus kita miliki dan kita perjuangkan. Bahkan, bagi Gus Dur, Pancasila merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi dan akan dipertahankannya meski dengan nyawa. Tidak mengherankan jika Gus Dur kemudian dikenal sebagai tokoh dengan komitmen nasionalismenya yang sangat besar.

Baca Juga :  Benarkah Mahasiswa di Jakarta Gelar Demo Tuntut Jokowi Turun Presiden ?

Tingginya ketidaktahuan masyarakat atas ideologi Pancasila yang menjadi dasar negaranya ini bisa disebabkan dua faktor, yaitu ;

  • Pertama, Pancasila sudah jarang disebut di ruang publik, kecuali hanya di sekolah dan kampus, itu pun sebatas di mata pelajaran yang memiliki kaitan langsung dengan jam pelajaran Pancasila yang terbatas.
  • Kedua, jika Pancasila dibicarakan di ruang publik, maka lebih sering dilontarkan oleh para politisi yang kredibilitasnya sendiri kurang begitu bagus di masyarakat.

Hal itulah yang memicu turunnya wawasan kebangsaan masyarakat kita, khususnya terkait ideologi negara Pancasila. Padahal masih ada tiga pilar kebangsaan kita selain Pancasila. Kita sangat prihatin melihat masyarakat kita yang minim dalam pengetahuan soal UUD 1945, NKRI sebagai bentuk negara, dan pilar Bhineka Tunggal Ika.

Lemahnya wawasan kebangsaan akan melemahkan kekuatan bangsa Indonesia. Ditambah benih-benih radikalisme terus menggerogoti, akan semakin melemahkan persatuan kita. Oleh karena itu, pemerintah dan komponen masyarakat harus bersinergi dalam meningkatkan wawasan kebangsaan warga negara Indonesia. Dengan meningkatnya wawasan kebangsaan, maka benih-benih radikalisme akan kering dan mati. (qa/ummatina)

Baca Juga :  Tetap Waspada Terhadap Perekrutan Teroris Melalui Jejaring Offline
Jika Wawasan Kebangsaan Masyarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati
Jika Wawasan Kebangsaan Masyarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati.
Bagikan ini :