Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

KAMI Provokasi Aksi Demo Berakhir Rusuh di Mana-mana, Ini Pernyataan Sikap KAMI Setelah Ditangkap

KAMI Provokasi Aksi Demo Berakhir Rusuh di Mana-mana, Ini Pernyataan Sikap Presidium KAMI Setelah Ditangkap

Page Visited: 703
Read Time:3 Minute, 57 Second

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo Serukan Dukungan ke Aksi Demo Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja dan Berakhir Rusuh di Mana-mana, Lalu Ditangkap, dan Inilah Pernyataan Sikap Presidium KAMI Setelah Ditangkap Polisi

Perlu diketahui, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyerukan dukungannya terhadap buruh yang berencana akan mogok nasional untuk menuntut pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca juga : Isi Group WA KAMI Dibongkar Polri, Pantas Terjadi Rusuh di Mana-mana

Menurut Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu, aksi mogok nasional tersebut merupakan hak yang dilindungi oleh konstitusi.

“Mencermati Kaum Buruh Indonesia akan mogok nasional pada tanggal 6-8 Oktober 2020 ini, maka KAMI mendukung langkah konstitusional Kaum Buruh tersebut,” kata Gatot melalui keterangan resminya di Jakarta pada Jumat (2/10/2020).

Sebagai bentuk dukungan nyata tersebut, Gatot meminta simpatisan KAMI di seluruh Indonesia untuk bergabung bersama buruh menolak RUU Cipta Kerja.

Termasuk, kata Gatot saat itu, semua gerakan masyarakat sipil untuk berkolaborasi bersama menggalang kekuatan.

Baca juga : Heboh! Anggota KAMI Punya Grup WA untuk Provokasi Demo Agar Rusuh

(sumber: https://www.kompas.tv/article/112795/mantan-panglima-tni-gatot-nurmantyo-serukan-dukung-buruh-mogok-nasional-tolak-ruu-cipta-kerja).

Petinggi dan Anggota KAMI Ditangkap, Ini Pernyataan Sikap Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, dan Rochmat Wahab

Sejumlah petinggi dan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap polisi. Lima orang telah ditetapkan tersangka, sementara status tiga orang lainnya akan ditentukan hari ini.

Baca Juga :  Tinggalkan Demokrat, Ferdinand Akan Dukung Pemerintah Lawan Kelompok Anti-Pancasila

Menyikapi hal tersebut, Presidium KAMI yang terdiri dari Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, dan Rochmat Wahab, mengeluarkan pernyataan resminya, Rabu (14/10/2020). Berikut ini Pernyataan Presidium KAMI bernomor 026/PRES-KAMI/B/X/2020 tersebut.

Baca juga : Demo Omnibus Law yang Didukung KAMI Rusuh, 8 Anggota KAMI Ditangkap

PERNYATAAN PRESIDIUM ATAS PENANGKAPAN PEJUANG KAMI

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan penangkapan Tokoh KAMI atas nama Dr. Anton Permana, Dr. Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan beberapa orang dari Jejaring KAMI Medan, dengan ini KAMI menyatakan sikap sebagai berikut:

1.KAMI menyesalkan dan memprotes penangkapan tersebut sebagai tindakan represif dan tidak mencerminkan fungsi Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat. Penangkapan mereka, khususnya Dr. Syahganda Nainggolan, jika dilihat dari dimensi waktu, dasar Laporan Polisi tanggal 12 Oktober 2020 dan keluarnya sprindik tanggal 13 Oktober 2020 dan penangkapan dilakukan beberapa jam kemudian, pada hari yang sama tanggal 13 Oktober, jelas aneh atau tidak lazim dan menyalahi prosedur. Lebih lagi jika dikaitkan dengan Pasal 1 angka 14, Pasal 17 dan Pasal 21 ayat (1) KUHAP dan Putusan MK Nomor 21/PUI-XII /2014, tentang perlu adanya minimal dua barang bukti, dan UU ITE Pasal 45 terkait frasa “dapat menimbulkan” maka penangkapan para Tokoh KAMI, patut diyakini mengandung tujuan politis, dengan mengunakan istrumen hukum.

Baca Juga :  Indonesia Menuju Tradisi Keilmuan Berbasis Pancasila

2.Pengumuman pers Mabes Polri oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono tentang penangkapan tersebut KAMI nilai:
a.Mengandung nuansa pembentukan opini (framing).
b.Melakukan generalisasi dengan penisbatan kelembagaan yang bersifat
tendensius.
c.Bersifat prematur yaitu mengungkapkan kesimpulan dari proses
pemeriksaan yang masih berlangsung.

3.Semua hal di atas, termasuk membuka nama dan identitas seseorang yang ditangkap, menunjukkan bahwa Polri tidak menegakkan prinsip praduga tak bersalah (presumption of innocence), yang seyogia harus diindahkan oleh Lembaga Penegak Hukum/Polri.

4.KAMI menegaskan bahwa ada indikasi kuat handphone beberapa Tokoh KAMI dalam hari-hari terakhir ini diretas/dikendalikan oleh pihak tertentu sehingga besar kemungkinan disadap atau “digandakan” (dikloning). Hal demikian sering dialami oleh para aktifis yang kritis terhadap kekuasaan negara, termasuk oleh beberapa Tokoh KAMI. Sebagai akibatnya, “bukti percakapan” yang ada sering bersifat artifisial dan absurd.

5.KAMI menolak secara kategoris penisbatan atau pengaitan tindakan anarkis dalam unjuk rasa kaum buruh, mahasiswa dan belajar dengan Organisasi KAMI. KAMI mendukung mogok nasional dan unjuk rasa kaum buruh sebagai bentuk penunaian hak konstitusional, tapi KAMI secara kelembagaan belum ikut serta, kecuali memberi kebebasan kepada para pendukungnya untuk bergabung dan membantu pengunjuk rasa atas dasar kemanusiaan. Polri justeru diminta untuk mengusut tuntas, adanya indikasi keterlibatan pelaku profesional yang menyelusup ke dalam barisan pengunjuk rasa dan melakukan tindakan anarkis termasuk pembakaran (sebagaimana diberitakan oleh media sosial).

Baca Juga :  Universitas Jerman Beri Penghargaan Dosen Terbaik kepada Profesor Indonesia

6.KAMI meminta Polri membebaskan para Tokoh KAMI dari tuduhan dikaitkan dengan penerapan UU ITE yang banyak mengandung “pasal-pasal karet” dan patut dinilai bertentangan dengan semangat demokrasi dan konstitusi yang memberi kebebasan berbicara dan berpendapat kepada rakyat warga negara.

7.KAMI mengucapkan terima kasih dan memberi penghargaan tinggi kepada berbagai pihak yang bersimpati kepada para Tokoh KAMI yang ditahan, antara lain ProDem, LBH Muslim, para akademisi/pengamat, dan para netizen serta pendukung KAMI yang terus menggemuruhkan pembebasan para Tokoh KAMI tersebut. KAMI bersyukur bahwa dengan berbagai tantangan dan ujian, termasuk penangkapan para tokohnya, KAMI semakin mendapat simpati dan dukungan rakyat. KAMI semakin bertekad untuk meneruskan Gerakan Moral Menegakkan Keadilan dan Melawan Kelaliman.

Wa Allahu al-Musta’an
Merdeka!
Jakarta, 14 Oktober 2020
PRESIDIUM
KOALISI AKSI MENYELAMATKAN INDONESIA
Gatot Nurmantyo
Rochmat Wahab
M. Din Syamsuddin
(zik)

(ummtina/dari berbagai sumber)

Bagikan ini :