Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

KAMI Tidak Butuh Penghargaan, Ternyata Ini yang diinginkan KAMI

KAMI Tidak Butuh Penghargaan, Inikah yang Diinginkan KAMI?

Page Visited: 1143
Read Time:3 Minute, 27 Second

KAMI Tidak Butuh Penghargaan, Mungkin Inilah yang Diinginkan KAMI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan gelar Bintang Mahaputra kepada mantan Panglima TNI (Purn) Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain Gatot, pemberian gelar yang sama juga diberikan kepada mantan Ketua MK, Arief Hidayat. Pemberian gelar tersebut, diberikan pada 11 November bersamaan pemberian gelar pahlawan nasional.

Sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari istana negara, Presiden bakal memberikan penghargaan bintang mahaputra kepada mantan Panglima TNI sekaligus Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo.

Merespons akan hal itu, bahkan Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani, mengatakan KAMI akan terus bergerak dengan sikap-sikap seperti selama ini, meski Gatot Nurmantyo diberi bintang Mahaputra oleh Presiden Jokowi. Menurutnya, KAMI tidak membutuhkan penghargan atau medali dan akan terus bergerak dengan sikap-sikap “kritis”.

“KAMI tidak akan berhenti bergerak karena dia dipuji atau diberikan penghargaan atau dicela atau diapresiasi,” kata Yani saaat dimintai tanggapan, Kamis (5/11/2020).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai pemberian gelar itu merupakan hak yang memang diterima Gatot sebagaimana hak itu juga diterima mantan Panglima TNI yang lainnya. Namun, pemberian gelar ini disebutnya memiliki nilai politis sekaligus prfesionalisme bagi presiden Jokowi.

Baca Juga :  Analis Politik: Gatot Nurmantyo Akan Bawa Gerakan KAMI untuk Proyeksi 2024

“Bagi presiden juga ini momentum bagus karena presiden membuktikan profesionalismenya, tidak terimbas sentimen politis,” ujar Dedi saat dihubungi SINDOnews, Rabu (4/11/2020).

Ketidakhadiran mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam penyerahan penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara mengundang banyak pertanyaan publik.

Gatot Nurmantyo yang tidak hadir merupakan satu dari 32 orang yang menerima penghargaan dari negara. Padahal, menteri, pimpinan lembaga negara, mantan menteri, dan mantan pimpinan lembaga negara hadir dalam momen sakral tersebut.

Pemberian Bintang Mahaputera membuat Presidium KAMI itu berada di posisi dilematis. Sehingga dia memilih diam, membiarkan semua opini berkembang tanpa merespons.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyatakan hanya Tuhan dan Gatot Nurmantyo sendiri yang tahu alasan ketidakhadirannya. Namun, Adi mengaku tidak kaget dengan sikap Gatot tersebut.

Adi prayitno juga tak menampik adanya anggapan bahwa Gatot sedang memainkan manuver politik. “Tidak hadir terima penghargaan itu satu manuver karena jarang kejadian seperti ini,” kata analis politik asal UIN Jakarta ini.

Baca Juga :  Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi

Berbeda Pandangan Soal Pemberian Bintang Mahaputra

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengungkap alasan Gatot tidak datang ke Istana karena yang bersangkutan tidak setuju masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Mungkin isi suratnya ada beberapa yang beliau tidak setuju, mungkin kondisi Covid-19, dan harus banyak memberikan perhatian ke TNI, di suratnya seperti itu dan itu haknya beliau,” ujar Heru.

Heru Budi Hartono menuturkan, jika Gatot tidak hadir, tanda jasa tersebut tidak diberikan dan kemungkinan akan dikembalikan ke negara. Terpenting, kata Heru, negara telah melaksanakan tugasnya untuk memberikan tanda jasa kepada para mantan menteri atau pejabat tinggi negara melalui Dewan Gelar Kehormatan sebagaimana aturan undang-undang.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan Gatot tetap mendapatkan tanda jasa Bintang Mahaputera kendati yang bersangkutan tidak hadir di Istana Negara.

Pernyataan Mahfud ini berbeda dengan ucapan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono yang menyebut Gatot tak mendapat Bintang Mahaputera karena telah bersurat kepada Presiden Jokowi dan tidak hadir di hari H.

Baca Juga :  Tuduh Suaminya Dikriminalisasi, Isteri Sugi Nur Disebut Stress Netizen

“Iya, nanti dikirim melalui sesmil. Beliau (Gatot) mengatakan di sini menyatakan menerima sehingga hanya tak bisa hadir penyematannya,” ujar Mahfud MD.

Mahfud mengungkap, dalam suratnya Gatot mengaku menerima Bintang Mahaputera itu kendati tidak bisa hadir di Istana pada saat penyematannya. Hal itu dikarenakan kondisi Covid-19.

“Dari sekian yang dianugerahi Bintang Mahaputera itu ada yang tidak hadir, yaitu Bapak Gatot Nurmantyo. Tapi, dalam suratnya, Pak Gatot menerima pemberian bintang jasa ini, tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan,” jelas Mahfud MD.

Ternyata Gatot Nurmantyo terkesan malu-malu, tapi rupanya Gatot membutuhkan penghargaan itu dan menerima alias tidak menolak Bintang Mahaputra tersebut. Meskipun demikian Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani, mengatakan KAMI akan terus bergerak dengan sikap-sikap seperti selama ini, meski Gatot Nurmantyo diberi bintang Mahaputra oleh Presiden Jokowi.

Menurutnya, KAMI tidak membutuhkan penghargan atau medali dan akan terus bergerak. Hal ini semakin memperjelas apa yang dibutuhkan KAMI kekuasaan, mungkin kalau bisa KAMI ingin secepatnya menggenggam kekuasaan itu. Karena tahun 2024 itu terlalu lama dan akan banyak pesaingnya.

Bagikan ini :