Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Isi Group WA KAMI Dibongkar Polri, Ngeri, Pantas Terjadi Kerusuhan di Mana-mana

KAMI Tunggangi Aksi Demo UU Cipta Kerja, Ada Skenario Kerusuhan ’98

Page Visited: 1915
Read Time:1 Minute, 33 Second

Dibongkar Polisi, Ada Skenario Kerusuhan ’98 Saat KAMI Tunggangi Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja

Jakarta – Skenario mengulang kondisi serupa tahun 1998 terlontar dalam grup WhatsApp KAMI Medan. Polisi mengungkap anggota KAMI Medan hendak mengulang kondisi kerusuhan 1998 itu saat demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Perlu diketahui, khususnya anak-nak muda zaman sekarang, bahwa kerusuhan ’98 adalah peristiwa di mana banyak mall dan toko-toko di Jakarta dibakar massa dan penjarahan terjadi di mana-mana. Hal ini menajadikan kondisi Jakarta sangat mencekam dan menakutkan. Kerusuhan ’98 menjadi sebab lengsernya presiden Soeharto dari kursi kepresidenan RI.

Adapun narasi skenario mengulang kerusuhan ’98 itu diungkapkan oleh salah satu anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan yang ditangkap polisi. Pria berinsial JG itu berperan menyampaikan narasi untuk menciptakan kerusuhan seperti pada 1998 di grup WhatsApp KAMI Medan.

“Tersangka JG, apa perannya JG ini? JG ini di dalam WA group tadi menyampaikan ‘batu kena satu orang, bom molotov bisa kebakar 10 orang, dan bensin bisa berceceran’ dan sebagainya di sana. kemudian ada juga menyampaikannya ‘buat skenario seperti 98, penjarahan toko China dan rumah-rumahnya’. Kemudian ‘preman diikutkan untuk menjarah’,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga :  Bangkitkan Wawasan Kebangsaan, Sikat Habis Radikalisme
KAMI Tunggangi Aksi Demo UU Cipta Kerja, Ada Skenario Kerusuhan '98
KAMI Tunggangi Aksi Demo UU Cipta Kerja, Ada Skenario Kerusuhan ’98.

JG ditangkap tanggal 10 Oktober 2020 oleh Polda Sumut. Dari JG, Polri mengamankan barang bukti seperti bom molotov.

“Sudah kita jadikan barang bukti. kata-katanya seperti itu. makanya kita mendapatkan bom molotovnya ini,” kata Argo sambil menunjukkan barang bukti.

Dia menyebut bom molotov itu disiapkan untuk melempar fasilitas umum. Dampaknya, ada mobil yang terbakar akibat dilempar bom molotov.

“Ada bom molotovnya sama, Pylox ini untuk membuat tulisan. dan bom molotovnya untuk apa? Untuk melempar. Melempar apa? Fasilitas ada mobil terbakar yang dilempar, ini gambarnya sehingga bisa terbakar,” kata Argo. (ummatina dari newsdetik)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda