Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kapal Perusak Rusia Ancam Tabrak Kapal Perang AS

Kapal Perusak Rusia Ancam Tabrak Kapal Perang AS

Page Visited: 1070
Read Time:1 Minute, 46 Second

Washington Respons Ancaman Kapal Perusak Rusia Tabrak Kapal Perang AS

WASHINGTON – Kapal perusak Rusia mengancam akan menabrak kapal perang Amerika Serikat (AS), USS John S. McCain, setelah diperingatkan karena dianggap memasuki perairan Vladivostok, Rusia. Pihak Militer Washington merespons dengan menyatakan kapal perangnya akan bertahan karena beralasan perairan itu masih termasuk kawasan internasional.

Angkatan Laut AS menyebut klaim maritim Rusia berlebihan dan mendiskripsikan operasi kapal USS John S. McCain merupakan Operasi Kebebasan Navigasi yang rutin.

Kapal Perusak Rusia Ancam Tabrak Kapal Perang AS.
Kapal Perusak Rusia ‘Bystry’ (illustrasi)

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pada hari Selasa bahwa USS John S. McCain berlayar lebih dari dua kilometer ke perairan Rusia di lepas pantai Ibu Kota Timur Jauh Rusia, Vladivostok, pagi itu.

Menurut Moskow, USS McCain diperingatkan oleh kru kapal perusak kelas Udaloy; Admiral Vinogradov, untuk menjauh dari perairan tersebut. Kru kapal perusak Moskow bahkan mengancam akan menabraknya jika perlu.

“Pernyataan Federasi Rusia tentang misi ini tidak benar,” kata Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan melalui akun Twitter-nya, @USNavy, Rabu (25/11/2020). Angkatan Laut Amerika menegaskan misi USS McCain berlangsung di perairan internasional dan sesuai dengan hukum internasional.

Baca Juga :  China-India Setuju Hentikan Pengiriman Pasukan ke Perbatasan Himalaya

“Misi tersebut menjunjung tinggi hak, kebebasan, dan penggunaan yang sah atas laut, dan menantang klaim maritim Rusia yang berlebihan,” lanjut pernyataan tersebut.

AS mengklaim bahwa Peter the Great Bay, tempat USS John S. McCain berlayar, diklaim secara tidak benar oleh Uni Soviet pada tahun 1984.

Pertemuan hari Selasa bukanlah pertama kalinya USS John S. McCain terlibat dalam insiden berisiko tinggi di laut. Pada tahun 2017, sepuluh pelaut Amerika tewas setelah kapal tersebut bertabrakan dengan kapal tanker berbendera Liberia, mengakibatkan banjir dan membuat kapal perang tersebut tidak beroperasi hingga Oktober 2019.

Investigasi atas insiden itu menyatakan sistem layar sentuh terlalu kompleks digunakan untuk mengendalikan throttle kapal, dan kurangnya pelatihan awaknya.

Juga bukan pertama kalinya AS mengambil tindakan keras karena mengadakan Operasi Kebebasan Navigasi di perairan yang disengketakan. Kapal-kapal Amerika secara teratur berlayar melalui Laut China Selatan untuk menantang klaim Beijing yang semakin meluas di perairan yang kaya sumber daya tersebut.

Militer China menuduh Washington melakukan tindakan provokatif ketika USS John S. McCain berlayar melewati Kepulauan Paracel yang diklaim China pada bulan lalu. (*)

Bagikan ini :