Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Katakan Tidak pada Radikalisme, Katakan Tidak Kepada Terorime

Page Visited: 1025
Read Time:2 Minute, 59 Second

Katakan Tidak pada Radikalisme, Katakan Tidak Kepada Terorime, Katakan Tidak pada Khilafah !!!

Kenapa harus kita katakan tidak pada radikalisme, kita katakan tidak pada terorime, dan juga kita katakan tidak pada khilafah?

Salah satu tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah ideologi dan paham radikal yang merupakan efek dari gerakan pengusung sistem negara khilafah. Ini benar-benar menjadi ancaman bagi kedaulatan negara.

Radikalisme memang tidak mengakar sebagai karakter bangsa, tetapi ia terus menyebar ke berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dalam konteks inilah, darurat radikalisme mesti juga diperhatikan sebagai ancaman bagi kedaulatan negara dan keamanan negara dalam pengertian yang luas menyagkut berbagai aspek kehidupan masyarakat..

Terkait maraknya penyebaran paham radikal yang berujung pada aksi kekerasan seperti terorisme itulah maka kita harus melakukan Bela Negara dalam melawan penyebaran paham tersebut. Karena radikal sekarang sudah beda dengan sebelumnya. Radikal sekarang tidak bisa serta-merta begita saja dikaitkan dengan agama. Karena radikal atau kekerasan itu adalah sebuah paham yang dianut untuk mencapai memaksakan keinginannya.

Baca Juga :  Gatot Nurmantyo Berpolitik Langit, Serukan KAMI Dukung Mogok Nasional Buruh Tolak RUU Cipta Kerja

Ada yang bilang bahwa pemahaman tentang radikal ada dua pemahaman, yakni radikal positif dan negatif. Radikal positif seperti belajar harus radikal agar bisa lulus. Demikian pula bekerja juga harus radikal agar bisa mendapatkan hasil kerja yang baik. Selain itu guru harus membina anak murid juga harus radikal agar melebihi kemampuan gurunya.

Tetapi ada juga radikal yang negatif yaitu sebuah paham atau keyakinan bahwa dengan kekerasan merupakan ajaran satu satunya yang dapat menyelesaikan setiap masalah. Nah itu sudah muncul di semua kehidupan kita. Kalau kita bicara dulu tentang terorisme itu diawali dengan sebuah radikalisme negatif itu.

Sekarang ini radikalsime itu sudah masuk ke semua segmen kehidupan masyarakat yang ingin memaksakan dengan sebuah kekerasan apa yang menjadi tujuannya, baik itu untuk tujuan perorangan, kelompok dan sebagainya.

Bersama Kita Bisa Mengeliminir Radikalisme

Kita bisa mengeliminir radikalisme negatif, seperti kekerasan dimana mereka muncul dalam skala paling kecil dan paling besar sampai kepada masalah radikalisme yang berujung pada aksi terorisme. Keinginan yang bertujuan mendirikan negara khilafah memiliki efek radikal seperti ini.

Baca Juga :  Siswa Indonesia Sikat Seluruh Medali di Kompetisi Matematika IEMC 2020

Bagaimana mengeliminir radikalisme negatif? Sebenarnya orang yang memiliki paham radikal negarif itu hanya beberapa orang saja. Tetapi jika beberapa orang itu bisa diajak untuk menjadi damai, maka kondisi itu akan menjadi kondisi yang kondusif. Begitu sudah kondusif, maka orang-orang itu akan menjadi sebuah daya tangkal yang baik bagi upaya-upaya infiltrasi radikalisme negatif.

Media sosial sangat membantu para kaum radikal dan teroris untuk menyampaikan maksud dan tujuan mereka pada masyarakat. Seperti menyebarkan foto-foto korban luka maupun tewas terkena bom. Itulah alasan mengapa POLRI melarang masyarakat mengunggah foto-foto korban ke media sosial. Karena para pendukung radikalisme akan mudah menemukan media gambar atau video yang dianggap dapat mendukung propaganda mereka.

Sekarang ini para radikalis dan teroris juga menggunakan aplikasi Telegram untuk berkomunikasi karena aplikasi ini susah terdeteksi. Adanya fitur channel dengan isi ribuan grup, juga memungkinkan informasi akan tersalurkan tanpa diketahui dimana, mereka menunjuk seseorang menjadi instrukturnya sehingga mereka tidak harus bertemu langsung.

Baca Juga :  Gus Yaqut Jadi Menag, Ferdinand Hutahaean Sebut Jokowi Serius Lawan Radikalisme

Itulah sekelumit gambaran terkait radikalisme, terorisme dan kaitanya dengan propaganda sistem negara khilafah. Semuanya saling berkaitan dan kita tidak sepatutnya diam saja, apalagi menjadi pendukung mereka, sungguh tidak patut, karena NKRI yang merupakan hasil perjuangan para pahlawan harus kita jaga, kita rawat dan kita perbaiki mana-mana yang kurang baik di negeri ini.

Katakan Tidak Kepada Terorime

Untuk mengakhiri tulisan ini mari kita simak kata-kata Ali Imron (terpidana mati bom Bali) : “Kalau orang normal yang didambakan itu kedamaian, tapi kalau teroris yang didambakan kerusuhan. Oleh karena itu masyarakat yang menginginkan kedamaian jangan memberikan ruang bagi teroris dan radikalisme di Indonesia.”

Oleh karena itu, mari bersama kita katakan tidak pada radikalisme, kita katakan tidak pada terorime. Kita katakan tidak pada khilafah! (*)

Bagikan ini :