Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kegagalan Khalifah ISIS Patut Menjadi Pelajaran bagi Umat Islam

Warga Eks. ISIS asal Indonesia Minta Kembali ke Indonesia.

Kegagalan Negara Khilifah ISIS Patut Menjadi Pelajaran bagi Umat Islam

Page Visited: 2484
Read Time:2 Minute, 28 Second

Belajar dari Kegagalan Negara Khilafah ISIS yang Telah Menyengsarakan Umat Islam dari Seluruh Dunia

Kegagalan negara khilifah ISIS seharusnya menjadi pelajaran penting bagi umat yang berakal dan rasional. Dari sini Umat Islam semestinya menjadi lebih piawai dalam membaca situasi bukan hanya menelan mentah-mentah tekstual tafsir kitab suci dan hadits. Sebenarnya perjuangan menegakkan negara khilafah atau propaganda semisal lainnya hampir bisa dikatakan mustahil terwujud. Kenapa demikian?

Karena sistem politik dalam bentuk khilafah Islamiyah adalah konsep yang lahir sebelum muncul konsepsi negara bangsa seperti sekarang. Bukannya hanya dalam Islam, di Eropa seperti Romawi juga berkibar pada masanya dengan model konsep khilafah. Konsep negara bangsa muncul dengan menekankan adanya ketentuan batas batas territorial bagi setiap negara.

Mimpi dan cita-cita menegakkan kembali khilafah bagi seluruh umat Islam yang kini terbagi dalam bentuk negara bangsa hampir sangat mustahil. Khilafah seperti itu menuntut kesepakatan (ijma’), persetujuan dan loyalitas (bai’at) oleh seluruh umat Islam dari seluruh dunia. Apa mungkin negara Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Turki, Maroko, Mesir dan lain-lain mau bersatu dalam khilafah? Lalu siapa yang disetejui dan disepakati sebagai khalifah?

Baca Juga :  Mereka Terus Bermimpi Indonesia Menjadi Negara Khilafah

Baca juga : PELAJARAN DARI KEHANCURAN LIBYA AKIBAT PROPGANDA KHILAFAH

Bisa dikatakan mustahil. Kalaupun ada yang muncul seperti ISIS yang merebut suatu wilayah dan stabilitas dalam negeri serta mengundang umat dari seluruh dunia. Tentu dalam konteks itu, ia akan menjadi musuh dan ancaman bagi suatu negara, termasuk dari negara Islam sendiri yang ada di kawasan Timur Tengah.

Perjuangan menegakkan khilafah seperti ISIS dan kelompok lain yang saat ini masih bersembunyi-sembunyi tetapi ditolak di beberapa negara hampir bisa dikatakan mustahil. Ia akan hadir dengan menabrak sistem politik yang sudah mapan di setiap negara dan tatanan dunia.

Fakta sebenarnya dari khilafah yang seperti diagungkan oleh para pejuangnya sebenarnya tidak sepenuhnya menyatukan umat pada masanya. Sebagai contoh, saat Muawiyah bin Abi Sufyan pernah menummbangkan pada Khalifah sah Ali. Muawiyah pun berkata: “Wahai Ali, Anda jangan salah sangka, Islam sekarang tidak hanya berada di kota Mekkah dan Madinah, tetapi Islam saat ini sudah menyebar di berbagai daerah”. Di samping munculnya khilafah, sebenarnya pada masa lalu tidak tunggal.

Baca Juga :  Kiai Dian Nafi Angkat Bicara Soal Ideologi Khilafah

Baca juga : Fakta Khilafah Lahir dari Rahim Politik Bukan dari Rasulullah SAW

Jadi, khilafah sejak dulu pun memang suatu sistem politik yang rumit untuk diterapkan. Apalagi dengan tatanan politik yang berbeda seperti saat ini. Pejuang khilafah baik ISIS maupun organisasi lain memang pasti masih ada. Mereka akan selalu menjadikan doktrin khilafah yang dijanjikan sebagai impian.

Namun, sebenarnya menegakkan khilafah semata karena ingin hidup dalam sistem politik yang Islami. Itulah sebenarnya yang banyak melatari para WNI dan umat lain dari berbagai negara untuk pergi ke Suriah. Karena itulah, konsepsi khilafah dan pemerintahan Islam dalam konteks tatanan dunia saat ini harus dibaca dengan cerdas biar tidak mudah termanipulasi seperti dalam kasus negara khilafah ISIS.

Negara Islami, itulah yang mestinya menjadi tujuan sebenarnya. Negara Islami akan lebih cocok dengan situasi dunia zaman sekarang. Artinya, pemerintahan dengan corak sistem politik baik kerajaan, republik, atau parlementer tetap dibenarkan dalam Islam selagi masih sesuai dengan nilai keislaman.

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda