Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kehadiran Petinggi KAMI Ahmad Yani Ditunggu di Bareskrim

Kehadiran Petinggi KAMI Ahmad Yani Ditunggu di Bareskrim

Page Visited: 2876
Read Time:2 Minute, 56 Second

Ahmad Yani akan diperiksa terkait kerusuhan demo menolak Omnibus Law

Anggota Bareskrim Polri mendatangi rumah petinggi KAMI Ahmad Yani, Selasa (20/10). Polri datang untuk memberikan surat panggilan pemeriksaan terhadap deklarator KAMI itu.

Ahmad Yani akan diperiksa terkait kerusuhan demo menolak Omnibus Law. Meski begitu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono membantah pihaknya menjemput paksa Yani. Saat bertemu Yani, petugas sempat berbincang-bincang lalu memberikan surat pemanggilan pemeriksaan.

“Enggak ada (jemput paksa), kita datang. Komunikasi, ngobrol-ngobrol,” ujar Argo.

Argo menyebut bahwa Yani bersedia memenuhi panggilan Bareskrim Selasa (20/10). Kepolisian pun menyambut baik iktikad Yani datang ke Bareskrim.

Namun, Ahmad Yani tak hadir memenuhi panggilan penyidik di Gedung Bareskrim Polri. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menuturkan, pihaknya masih menunggu iktikad baik dari Ahmad Yani untuk memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri.

Pemanggilan terhadap Ahmad Yani pun dijadwalkan ulang, yakni pada Rabu (21/10). Namun, lagi-lagi Ahmad Yani kembali tak hadir.

Baca Juga :  Kisah Hikmah : Detik-Detik Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Polisi lalu melayangkan surat pemanggilan kembali. Ahmad Yani rencananya akan diperiksa hari ini, Jumat (23/10). Ahmad Yani diperiksa sebagai saksi atas tersangka Anton Permana. Hal ini merupakan pemanggilan kedua untuk Yani.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan 8 tersangka petinggi KAMI dalam kasus demo rusuh tolak Omnibus Law. Salah satu tersangka merupakan Anton Permana. Ia diduga menyebarkan ujaran kebencian di media sosial Facebook.

Pemuda Muhammadiyah Minta Ahmad Yani Berani Hadapi Panggilan Polisi

Ketua bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin menyatakan, Bareskrim Polri memanggil Ahmad Yani, salah satu petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), adalah sesuatu yang biasa. Dia meyakini Polri berkepentingan terhadap keterangan dan informasi yang dimilik oleh Ahmad Yani.

“Karena itu, sebaiknya jangan dulu di-framing pemanggilan tersebut sebagai upaya pembungkaman terhadap aktivis di satu sisi dan pada sisi yang lain, dan Polri juga harus memiliki alasan yang kuat memanggil Ahmad Yani. Karena Polri tidak boleh seorang warga negara dipanggil ke kantor polisi tanpa alasan yang kuat,” kata Razikin saat dihubungi SINDOnews, Jumat (23/10/2020).

Baca Juga :  Mengapa Hadits Bukhari Muslim Tidak Digunakan 4 Imam Madzhab ?
Ahmad Yani, Kehadiran Petinggi KAMI Ahmad Yani Ditunggu di Bareskrim

Razikin berharap, Ahmad Yani berani menghadapinya, karena dia seorang sarjana hukum, seorang advokat juga mantan anggota Komisi III DPR, yang diharapkan tidak terlibat dalam rangkaian kasus yang menjerat pentolan KAMI yang sudah lebih dulu ditahan polisi, yaitu Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat dkk.

Dia menyarankan, KAMI tidak terjebak atau menjejakkan diri menjadi bagian yang memprovokasi rakyat yang berakibat pada terjadinya kekacauan politik, apalagi menjadi dalang dari kerusuhan. “Kekecewaan terhadap pemerintah bukan berati harus dilakukan dengan cara-cara yang melanggar hukum,” katanya.

Ahmad Yani Akan Diperiksa, Pengembangan Tersangka Anton Permana

Ahmad Yani akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan demo menolak Undang-Undang Omnibus Law – Cipta Kerja yang menjerat beberapa petinggi KAMI.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap Ahmad Yani merupakan pengembangan dari tersangka Anton Permana. Anton sendiri diketahui merupakan salah satu Deklarator KAMI yang telah berstatus sebagai tersangka dan ditahan.

Baca Juga :  Mantan Ketua HTI Ini Ingatkan Provokasi HTI di Hari Santri

“Pengembangan kasus dari saudara AP (Anton Permana),” kata Awi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2020).

Kendati begitu, Awi mengklaim jika penyidik tidak pernah menyasar atau mentargetkan organsiasi KAMI. Dia menjelaskan bahwa penangkapan, penetapan tersangka, hingga penahanan terhadap sejumlah petinggi KAMI hanya kebetulan.

“Dari awal kami sudah jelaskan bahwasannya kita tidak menyasar KAMI. Tapi kebetulan para pelaku itu anggota organisasi tersebut,” katanya.

“Semua tentunya dalam proses penyidikan adalah benang merah, benang merahnya kemana, siapa saja? Keterkaitan keterengan tersangka, saksi-saksi, itu akan dikejar oleh penyidik. Kita tidak pernah menyasar organisasi itu, tapi apa yang peristiwa pidana terjadi itu yang diungkap, fakta-faktanya apa,” imbuhnya. (ummatina/dari berbagai sumber)

Bagikan ini :