Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kelompok Radikal Takfiri Pengecut Membunuih Syekh Adnan Al-Afyouni

Kelompok Radikal, Takfiri Pengecut Ledakkan Bom Mobil Syekh Adnan Al-Afyouni

Page Visited: 1055
Read Time:2 Minute, 4 Second

Kelompok Radikal, Takfiri Pengecut Ledakkan Bom Mobil Syekh Adnan Al-Afyouni

Ulama besar penyeru perdamaian, satu persatu diserang dan dihilangkan oleh para takfiri pengecut dari kelompok radikal. Tanyakan kepada mereka untuk inikah agama dilahirkan? Mungkinkah Tuhan melalui wahyunya menganjurkan manusia untuk membunuh manusia lain hanya karena perbedaan keyakinan? Sementara perbedaan telah dipertegas Tuhan; penciptaan Tuhan yang disengaja.

Tapi semesta memang tidak selalu melahirkan para kesatria, dia juga ditakdirkan untuk melahirkan para pengecut yang ingin mengakhiri setiap perbedaan dengan pembunuhan.

Baca juga : Radikalisme di Suriah Renggut Ulama Besar, Syekh Adnan Al-Afyouni

Malam Jum’at kemarin, Qudsaya, kota kecil di sebelah Damaskus-Suriah, bersimbah darah dan airmata; sebuah bom mobil meledak. Tidak tanggung-tanggung, para pengecut mantarget ulama besar Mufti Damaskus Syekh Adnan al-Afyouni yang berada di dalamnya. Kabar duka membahana di jagad raya, ulama besar itu wafat akibat aksi pengecut teroris dari kaum Neo-Khawarij yang selalu mengaku sebagai pemurni ajaran Islam, namun dengan gampangnya mengumbar kebencian.

Baca Juga :  Menangkal Radikalisme Sejak dari Dalam Rumah Kita

Belum ada yang bertanggung jawab atas serangan itu – yang jelas, Syekh Adnan adalah penyeru perdamaian. Pada peringatan Maulid tahun lalu, ia mengecam aksi kekerasan dan mendukung pemerintahan Bashar Al-Asad dalam memerangi terorisme.

Kelompok Radikal Takfiri Pengecut Membunuih Syekh Adnan Al-Afyouni
Syekh Adnan bersama KH Said Aqil Siroj Ketum PBNU

Kejadian ini adalah duka kedua yang dialami oleh umat Islam. 2013 lalu, ulama besar Suriah lainnya, Syekh Said Ramadhan al-Bouthi juga syahid setelah para Neo-Khawarij meledakkan bom di sebuah masjid di pinggiran kota Damaskus ketika ulama penyeru perdamaian itu sedang memberi kajian Al-Qur’an. Baik Syeikh Adnan maupun Syeikh al-Bouthi adalah penganut Islam Aswaja yang selalu diincar oleh kelompok pemberontak yang bermadzhab Hawa Nafsu alias Wahabi di Suriah.

Pertikaian di Suriah sudah berlangsung satu dekade. Para pemberontak, faksi militer bermadzhab Wahabi, berusaha merebut kekuasaan dari Bashar al-Asad karena dianggap lebih pro kepada sekte Alawi yang didukung Iran.

Kegagalan “Arab Spring” untuk merangkak ke Suriah, juga memantik perang saudara di negara itu – intervensi negara tetangga dan kehadiran ISIS, semakin memperparah pertikaian yang merenggut ratusan ribu nyawa dan menyebabkan jutaan warga Suriah jadi pengungsi.

Baca Juga :  Selamatkan Lingkungan dan Keluarga Kita dari Ancaman Radikalisme

Baca juga : Innalillahi…, Mobil Mufti Suriah Diledakkan Teroris

Sampai kini konflik itu telah memakan dua ulama besar di Suriah, syekh Ramadhon al-Bouti dan syekh Adnan Al-Afyouni. Pelakunya jelas mereka, yaitu para Neo Khawarij yang gemar mengafirkan orang lain dan pengumbar kebencian, kaum yang selalu menganggap agama adalah senjata dan kunci sorga mudah didapat dengan membunuh orang lain yang tak sepaham. Naudzubillah…!

Kepada para ulama besar yang Syahid ini, kita kirimkan doa, lahum al-fatikhah.

Bagikan ini :