Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kemungkinan Arab Saudi Membuka Pintu bagi Jemaah Haji Tahun Ini

Kemungkinan Arab Saudi Membuka Pintu bagi Jamaah Haji Tahun Ini

Page Visited: 78
Read Time:1 Minute, 55 Second

RIYADH – Pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada Maret silam telah meminta umat Islam di seluruh dunia agar menunda rencana pergi haji tahun ini. Hal ini sebagai imbas dari pandemi Covid-19. Pihak berwenang di Arab Saudi juga masih menunda ibadah Umroh sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Seperti dikabarkan Reuters, Senin (8/6/2020), dua sumber yang tahu terkait masalah ini mengatakan, pihak otoritas Arab Saudi sekarang mempertimbangkan untuk memberikan “hanya angka simbolis” untuk beribadah haji tahun ini. Kebijakan ini akan diambil dengan sejumlah ketentuan ketat, termasuk larangan jamaah yang lanjut usia dan pemeriksaan kesehatan tambahan.

Baca juga : Dubes Agus Maftuh: Istilah dan Tradisi NU Sangat Populer di Arab Saudi

Kemungkinan Jamaah Haji Regular Tetap Bisa Berhaji

Namun, seperti yang dilaporkan Reuters, ada kemungkinan jamaah haji regular juga masih tetap bisa beribadah haji tahun ini, meski jumlahnya akan dikurangi secara drastis.

“Dengan prosedur yang ketat, pihak berwenang berpikir untuk memungkinkan hingga 20% dari kuota jamaah reguler masing-masing negara,” demikian penjelasan sumber lain yang akrab dengan masalah tersebut kepada Reuters.

Baca Juga :  China Sebut Hanya Rumor Soal Penghancuran Ribuan Masjid

Walaupun demikian, beberapa pejabat di Saudi masih terus mendesak pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Musim Haji diperkirakan akan dimulai akhir Juli, jelas tiga sumber kepada Reuters. Hingga saat ini, Kantor media pemerintah Arab Saudi dan juru bicara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi belum memberikan komentar terkait hal ini.

baca juga : PBB Selamatkan Arab Saudi dari Daftar Hitam Pembunuh Anak-anak Yaman

Ada 3.369 kasus baru Covid-19 di Arab Saudi

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan pada Senin (8/6/2020), ada 3.369 kasus baru Covid-19 yang sudah dikonfirmasi di wilayah Arab Saudi. Dengan bertambahnya kasus baru ini, jumlah totalnya menjadi 105.283 kasus, termasuk 30.013 kasus aktif yang sedang diupayakan perawatannya oleh tenaga medis.

Dari total jumlah tersebut, ada 1.632 kasus kritis, sementara dilaporkan kondisi kesehatan sisanya stabil. Sebanyak 1.707 kasus sudah normal, sehingga total pemulihan menjadi 74.524.

Baca juga : PBB Jual Nyawa Anak-anak Yaman untuk Uang Saudi

“Kasus baru yang dikonfirmasi termasuk 52% warga negara Saudi dan 48% penduduk non-Saudi. Perempuan mewakili 31% dari kasus, sedangkan laki-laki mewakili 69%. Hanya 5% dari kasus yang dilaporkan adalah orang tua, 11% adalah anak-anak dan 84% adalah orang dewasa,” demikian penjelasan dan pernyataan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. (qa/sindonews)

Bagikan ini :