Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kenapa Harus NU

Mengapa Harus Ber-NU ?

Kenapa Harus NU?

Page Visited: 787
Read Time:2 Minute, 21 Second

Ini Alasan Kenapa Aku Harus NU?

Dalam pengembaraanku pada dunia aliran/paham Islam, akhirnya aku sampai pada Islam yang sesungguhnya, yaitu Nahdlatul Ulama atau NU. Walau pernah menjadi Wahabi, HTI, IM/PKS dan Liberal, alhamdulillah akhirnya kutemukan Islam sejati atau sejatining Islam, yaitu NU.

Mengapa harus ber-NU:

1). Karena NU adalah Islam yang sesungguhnya, NU itu Islam itu sendiri, Islam yang konsisten berada dalam rel Alquran Hadits sebagaimana yang dirisalahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Artinya NU benar, bukan aliran sesat.

2). Karena sistem ber-Islamnya NU bersanad. Artinya ilmu yang ditransfer oleh ulama NU kepada santrinya ada sambungnya kepada dan sampai ke Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

3). Karena NU benar dalam beragama dan benar dalam bernegara, “nahnu ashahabul haq fid diin was siyasi”. Artinya seluruh pemahaman Islam NU dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun spiritual. Dan NU bukan aliran Islam yang suka memberontak/bughot/makar dan melawan ulil amri (umara/pemerintah) yang sah.

Baca Juga :  Mengenal 9 Pahlawan Nasional dari Tokoh NU

4). Karena NU konsisten membela kebenaran dan keadilan dengan cara rahmatan lil alamin. Artinya bukan cara kekerasan, keras dan radikal, apalagi pakai cara-cara teror.

5). Karena NU penerus perjuangan Walisongo, dan Walisongo hakikatnya penerus perjuangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Artinya NU penerus risalah dan perjuangan Rasulullah, yang mana metode dakwahnya rahmatan lil alamin. Karena dakwah yang rahmah dan ramah maka orang-orang kafir (non muslim) berbondong-bondong masuk Islam. Jazirah Arab yang sebelumnya kafir Quraisy hampir 100% menjadi muslim. Nusantara (Indonesia) yang sebelumnya Hindu, Budha, Kapitayan berubah hampir 100% menjadi Islam. Dakwah Rasulullah, Walisongo dan ulama-ulama moderat sukses besar terbukti mampu membalikkan dari mayoritas kafir (non Islam) menjadi mayoritas Islam tanpa kekerasan, tanpa penaklukan bahkan tanpa peperangan.

6). Karena NU konsisten dalam berukhuwah. NU itu jagonya ukhuwah tidak hanya berukhuwah terhadap muslim tapi juga berukhuwah terhadap sesama manusia, apapun agamanya, sukunya, dan golongannya. Jargon ukhuwah NU yaitu Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim), Ukhuwah Wathoniyah (persaudarran sebangsa setanah air) dan Ukhuwah Basyariyah/Insaniyah (pesaudaraan sesama manusia). Bahkan NU juga ramah terhadap makhluk Allah yang lain, misalnya tumbuh-tumbuhan dan hewan. Artinya NU konsisten dalam kemanusiaan.

Baca Juga :  Hoaks Vaksin Covid-19 Bertebaran Akan Diselidiki Polisi, Tukang Hoaks Mau Ngumpet Kemana?

7). Karena NU didirikan hanya untuk mengharap ridlo Allah, bukan tujuan keduniawian, apalagi politik kekuasaan. Artinya NU didirikan dengan tirakat, penuh doa Wali dan ulama, bukan foya-foya keduniaan.

8). Karena NU didirikan oleh ulama wal auliya Hadratussyeikh Hasyim Asyari, yang mendapat sanad dan ijazah langsung hadits Bukhari Muslim. Beliau ulama yang sangat di segani baik di jazirah Arab (Hijaz) maupun di Nusantara (Indonesia) juga di dunia. Artinya pendiri NU bukan orang ecek-ecek, bukan politikus, bukan orang yang haus nafsu kekuasaan dan bukan orang yang hubbun dun-nya.

9). Karena NU selalu didoakan para Wali Allah, Ulama, sholih shalihin baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Artinya doa keberkahan NU selalu mengalir, mengaliri siapa yang berjuang menghidup-hidupkan dan mengurus NU.

Dan lain-lain….

Aku, Nun Alqolam

Bagikan ini :