Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kenapa Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Haram Ditiru Ummatnya

Kenapa Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Haram Ditiru Ummatnya?

Page Visited: 6523
Read Time:2 Minute, 3 Second

Mahfud MD beberapa waktu yang lalu pernah menjelaskan bahwa Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad itu haram ditiru Ummatnya. Hal ini tentu membuat terkejut banyak pihak. Bukankah meniru apa yang dilakukan Nabi Muhammad termasuk amalan Sunnah yang mana berarti mendapat pahala jika melakukannya?

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan bahwa meniru sistem pemerintahan Nabi Muhammad SAW haram hukumnya. Ia menegaskan hal itu pada Diskusi Panel Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1).

Menurut Mahfud, pemerintahan Nabi Muhammad menggunakan sistem legislatif, eksekutif dan yudikatif. Semua peran itu berada dalam diri Nabi Muhammad SAW sendiri. Nabi berhak dan boleh memerankan ketiga-tiganya karena dia dibimbing langsung oleh Allah SWT.

Baca juga : KH. MA’RUF AMIN: Berdakwah dengan Missi Memberantas Komunisme

Menteri Pertahanan pada era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mempertanyakan adakah umat Islam yang bisa memerankan ketiga-tiganya seperti Nabi Muhammad. Menurut dia, umat Islam tidak mungkin lagi ada yang menyamainya. Oleh karena itulah, menurut dia, dilarang mendirikan negara seperti yang didirikan Nabi Muhammad.

Baca Juga :  Mahfud MD Sebut COVID-19 Jadi Fokus Utama Pemerintah

Konsep Negara Islami, Menerapkan Nilai-nilai Islam

Guru Besar Tata Negara Universitas Islam Indonesia ini menawarkan konsep negara islami, bukan negara Islam. Di dalam negara islami, yang ditekankan adalah nilai-nilai Islam dipraktikkan oleh pemerintah dan masyarakatnya. Sementara bentuknya bermacam-macam seperti Malaysia berbentuk kerajaan dan Indonesia republik.

“Kita tak perlu negara Islam, tapi negara islami,” katanya. Negara di dalam negara islami penduduknya taat hukum, sportif, tepat waktu, antikorupsi, dan sifat-sifat lainnya yang diajarkan ajaran Islam.

“New Zealand islami itu, Jepang islami,” katanya lagi. “Keduanya, Malaysia dan Indonesia ingin membangun masyarakat islami, tapi bukan teokrasi islam,” jelasnya.

Bacva juga : Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Kisah Kematian yang Indah

Menurut dia apa, yang dilakukan negara-negara Islam dengan bentuk negara berbeda- beda, tidak melanggar ajaran Islam sebab di dalam Al-Qur’an tak menetapkan sama sekali bentuk negara yang harus dijalankan. Apa yang dilakukan di Indonesia dan Malaysia sama-sama benarnya.

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu memperkuat pernyataan Mahfud MD. Ia menyebut penduduk negara Jepang itu menerapkan nilai-nilai ajaran Islam seperti disiplin, tetap waktu, amanah, serta sifat-sifat positif lainnya.

Baca Juga :  Mahfud MD Kunjungi Kopassus Akan Libatkan TNI Tangani Terorisme

Sehingga, kata dia, jika penduduk negara Jepang mengucapkan dua kalimat syahadat, mereka adalah penduduk Muslim terbaik di dunia.

Jadi pertanyaan kenapa sistem pemerintahan Nabi Muhammad Saw haram ditiru? Karena tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa meniru kapabilitas Nabi yang merangkap sekaligus sebagai seorang legislatif, eksekutif dan yudikatif. Itulah yang mesti dipahami.

Bagikan ini :