Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Khilafah Bermasalah, Khilafah Bukan Solusi !!!

Page Visited: 1993
Read Time:2 Minute, 35 Second

Di Zaman Now, Khilafah Itu Sumber Bermasalah di Mana-mana, Jadi Khilafah Bukan Solusi!!!

Sistem negara khilafah sering dipropagandakan sebagai solusi atas berbagai masalah yang terjadi. Narasi mereka yang sering terdengar, “Apapun masalahnya, solusinya adalah khilafah.” Masalah Korupsi, masalah kemiskinan, masalah sosial, masalahbencana alam, apalagi cuma wabah Corona, khilafah adalah solusinya. Narasi ini memang terdengar indah bagi mereka yang tidak berpikir, namun bagi kita yang berpikir kalimat propaganda tersebut terasa bermasalah, baik secara logika maupun fakta sejarah.

Secara logika, ketika kita lapar, solusinya adalah makan, ini yang benar, iya kan. Ketika haus, solusinya adalah minum. Ketika sakit, solusinya adalah ke dokter atau minum obat. Antara masalah dan solusi dalam pernyataan-pernyataan tersebut, dekat dan saling berhubungan. Berbeda halnya, ketika mengatakan, jika lapar, solusinya adalah bercocok tanam. Pernyataan ini tidak berhubungan secara kausalitas (sebab akibat). Karena lompatannya jauh. Boro-boro mau bercocok tanam, yang terjadi malah ambruk karena kelaparan.

Pada awal-awal penyebaran virus Corona, para pengusung khilafah ramai-ramai mengatakan bahwa khilafah adalah solusi Covid-19. Pernyataan ini cukup jauh lompatannya. Karena, bicara solusi covid-19 adalah bicara bagaimana mengoptimalkan tata kelola kesehatan, menemukan obat dan vaksin, serta menyelamatkan nyawa manusia. Semua ini terkait dengan kebijakan pemimpin, ketersediaan sumber daya, kerjasama warga negara dan faktor lainnya. Tidak ada kaitannya dengan sistem politik manapun di dunia ini, termasuk sistem khilafah.

Baca Juga :  Indonesia dan Islam, Satu Paket yang Tidak Bisa Dipisahkan

Nah, apakah dengan menerapkan sistem khilafah, semua masalah akan selesai? Mari kita lihat fakta sejarah.

Sejarah kekhilafahan dalam Islam, membuktikan bahwa sistem khilafah tidak seindah dan seideal yang dinarasikan. Di zaman khilafah, sejak masa sahabat hingga masa Turki Utsmani, terjadi berbagai peperangan saudara antar umat Islam. Penyebabnya, karena persoalan politik dan perebutan kekuasaan.

Khilafah Bermasalah, Khilafah Bukan Solusi

Transisi dari satu khilafah ke khilafah yang lain, kerap melalui pertumpahan darah, seperti transisi dari khilafah Abbasiyah ke Umayyah. Pergantian tiap khalifah (pemimpin), tak jarang terjadi melalui konspirasi, kudeta, dan pembunuhan. Hal ini direkam dalam literatur sejarah Islam klasik seperti Tarikh al-Thabari dan Tarikh al-Khulafa Imam Suyuthi (911H).

Beberapa masalah politik di masa khilafah juga terjadi. Nepotisme dalam pengangkatan pejabat pada era khilafah Umayyah dan Abbasiyah. Konspirasi militer Turki di masa khilafah Abbasiyah. Kriminalisasi ulama dan politisasi akidah seperti peristiwa mihnah yang menewaskan ribuan ulama, mayoritas dieksekusi tanpa proses peradilan.

Upaya-upaya penegakan sistem negara khilafah di beberapa negara juga sering menimbulkan masalah, Seperti keterlibatan dalam kudeta, terorisme, penyebar kebencian, ajaran separatis dan seterusnya. Karenanya, secara organisasi, Hizbut Tahrir yang mengusung sistem khilafah malah dilarang di berbagai negara, seperti negara-negara Eropa, Asia, bahkan Timur Tengah, yang menjadi asal persemaian sistem negara khilafah. Di Indonesia, aktivitas HTI juga sudah dibekukan sejak Juli 2017.

Baca Juga :  Sembuhkan Radikalisme Kaum Tradisionalis

Fakta-fakta yang terkait dengan logika dan sejarah yang dicontohkan di atas menunjukkan bahwa khilafah bukanlah solusi atas setiap masalah. Kita melihat sistem khilafah pada masa lalu ada juga sisi buruknya. Faktanya khilafah adalah sebuah sistem yang punya sisi baik dan buruk. Khilafah tidak sempurna seperti yang dipropagandakan.

Tidak seperti yang dipropagandakan, khilafah ternyata bukan sistem suci yang menjamin tegaknya keadilan dan tidak selalu menebar kedamaiaan. Justru dari sekelumit contoh yang dikemukakan di atas menunjukkan khilafah menjadi sumber banyak masalah. Jadi jelas sudah, khilafah bukan solusi bagi setiap masalah. (*)

Bagikan ini :