Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Khilafah dengan Kepemimpinan Tunggal Itu Sudah Ketinggalan Zaman

Sistem Khilafah dengan Kepemimpinan Tunggal Adalah Utopia Tak Sesuai Zaman

Page Visited: 4801
Read Time:1 Minute, 31 Second

Sistem Khilafah dengan Kepemimpinan Tunggal yang Totaliter Adalah Utopia yang Tidak Sesuai Zaman

Muhammad AS Hikam, Pengamat politik dari President University, menilai bahwa gerakan propaganda ideologi transnasional dan ideologi apapun yang bertentangan dengan ide dan konsep dari NKRI dan Pancasila akan terus ada di tengah maraknya kebebasan berekspresi dan perkembangan teknologi informasi.

“Keterbukaan dan perkembangan teknologi Informasi juga membantu munculnya ideologi-ideologi itu. Kalau kita tidak antisipasi, maka ini akan jadi masalah bagi kita, karena mereka sudah pakai produk revolusi industri 4.0,” kata Hikam dalam webinar yang digelar oleh Yayasan Demokrasi Republikan bertajuk “Jejak Khilafah di Nusantara: Fakta Sejarah atau Propaganda?”, Sabtu (26/9/2020).

Muhammad AS Hikam memberikan contoh pembuatan film Jejak Khilafah di Nusantara merupakan propaganda pendukung paham khilafah yang hendak menyuguhkan khayalan mengenai sistem totaliter negara Islam.

“Mereka selalu mengembangkan utopia bahwa kekuatan Islam tidak akan dianggap sah apabila tidak menciptakan sistem yang totaliter dengan kepemimpinan tunggal. Dalam film ini mereka sangat menginginkan adanya satu khilafah,” ucap AS Hikam.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Tegaskan PKI Dilarang dan Tolak Bahas RUU HIP

Namun, realitas sosial umat Islam kini berbeda dengan masa lalu, kini hidup berdam­pingan dengan arus globalisasi. Demikian juga halnya dengan teori kepemim­pinan sistem khilafah tak bisa dipaksakan untuk diimplementasikan karena tidak sesuai dengan kondisi zaman sekarang.

Hal ini bisa dilihat dari kegagalan total khilafah ISIS di Irak-Suriah. Kepemimpinan tunggal yang totaliter yang dipraktekkan di dunia nyata seperti khilafah ISIS malah kemudian berakibat menciptakan trauma ketakutan masyarakat di wilayah-wilayah yang dikuasai ISIS karena kekejaman pemerintahan khilafah ISIS.

AS Hikam berpendapat bahwa untuk menangkal paham Khilafah Islamiyah, maupun ideologi transnasional lainnya masuk ke Indonesia, maka perlu kesadaran kolektif bagi bangsa Indonesia secara menyeluruh tentang ideologi-ideologi tersebut, dibarengi dengan penguatan ideologi Pancasila bagi masyarakat Indonesia.

Dan di sini, Muhammad As Hikam berharap Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bisa maksimal mengambil peran penting ini. (ummatina dari berbagai sumber)

Khilafah dengan Kepemimpinan Tunggal Itu Sudah Ketinggalan Zaman
Bagikan ini :