Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia

Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia

Page Visited: 3139
Read Time:3 Minute, 57 Second

Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia, sama-sama Ingin mendirikan Negara Khilafah di Indonesia. Sedikit perbedaan antara HTI (Hizbut Tahrir Indonesia dan KM (Khilafatul Muslimin) adalah pada atribut atau seragamnya.

KM didominasi punya seragam warna hijau-putih, sedangkan HTI biasanya dominan warna hitam dan putih. Tujuan kedua kelompok ini sama, yaitu ingin mendirikan negara khilafah di Indonesia.

Kalau tujuan mereka sama, yaitu punya tujuan mendirikan negara Khilafah dengan satu pemimpin seorang Khalifah, anehnya mengapa orang-orang HTI kok tidak langsung saja berbaiat kepada kelompok KM (Khilafatul Muslimin) yang sudah terang-terangan mempunyai seorang khalifah yaitu Abdul Qadir Hasan Baraja.

Baca juga : Hukuman Bagi ASN Terlibat Ideologi Khilafah Akan Diberhentikan Tidak Hormat

Kok kedua kelompok itu malah buka lapak masing-masing, baik KM maupun HTI? Aneh bin ajaib kan? Yang lebih aneh dan mustahil adalah mereka ingin mempersatukan muslim sedunia. Boro-boro sedunia, Se-Indonesia saja mereka tidak akur.

Abdul Qadir Hasan Baraja (sebagai pemimpin KM) sudah dinobatkan sebagai Khalifah dan Amirul Mukminin oleh pengikutnya yang tergabung dalam Khilafatul Muslimin (KM) dengan pusat kekhalifahan di Masjid “Kekhalifahan Islam”, Jl. WR. Supratman Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung.

Baca Juga :  Masih Bermimpi Menegakkan khilafah? Belajar dari Sesal WNI eks ISIS
Masjid “Kekhalifahan Islam”, Jl. WR. Supratman Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung.

Meski masih kelas lokal, tapi KM (Khilafatul Muslimin) ini selangkah lebih maju dibanding HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) karena KM sudah menobatkan pemimpinnya sebagai Khalifah sedangkan HTI belum jelas siapa Khalifahnya.

Mengenal Sosok Abdul Qadir Baraja
(Disadur dari tulisan Al Chaidar, Pengamat Terorisme Internasional di Indonesia)

Abdul Qadir Hasan Baraja lahir pada tanggal 10 Agustus 1944 di Taliwang, Sumbawa. Pendiri Darul Islam di Lampung pada tahun 1970, pendiri Pondok Pesantren Ngruki.

Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia

Abdul Qadir Hasan Baraja telah mengalami 2 kali penahanan, pertama pada Januari 1979 berhubungan dengan Teror Warman, ditahan selama 3 tahun. Kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal tahun 1985.

Abdul Qadir Hasan Baraja mendirikan Khilafatul Muslimin, sebuah organisasi yang bertujuan untuk melanjutkan kekhalifahan Islam pada tahun 1997. Ia ikut ambil bagian dalam mendirikan Majelis Mujahidin Indonesia pada bulan Agustus 2000, tetapi tidak aktif menjadi anggota MMI (Majelis Mujahidin Indonesia).

Sejarah perkembangan Khilafatul Muslimin

Tahun 1979 setelah kasus Komji terlibat dengan Habib Husein, Abdul Qodir terlibat dalam peledakan Candi Borobudur, sehinga ditahan sampai masa Reformasi. Dalam penjara itulah ia menyatakan telah menerima bai’at (sumpah setia) dari saudara Irfan dan Jaka untuk menjadi Khalifah.

Baca Juga :  Indonesia Adalah Khilafah dengan Sistem Demokrasi dan Berideologi Pancasila

Baca juga : Penjelasan Wapres KH Ma’ruf Amin Soal Larangan Paham Khilafah di Indonesia

Dalam literatur dalil Islam Abdul Qodir berpendapat tidak ada rumusan yang qoth’ie (paripurna) untuk mengangkat Khalifah, sehingga walau dengan 2 orang saja sudah cukup, maka sosialisasi Khalifah mulai dikumandangkan termasuk dalam pertemuan MMI tahun 2000 hingga sekarang.

Wilayah operasional Faksi Abdul Qadir Baradja adalah Jakarta, Lampung, NTB, Jawa Tengah, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, Sukabumi, Purwakarta, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surakarta, Madura, Banjarmasin, Samarinda, dan Balikpapan.

Sementara sumber pengadaan dana faksi ini adalah infaq, shadaqah, dan amal jama’i. Faksi ini mendapat dukungan luar ummat yang ada di Amerika Serikat,2 Kanada, Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Hongkong/Shenzen, Filipina, Jerman, Inggris, dan Perancis.

Kemampuan militer diperhitungkan mencapai angka 1 resimen. Kamp latihan berlokasi Gudang Angin, Lampung. Strategi yang dilakukan oleh faksi ini dipakai adalah syariah tanzhim (gerakan dakwah terbuka). Sementara taktik yang digunakan adalah askariah bertahan dan sosialisasi dakwah. Pelatihan-pelatihan yang sering dilakukan di daerah konflik dan gunung-gunung.

Sementara menjadi sasaran dari pelatihan adalah training kekhalifahan di setiap kecamatan (sub-district), perekrutan massa di setiap propinsi, dan pendataan kekuatan RI dari aspek militer.

Baca Juga :  Buku "Proyek Khilafah", Kritik Faktual Atas Khilafah Islamiyah

Faksi Abdul Qadir Baradja yg dikenal dengan nama Khilafatul Muslimin (KM) ini diperkirakan mempunyai 300.000 anggota di seluruh Indonesia dan sekitarnya, basis pesantren, petani, buruh, dan mahasiswa.

Baca juga : Tolak Khilafah dengan : “NKRI OK, ISLAM YES, KHILAFAH NO !”

Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan kelompok ini adalah gerakan Komando Jihad (1976), Teror Warman (1978), Kasus Peledakan Candi Borobudur, Jawa Tengah (1985), dan Kasus Talangsari, Lampung (1989).

Kegiatan KM yang hingga sekarang dilakukan adalah hanya pembinaan rutin di setiap sekretariat wilayah, ummul quro’ (district dan sub district) serta di tingkat pengurus Mas’ul Ummah dan Sosialisasi kekhalifahan di berbagai tempat, hampir setiap minggu. Kegiatan-kegiatan yang direncanakan faksi ini adalah mewujudkan kembali cita-cita NII sampai terwujud kekhalifahan, Seminar Khilafah di setiap propinsi dan kota-kota besar, dan lain-lain.

Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia, Sama-sama bertujuan mendirikan negara khilafah di Indonesia.

Anggaran pertahun untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan faksi ini tidak ada catatan resmi; namun diperkirakan berkisar 500 juta.

Sampai saat ini Pemerintah sepertinya belum bersikap kepada KM ini, mereka masih leluasa mengadakan berbagai kegiatan.

Oleh: Kiai Dafid Fuadi

Sumber :

  • Tulisan Al Chaidar (Pengamat Terorisme Internasional di Indonesia)
  • http://khilafatulmuslimin.net
  • https://khilafatulmusliminksb.wordpress.com
Bagikan ini :