Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kiai Misbahul Munir : Cinta Tanah Air Itu Perintah Allah Dan Rasulullah Saw

Kiai Misbahul Munir: “Cinta Tanah Air Itu Perintah Allah Dan Rasulullah Saw”

Page Visited: 839
Read Time:2 Minute, 34 Second

Wakil Ketua LD PBNU KH Misbahul Munir Tegaskan “Cinta Tanah Air itu Perintah Allah dan Rasullullah Saw”

Di tengah semakin maraknya propaganda khilafah yang menggerus semangat nasionalisme para pemuda Indonesia, KH. Misbahul Munir, Wakil ketua Lembaga Dakwah PBNU, menegaskan bahwa cinta kepada bangsa dan tanah air itu perintah Allah dan perintah Rasulullah SAW. Hal ini disampaikannya dalam acara Kiswah (Kajian Islam Ahlussunnah Wal Jamaah) di iNews TV (16/8/2020).

“Membahas Cinta tanah air (hubbul wathan), hal ini merupakan perintah agama, perintah Allah SWT dan perintah Rasulullah SAW. Karena itu, Hadtratusyaikh dan Kiai Wahab pernah menyampaikan hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air atau nasionalisme itu bagian dari iman,” tegas Ketua Aswaja Center ini.

Baca juga : Khilafatul Muslimin VS Hizbut Tahrir Indonesia

Kiai Misbahul Munir : “Cinta Tanah Air Itu Perintah Allah Dan Rasulullah Saw”

Kiai Misbah menyampaikan bahwa disebutkan di dalam kitab Ruhul Bayan, sesungguhnya Allah yang menurunkan kepada kamu wahai Muhammad Al-Qur’an dan akan mengembalikan kamu ke tempat asalmu (Mekkah). Suatu ketika Rasulullah SAW menyampaikan kerinduannya untuk kembali ke Mekkah. Itu karena Rasulullah mempunyai sifat manusiawi, cinta kepada tanah air.

Baca Juga :  Prof Azyumardi Azra Angkat Bicara Soal Film ‘Jejak Khilafah di Nusantara’

“Dalam kitab Ruhul Bayan disebutkan, ayat ini menunjukkan sesungguhnya cinta tanah air/nasionalisme itu bagian daripada iman, perintah Allah perintah Rasulullah saw,” tegasnya.

Selanjutnya, beliau menjelaskan ada dua hal penting yang paling ditakuti dan dihindari oleh manusia, yaitu mati dan keluar dari kampung halaman.

“Dan ini kalau kita berbicara ruh dari pada karakter manusia, ada dua hal yang paling ditakuti yakni mati dan keluar kampung. Jauh dari kampung halaman, ada dua hal yang kita hindari dan takut, takut mati dan takut keluar dari negeri kita. Ini dituliskan dalam Al-Qur’an, andaikan kamu disuruh membunuh dirimu, dan disuruh keluar kampung halaman, sedikit orang yang mau. Artinya cinta kepada kampung halaman ini adalah bagian dari karakter manusia, manusiawi,” terangnya

“Karena itu Rasulullah ketika pergi dari satu daerah kembali ke Madinah, itu Rasulullah langsung, untanya dipercepat, rindu Rasullullah itu,” sambungnya.

Baca juga : Kasus Penyerangan di Pasar Kliwon, NU Soloraya Dukung Tindakan Tegas Polisi

Kemudian, Ketua Aswaja Center ini menegaskan kembali kesadaran di mana kita tinggal di situlah kita cinta kepada bangsa tersebut.

Baca Juga :  Pengumuman! Pemerintah Tidak Akan Lagi Umumkan Update Virus Corona

“Persoalannya ini kita ini sadar, ada di NKRI, bukan di Mekkah, Madinah, Eropa. Maka kita cinta kepada Indonesia, cinta kepada bangsa ini adalah perintah Allah perintah Rasulullah SAW. Karena dicontohkan oleh nabi, cinta kampungnya, cinta bangsanya. Dan kita diperintah oleh Allah, kalau kamu cinta kepada Allah ikut kepada aku, siapa aku? Kanjeng nabi Muhammad SAW. Dia antara ajaran Rasulullah adalah cinta tanah air,” tegasnya.

Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Qur’an (PIQ) Al-Misbah Jakarta ini mengatakan fanatik kepada bangsa harus, tetapi tidak berlebihan.

“Kalau kiai berikan kemampuan kekiaiannya, ilmu nya kepada bangsa ini. Ini yang saya maksudkan untuk fanatik kepada bangsa. Kalo fanatik kepada agama, harus, fanatik kepada bangsa harus. Cuma jangan sampai kemudian menghina orang lain, itu bukan fanatik,” tuturnya.

Dalam konteks Islam dengan Islam seluruh dunia adalah saudara, kita sepakat. Tetapi dalam konteks kebangsaan, kita sepakat kita bukan orang Eropa, Afrika. Kita ini orang Indonesia. Ada yang mempertemukan, kita adalah sesama bangsa Indonesia, tutupnya. (ummatina/dakwahnu)

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda