Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kisah Abu Hurairah Diajari Ayat Kursi oleh Setan

Kisah Abu Hurairah Diajari Ayat Kursi oleh Setan

Page Visited: 1215
Read Time:3 Minute, 58 Second

Kisah Setan Mengajarkan Ayat Kursi kepada Abu Hurairah

Ada satu kisah unik yang mengandung hikmah besar dan bisa dijadikan amalan bagi yang ingin berlindung dari godaan dan kejahatan setan. Meskipun kisah ini sulit diurai dengan logika, kisah ini merupakan kisah nyata yang terjadi pada zaman Rasulullah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).

Kisah ini diceritakan dalam hadits Shahih Bukhari dan beberapa kitab, seperti Kitab Tanbihul Ghafilin yang disusun Abu Laits As-Samarqandi.

Dikisahkan, sahabat Nabi bernama Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu (RA) ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncul seseorang mencuri segenggam makanan. Namun ketangkasan Abu Hurairah patut dipuji karena berhasil menangkap sosok tersebut. “Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah,” kata Abu Hurairah.

Mendengar ancaman Abu Hurairah, orang tersebut merengek dan berkata: “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.”

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Meskipun zakat diperuntukkan kepada fakir miskin, namun cara orang tersebut mencuri makanan tetap tidak dibenarkan.

Baca juga : Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi

Esok harinya, Abu Hurairah melaporkannya kepada Rasulullah. Maka bertanyalah beliau: “Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?” Ia mengeluh, “Ya Rasulullah, bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan,” jawab Abu Hurairah.

Baca Juga :  3 Anggota KAMI Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp1 M

Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu, lalu dilepaskannya. “Bohong dia,” kata Nabi Muhammad SAW sembari memberi tahu bahwa nanti malam ia akan datang lagi.

Mendengar ucapan Nabi itu, Abu Hurairah pun mempeketat penjagaan dan kewaspadaan. Benar saja, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Si pencuri pun tertangkap.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah,” ancam Abu Hurairah, seperti kemarin.

Pencuri itu meminta ampun sembari berkata: “Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi.”

Mendengar keluhan orang itu, Abu Hurairah merasa kasihan dan ia pun melepaskannya seperti kemarin. Paginya, kejadian itu diadukannya kepada Rasulullah.

Rasulullah kembali menegaskan: “Pencuri itu dusta, dan nanti malam ia akan kembali lagi”.

Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan super ketat. Mata, telinga dan perasaannya dipasang sebaik-baiknya. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik di sekelilingnya lantaran sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri.

Jika pencuri itu benar-benar datang seperti dikatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, Abu Hurairah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah.

Baca Juga :  Sekjen MUI Anwar Abbas Ancam Mundur Tolak Sertifikasi Dai

“Kali ini tidak akan kuberi ampun,” kata Abu Hurairah dalam hati.

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati.

Baca juga : Seekor Ulat Berdzikir dalam Kisah Nabi Dawud AS

Tidak lama kemudian pencuri itu bertekuk lutut di hadapan Abu Hurairah dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.

“Kali ini kau pasti kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga,” gertak Abu Hurairah.

Pencuri itu kembali memohon. Namun, tangan Abu Hurairah memegang erat pencuri dan kali ini tidak akan dilepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa akhirnya si pencuri itu berkata: “Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna.”

Abu Hurairah spontan penasaran. “Kalimat-kalimat apakah itu?” tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu.

“Bila tuan hendak tidur, bacalah Ayat Kursi: Allahu Laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuum… dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada setan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”

Kisah Setan Mengajarkan Ayat Kursi kepada Abu Hurairah

Mendengar itu, pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Sepertinya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.

Baca Juga :  Ini 4 Ibadah Sunnah yang Sering Terabaikan dalam Keseharian Kita

Keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya Ayat Kursi.

“Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasulullah sebelum Abu Hurairah menceritakan segalanya. “Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan,” jawab Abu Hurairah. “Kalimat apakah itu?” tanya Nabi Muhammad SAW.

Katanya: “Kalau kamu tidur, bacalah Ayat Kursi: Allahu laa Ilaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuum….. dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula: “Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.”

Baca juga : Mengapa Hadits Bukhari Muslim Tidak Digunakan 4 Imam Madzhab ?

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi Muhammad bertanya kepada Abu Hurairah, “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?”

“Tidak,” jawab Abu Hurairah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan.”

Video berikut Ini adalah Kisah Abu Hurairah Diajari Ayat Kursi oleh Setan disampaikan oleh Prof. KH Abdul Ghofur, semoga bermanfaat :

Bagikan ini :