Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kisah Mike Tyson, Petinju Paling Berkelas yang Tak Sempat Dibanggakan Ibunya

Kisah Mike Tyson, Petinju Paling Berkelas yang Tak Sempat Dibanggakan Ibunya

Page Visited: 90
Read Time:4 Minute, 1 Second

Ini hanya sekelumit kisah haru Mike Tyson, tahukah anda Mike Tyson untuk pertama kalinya menemukan foto Sang Ibu ketika masih remaja? Ini sepenggal kisa mengharukan dari Tyson. Mantan juara tinju dunia kelas berat ini dikenal seorang sosok yang sangar ketika berada di ring tinju.

Rasanya tak ada yang tak kenal Mike Tyson, seluruh penduduk dunia mengenalnya karena prestasinya di dunia tinju yang gemilang. Sangar dan selalu membuat lawannya tumbang di atas ring, siapa sangka Tyson mempunyai sisi lembut ketika di berada di luar arena tinju.

Baca juga : 13 Hoax Tengku Zulkarnaen Paling Populer di Medsos

Mike Tyson Unggah Foto Ibunya

Baru-baru ini Mike Tyson mengunggah sebuah foto yang membuat si ‘Leher Beton’ tersebut merasa terharu.

Tyson menemukan sebuah foto ibunya untuk pertama kalinya sejak ibunya meninggal ketika Tyson berusia 16 tahun.

Foto ibunya tersebut lalu diunggahnya di laman akun resmi Instagram milik Mike Tyson. Kemudian, Tyson menjelaskan bahwa foto tersebut diambil pada tahun 1947.

“Ibuku di tahun 1947. Aku baru saja melihat foto ini untuk pertama kalinya hari ini. Dia masih berusia 20 tahun kala itu. Ibu ku tumbuh besar dengan mengenal Malcolm X, Miles Davis (musisi Jazz), dan Harlem Globetrotters,” tulis @miketyson di Instagram, Minggu 7 Juni 2020.

Baca Juga :  Urgensi Standarisasi Ulama, Memalukan Jika Ada Ulama Tidak Bisa Baca Kitab Gundul

My mother in 1947. I just saw this pic for the first time today. She’s 20 years old. She grew up knowing Malcolm X, Miles David and she knew the original Harlem Globetrotters. She was a first class dresser no wonder why I love clothes. I knew nothing about my mother. She never told me anything except what my dad told me about her later on in life. I’m proud to be the son of Lorna May Smith. Her roots are from Charlottesville, Virginia but she lived in Bedford Stuyvesant, 203 Franklin Ave between Dekalb and Willoughby. She was a part of the Swing Era.

Beberapa nama yang disebut Tyson adalah ikon-ikon dari tokoh masa lalu. Malcolm X adalah pejuang kesetaraan kaum kulit hitam di Amerika Serikat.

Miles Davis merupakan musisi jazz kulit hitam kelahiran tahun 1926 yang menjadi kebanggaan banyak orang.

Baca juga : Prajurit TNI Berdarah Tionghoa Ini Punya Semburan Jarum Berbisa

Sedang Harlem Globetrotters adalah tim bola basket yang lahir tahun 1927. Tim ini menggabungkan olahraga dan komedi menjadi satu hiburan olahraga yang paling terkenal di masanya.

Di dalam foto tersebut, terekspos sang ibu yang tampak cantik sedang mengenakan setelan jas lengkap dengan topi seperti yang biasa digunakan oleh kebanyakan seniman di masa itu.

Baca Juga :  Kehadiran Petinggi KAMI Ahmad Yani Ditunggu di Bareskrim

Ibu Mike Tyson Seorang Ahli Tata Busana

Tyson pun mengungkapkan kalau ibunya yang bernama Lorna Smith itu merupakan seorang penata busana berkelas.

Tak mengherankan apabila di kemudian hari, anak yang keluar dari rahim Lorna juga mencintai pakaian, terlepas dari kecintaan Tyson terhadap dunia tinju.

Bagaimanapun juga, secara realitas Tyson mengaku tidak terlalu mengenal ibunya.

“Aku tidak tahu apa pun tentang ibu. Ketika dia masih hidup, dia tidak pernah memberitahuku apa-apa. Selama ini aku baru mengenal ibu ku dari cerita ayah ku. Aku bangga menjadi anak dari Lorna May Smith,” lanjut Tyson.

Ibunya tidak pernah bangga terhadap Tyson. Sebaliknya, Tyson sendiri tidak dapat memungkiri bahwa ia begitu menyayangi ibunya.

Melansir Bleacher Report, Tyson sudah ditinggal pergi ayahnya sejak masih berusia 2 tahun. Sejak saat itu, Lorna Smith Tyson mengurus semua sendirian terhadap anaknya yang kelak menjadi jago tinju dunia.

Sayangnya, ketika Tyson berusia 16 tahun, ibunya meninggal dunia. Tidak lama kemudian, saudara perempuan Tyson ikut menyusul ibunya ke pelukan Tuhan.

Praktis, Mike Tyson seakan kehilangan seluruh anggota keluarganya dalam sekejap membuatnya merasa sakit hati.

Baca juga : “Dokter Gembel” Dari Pati, Namanya Abadi Sebagai RSUD Dr Moewardi

Tyson juga menyesal bahwa ketika ibunya masih hidup, ibunya tidak pernah bangga terhadap Tyson. Hal ini tak lepas dari kenakalan yang dilakukan oleh Tyson sejak kecil. Juga ketika itu Tyson belum tersohos sebagai petinju hebat.

Baca Juga :  Tokoh HTI Dikirim ke RS Jiwa, Stres Ingin Tegakkan Negara Khilafah Islamiyyah

“Aku tidak pernah melihat ibu ku bahagia atau bangga terhadapku. Dia hanya tahu kalau aku adalah anak liar yang sering lari-larian di jalanan, dan kemudian pulang dengan memakai baju baru. Tentu dia tahu bahwa baju baru yang aku pakai merupakan hasil curian. Aku tidak pernah punya kesempatan untuk berbicara dengannya,” sesal pria berusia 53 tahun ini.

Sejak kematian ibunya, kebandelan Tyson semakin menjadi-jadi saja.

Semasa kecilnya, Tyson sudah pernah tertangkap petugas keamanan di usianya yang baru 13 tahun. Hal itu terus berlanjut sehingga total Tyson tertangkap polisi sebanyak 38 kali.

Namun, karena perkelahian yang sering dia lakukan di jalanan, justru menjadi cikal bakal dari kemampuan hebatnya dalam menjotos orang di ring tinju.

Baca juga : Frederic Kanoute Masuk Islam Gara-gara Pertanyaan Sulit

Buktinya di umur ke-20, Tyson berhasil menjadi petinju termuda yang menjadi juara dunia tinju kelas berat. Wow, benar-benar mengagumkan.

Boleh saja ‘Si Leher Beton’ ini memiliki masa lalu yang kelam, tapi kita tidak bisa menolak fakta bahwa dia adalah salah satu petinju paling berkelas dalam sejarah pertinjuan dunia.**

Bagikan ini :