Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Kodam Jaya Panen Karangan Bunga, Dukung Jenderal Dudung Bubarkan FPI

Page Visited: 1398
Read Time:2 Minute, 46 Second

Markas Kodam Jaya Panen Karangan Bunga, Dukung Keinginan Jenderal Dudung Bubarkan FPI

JAKARTA – Aksi tegas Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurahman, yang ingin membubarkan Front Pembela Islam (FPI) serta memerintahkan prajuritnya mencopoti spanduk dan baliho Habib Rizieq mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Warga Jakarta pun berbondong-bondong mengirimi karangan bunga sehingga memenuhi Markas Kodam Jaya, di Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Pada karangan bunga tersebut bertuliskan berbagai kalimat dukungan kepada TNI. Seperti TNI Dahsyat, Bravo TNI, Kami Putra Putrimu Selalu Mendukung Komando, Terima Kasih Karena Tidak Memihak Pada Penghina, Tapi Kalian Telah Memihak Pada Kebenaran, Terima Kasih Kepada Kodam Jaya, dan lain sebagainya.

Dukungan kepada TNI itu berasal dari Gar ITB, masyarakat yang mengatasnamakan Rakyat Indonesia dan masih banyak lagi. Hingga siang ini, karangan bunga di Makodam Jaya masih terus berdatangan.

Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan semua pihak atau orang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus taat hukum.

Baca Juga :  Mochtar Ngabalin Bilang ke Sugi Nur Penghina NU: "Mulutmu Harimaumu!"

Penegasan itu dilontarkan menyusul ramainya pro kontra soal pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Padahal jelas pemasangan baliho di Jakarta itu ada aturannya tidak sembarangan main pasang semaunya.

Menurut dia, jangan seenaknya sendiri seakan-akan FPI yang paling benar. “Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur. Suka-sukanya sendiri,” ujarnya.

Jika FPI Ngotot Adakan Reuni 212, Pangdam Jaya Akan Tindak Tegas!

Reuni 212 yang rencananya akan digelar di Lapangan Monas pada bulan Desember 2020 ini dikabarkan tidak mendapat izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Aburachman, bahkan akan menindak tegas jika ada pihak yang ngotot menggelar acara reuni 212 tersebut.

Jika FPI Ngotot Adakan Reuni 212, Pangdam Jaya Akan Tindak Tegas!

Bahkan kata Jenderal Dudung, Front Pembela Islam (FPI) sendiri telah membuat surat pernyataan dan menyanggupi tidak menggelar acara reuni 212 di Lapangan Monas.

“FPI sendiri sudah menyanggupi, sudah membuat surat pernyataan juga kan dia tidak akan melakukan Reuni 212. Kalau misalnya dia sudah membuat surat pernyataan lalu kemudian dilanggar, enggak ada cerita. Saya dengan polisi ya, bertindak tegas,” kata Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Baca Juga :  Pemerintah Bubarkan FPI, PBNU: Pemerintah Tidak Anti Islam

Dudung lebih lanjut menjelaskan, acara Reuni 212 itu sendiri sudah tidak diizinkan okeh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies, kata Dudung, tidak memberikan izin lantatan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 88/2020 tentang Pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di DKI Jakarta.

“Sudah ada surat pernyataan dari FPI, dan bahkan imbauan dari Gubernur tidak boleh melaksanakan Reuni 212, karena itu kan melanggar Perda Nomor 88 Tahun 2020 yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur,” ulasnya

Dia melanjutkan, tindakan tegas tersebut dilakukan pihaknya bersama dengan Polri. Menurutnya, FPI pun harus patuh dengan aturan dan hukum yang berlaku, tidak boleh berindak semaunya sendiri.

“Enggak ada orang semaunya di sini. Semuanya seperti dia yang paling benar sendiri, enggak ada. Ikuti atuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif mengaku pihaknya telah melayangkan surat perizinan pemanfaatan Monumen Nasional (Monas) kepada Pemprov DKI Jakarta. Rencamya, reuni 212 akan melangsungkan acara tersebur pada 2 Desember mendatang.

Baca Juga :  Upaya Menumbangkan Indonesia dengan Menghancurkan Pancasila

“Surat kepada Monas dan Pemda DKI sudah kita layangkan 3 bulan yang lalu untuk permohonan acara Reuni 212,” kata Slamet saat ditemui di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (10/11). (sumber Okezone)

Bagikan ini :