Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Korlap Aksi 1812, Rizal Kobar Ternyata Dewan Pakar Saracen

Korlap Aksi 1812, Rizal Kobar Ternyata Dewan Pakar Saracen

Page Visited: 2707
Read Time:4 Minute, 1 Second

Korlap Aksi 1812, Rizal Kobar Ternyata Dewan Pakar Saracen, Penyebar Kebencian, Isu SARA dan Hoax

MASIH ingat dengan Saracen yang pernah heboh dikenal sebagai pembuat dan penyebar HOAX? Ternyata, aksi 1812 yang digelar di sekitar Istana Merdeka, Jakarta Pusat (Jakpus) yang dibubarkan oleh aparat kepolisian, diketahui, Koordinator lapangan aksi 1812 tersebut adalah Rizal Kobar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pembubaran aksi 1812 tersebut merupakan langkah untuk mencegah terjadinya potensi penyebaran virus Corona di masyarakat dari aksi tersebut. Dia menyebut Kapolda Metro secara terbuka siap menampung aspirasi dari perwakilan massa aksi 1812.

Nah, siapa Rizal Kobar? Dikutip dari detik.com, Nama Rizal Kobar pertama kali muncul saat ramai kasus Saracen pada tiga tahun silam. Dia adalah dewan pakar Saracen, komplotan penyebar ujaran kebencian atau isu kebencian terkait SARA dan hoax. Namun Rizal pernah mengaku bahwa dia masuk struktur Saracen.

Bahkan, selain isu Saracen, Rizal pernah dijatuhi hukuman penjara 6 bulan 15 hari pada 5 Juni 2017. Karena terbukti bersalah melakukan ujaran kebencian sebagaimana diatur di Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Rizal mengaku tidak menyesal memasang konten yang dinilai mengandung ujaran kebencian di media sosial saat itu.

Rizal saat itu menjadi terdakwa ujaran kebencian bersama Jamran. Keduanya menyebarkan informasi secara berulang dan menyebabkan kebencian kepada masyarakat berdasarkan SARA. Terdakwa memfokuskan penyebaran ujaran kebencian di posting-an akun Twitter keduanya, yaitu @BacotIwan, dengan objek yang sama, yaitu Ahok (Basuki T Purnama).

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap, Gatot Nurmantyo dan KAMI Ternyata Benar-benar Main Politik

Nama Rizal Kobar juga ada dalam daftar 10 orang yang ditangkap polisi pada 2 Desember 2016. Pada saat itu, mereka ditangkap karena dianggap melakukan upaya makar atau menggulingkan pemerintahan yang sah. Selain Rizal Kobar, ada nama Ahmad Dhani, Kivlan Zen, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, hingga Jamran.

Bravo Kapolda Metro! Bubarkan Massa Aksi 1812, Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Aparat kepolisian membubarkan massa pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang menggelar aksi 1812 di Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 akibat kerumunan di tengah peningkatan angka kasus positif di Jakarta.

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Menjadi prinsip dasar bagi semua komponen bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, Termasuk di dalamnya pandemi Covid-19,” ujar Kapolda

Baca: Bareskrim Polri Tegaskan Ambil Alih Seluruh Kasus Rizieq Shihab, Ini Alasannya!

Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran kepada wartawan, Jumat (18/12/2020). Fadil menyebutkan, sejauh ini tercatat sudah ada 19.248 orang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia. Adapun 2.994 orang ada di Jakarta.

Baca Juga :  Pupuk Karakter Kebangsaan untuk Tangkal Paham Radikal

Karena itu, kata Fadil, ini menjadi bukti masyarakat untuk lebih peduli dan perhatian.

“Keselamatan hidup setiap insan atau rakyat adalah HAM. Itu harus menjadi manifestasi keprihatinan, kepedulian, sekaligus tanggungjawab HAM,” kata Fadil.

Fadil menegaskan, agar masyarakat untuk dapat mematuhi aturan dan menghormati sesama dengan mengedepankan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Adapun bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan akan diberikan teguran hingga tindakan tegas.

“Siapapun harus patuh serta menghindari kerumunan, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.Tindakan Polri awali pendekatan humanis, persuasif dan preventif untuk menghormati HAM. Jika tak dipatuhi, bahkan melecehkan anggota Polri, maka Polri diberikan kewenangan mengambil tindakan,” tutup Fadil.

Polda Metro Jaya Sita Mobil Komando FPI di Aksi 1812

Polisi menyita satu unit mobil komando milik Front Pembela Islam atau FPI yang digunakan pada Aksi 1812 di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Desember 2020.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan alasan penyitaan karena mobil itu digunakan untuk provokasi.

“Mobil yang memang bukan untuk peruntukkannya,” ujar Yusri di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Desember 2020.

Baca: Terungkap! Korlap Aksi 1812, Rizal Kobar Adalah Dewan Pakar Saracen, Penyebar Isu Kebencian, SARA dan Hoax

Baca Juga :  Memiliki 35 Akun Medsos, Simpatisan FPI Di Tangkap karena Unggah Ujaran Kebencian

Yusri mengatakan mobil tersebut saat ini berada di Polda Metro Jaya. Ia masih menunggu soal perkembangan terakhir dari penyidik dan apa saja yang disita polisi selain mobil tersebut.

Selain itu, beberapa pendemo juga turut ditangkap oleh polisi. Mereka ditangkap sambil dipukul mundur ke gang-gang yang berada di belakang Bank Indonesia. Polisi menangkap massa yang sebelumnya melakukan provokasi dengan menantang polisi.

Sebelumnya, massa yang berjumlah ratusan orang diminta mundur dan membubarkan diri saat akan datang ke Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat. Polisi melarang mereka berdemo karena status Jakarta masih menerapkan PSBB.

“Kami ingatkan pandemi Covid-19 di Jakarta masih cukup tinggi, jangan ada kerumunan di daerah Jakarta, silahkan kembali, silahkan untuk bubar,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto melalui pengeras suara kepada massa.

Baca: Bravo! Bubarkan Massa 1812, Kapolda Metro: Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi

Proses pembubaran itu sempat berujung penolakan dari massa Aksi 1812. Mereka sempat mengamuk dan marah-marah kepada petugas karena tak terima dibubarkan.

Massa yang dalam tuntutannya meminta agar Rizieq Shihab dibebaskan dan pengusutan penembakan terhadap enam laskar FPI diusut tuntas, berkali-kali meneriakkan takbir sambil mendorong polisi. Beruntung bentrok itu tak membesar hingga akhirnya massa membubarkan diri dari lokasi. (*)

Bagikan ini :