Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Krisis Memburuk, Antrean Panjang Terlihat di Bank Makanan Milan

Krisis Memburuk, Antrean Panjang Terlihat di Bank Makanan Milan

Page Visited: 2351
Read Time:1 Minute, 42 Second

Akibat Pandemi Covid-19 Krisis Memburuk, Antrean Panjang Terlihat di Bank Makanan Milan

MILAN – Antrean panjang terlihat di bank-bank makanan dan pusat bantuan di ibu kota keuangan Italia, Milan, karena krisis ekonomi semakin memburuk akibat pandemi Covid-19.

Penyebaran virus Virus corona di negara itu membuat krisis ekonomi kian parah menjelang Natal 2020 ini.

Ketika jumlah kasus melonjak setelah musim panas, ekonomi Italia stagnan akibat lockdown untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

“Selama periode pandemi ini, jumlahnya meningkat,” ungkap Luigi Rossi, wakil presiden kelompok bantuan lokal Pane Quotidiano, saat antrean memanjang di blok di luar pusat kota di selatan Milan.

“Kami yakin bahwa semakin banyak krisis ini, semakin banyak yang akan terjadi,” papar Rossi.

Bahkan di Milan yang makmur, krisis telah menggigit sangat dalam karena sebagian besar perekonomian terhenti. Banyak orang yang baru saja terpaksa meminta bantuan di kota yang dianggap sebagai motor ekonomi Italia.

“Ada begitu banyak orang seperti saya yang jadi orang miskin baru,” papar Alberto, 66, yang tidak mau memberikan nama belakangnya.

Baca Juga :  AS Harus Keluar dari Suriah atau Hadapi Perlawanan Rakyat

Dengan berakhirnya pameran perdagangan yang memberikan kontribusi besar pada ekonomi pra-krisis di Milan, dia telah kehilangan pekerjaan dan datang ke pusat bantuan selama lima bulan terakhir.

“Saya masih harus membayar sewa, saya harus membeli makanan dan meskipun pasangan saya bekerja, itu tidak cukup,” ujarnya.

Seperti pusat-pusat bantuan yang dijalankan kelompok amal lainnya, Pane Quotidiano buka 7 hari sepekan dari jam 9 pagi sampai 11 malam. Pane menangani rata-rata 800 orang setiap hari.

Pane Quotidiano telah beroperasi di Milan selama lebih dari satu abad.

Pemerintah telah memberlakukan lockdown dan menawarkan dukungan kepada perusahaan yang memberhentikan pekerja.

Untuk para penjaga rumah, pembersih, staf restoran, dan lainnya yang dipekerjakan secara tidak resmi dan dibayar tunai, tidak ada bantuan sama sekali.

“Bagaimana Anda bisa bertahan?” tanya Maria-Rosa Mamone, 76, yang datang ke pusat bantuan untuk mengambil makanan dan hadiah Natal untuk cucunya.

Dengan tiga orang di rumah dan sewa sebesar USD700 yang harus dibayar setiap bulan, dia harus berjuang keras. “Setidaknya saya bisa datang ke sini. Semuanya ada di sini, roti, susu,” ungkap dia. (*)

Bagikan ini :