Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Krisis Politik Dalam Negeri Ancam Eksistensi Israel

Krisis Politik Dalam Negeri Ancam Eksistensi Israel

Page Visited: 788
Read Time:1 Minute, 15 Second

Krisis Politik Dalam Negeri Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh dari Luar

TEL AVIV – Jenderal Purnawirawan Gadi Eisenkot, Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel menyatakan memburuknya perselisihan internal dan ketidakmampuan membentuk pemerintahan stabil adalah ancaman nyata bagi eksistensi Israel, bukan musuh dari luar.

Dalam artikel yang dirilis surat kabar Yediot Ahronot, Jenderal purnawirawan Eisenkot menyatakan, “Israel saat ini sedang mengalami masa yang sangat sulit, di mana selain ancaman eksternal, negara menghadapi krisis politik yang serius dan semakin kurangnya kepercayaan terhadap institusi politik dan negara.”

“Ini adalah krisis yang memperdalam polarisasi dan keretakan dalam masyarakat Israel,” papar sang Jederal Purnawirawan tersebut.

Dia mengecam para pemimpin politik Israel dengan mengatakan, “Israel membutuhkan kepemimpinan yang memimpin negara dan memajukan nilai-nilai nasionalnya dan mewujudkan visi nasional disertai dengan strategi yang tepat.”

Dia mengingatkan, selain krisis virus corona, krisis ekonomi dan sosial, tantangan keamanan yang belum hilang yakni konflik dengan Palestina dan upaya Iran menghegemoni kawasan dan akuisisi senjata nuklir.

Baca Juga :  Salat Jamaah di Hagia Sophia, 500 Orang Didiagnosa Terjangkit Covid-19

“Ini adalah tantangan yang sulit, tetapi itu bukan ancaman eksistensial. Israel teguh di depan mereka dan menerapkan strategi yang menjamin keunggulan militer kualitatifnya dengan terus berusaha membangun kekuatan nasional dan militernya,” papar dia.

Mengomentari konflik Israel-Palestina, Eisenkot mengatakan usulan dua negara dapat merusak masa depan Israel. Dia menyerukan perlunya Israel memisahkan diri dari Palestina, lebih disukai melalui kesepakatan dengan pengaturan keamanan yang ketat.

Berkaitan dengan Jalur Gaza, Eisenkot menyerukan kesepakatan jangka panjang berdasarkan gencatan senjata absolut.

Sebelumnya, dikabarkan oleh media Israel bahwa Eisenkot telah memutuskan tidak mencalonkan diri dalam pemilihan Knesset (parlemen) mendatang. (*)

Bagikan ini :