Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Lafaz Adzan Diubah ‘Hayya Alal Jihad’, Tidak Ada Dalilnya

Page Visited: 539
Read Time:2 Minute, 3 Second

Lafaz Adzan Diubah ‘Hayya Alal Jihad’, PBNU dan Muhammadiyah Angkat Bicara

Lafaz Azan Diubah ‘Hayya Alal Jihad’ akhirnya mendapat respons dari PBNU dan Muhammadiyah. Seperti diketahui telah viral sebuah video dari pendukung Habib Rizieq Shihab yang mengubah lafaz Adzan. Dalam video yang berdurasi kurang lebih 10 menit tersebut nampak sekelompok orang yang di klaim sebagai pencinta habib Rizieq menyerukan kalimat ‘Hayya Alal Jihad’, yang berarti “Marilah Berjihad”.

Video Lafaz Azan Diubah ‘Hayya Alal Jihad’ tersebut mendapat respon dari Ketua PBNU Bidang Hukum HAM dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas. Menurutnya, jihad yang dikumandangkan dengan mengangkat senjata tajam tidak relevan di Indonesia untuk saat ini. Karena jihad yang bisa dimaknai adalah untuk mewujudkan cita-cita nasional, bukan sekedar gagah-gagahan antar kelompok yang justru bisa menggangu persatuan bangsa.

“Dalam negara bangsa yang telah merdeka seperti Indonesia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional,” kata Robikin, Senin (30/11/2020).

Baca Juga :  Pengumuman! Pemerintah Tidak Akan Lagi Umumkan Update Virus Corona

Kemudian, ia juga menyebut bahwa Indonesia adalah negara yang sangat plural karena memiliki berbagai ragam budaya, suku, bahasa dan agama yang dipersatukan oleh Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Maka toleransi menjadi sangat penting untuk mewujudkan kebhinekaan, demi tercapainya cita-cita bangsa Indonesia.

“Oleh karena itu, di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini, kita harus memperkuat toleransi dan saling menghargai baik sesama maupun antar pemeluk suatu agama, etnis, budaya, dan lain-lain,” tandasnya.

Lafaz Adzan Diubah ‘Hayya Alal Jihad’ Tidak Ada Dalilnya.

Robikin juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tetap menjaga kondusifitas, serta tidak mudah terprovokasi oleh unsur dan kelompok manapun.

“Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecah-belahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat,” pungkasnya.

Di tempat berbeda, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, KH Abdul Mu’ti, juga ikut berkomentar terkait video panggilan ‘jihad’ tersebut. Menurutnya, ia mengaku tak pernah menemukan hadits atau dalil yang membenarkan perubahan redaksional adzan yang dikumandangkan oleh beberapa kalangan pemuda yang mengaku sebagai Pecinta Habib Bahar (PHB).

Baca Juga :  Wakabaintelkam Polri: NU Garda Terdepan Menjaga NKRI

Lafadz adzan yang mereka kumandangkan menyelipkan lafadz ‘hayya alal jihad‘. Bahkan video aksi adzan mereka ini sudah viral di media sosial tersebut layak disebut sebagai provokasi.

“Saya belum menemukan hadits yang menjadi dasar azan tersebut. Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan azan dengan bacaan ‘hayya alal jihad’,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

Oleh karena itu, Abdul Mu’ti pun meminta kepada aparat keamanan untuk menelusuri sejumlah video yang beredar di masyarakat ini. Termasuk juga menghimbau kepada Kementerian Agama juga harus meneliti hal itu. (*)

Bagikan ini :