Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Langkah Antisipasi Perkembangan Ideologi Khilafah di Kampus

Langkah Antisipasi Perkembangan Ideologi Khilafah di Kampus

Page Visited: 235
Read Time:2 Minute, 42 Second

Penyebaran paham radikal terutama Khilafah di lingkungan perguruan tinggi sesungguhnya bukan isu baru di Indonesia. Ideologi Khilafah ala HTI sebagai suatu konsep politik jika direalisasikan jelas sangat berbahaya dan dapat menyebabkan petaka bagi Indonesia. Hal ini bukan saja karena track record HTI sebagai bagian dari Hizbut Tahrir Internasional yang diwarnai percobaan kudeta di berbagai negara serta para kadernya banyak yang terinspirasi menjadi pelaku terorisme, tetapi lebih dari itu, konsekwensi yang dapat ditimbulkan jika paham tersebut diterapkan.

Baca juga : Mengenal Strategi Penetrasi Paham Khilafah di Kampus

Sebagaimana dinyatakan dalam berbagai propaganda HTI, Khilafah merupakan otoritas atas segala dimensi, baik agama, pemerintahan, politik, ekonomi, sosial budaya, dan sebagainya yang akan menjalankan syariah Islam.

Persoalannya, sifat absolutism dalam konsepsi Khilafah ini jelas berbahaya dan dalam sejarahnya seluruh kekuasaan absolut pasti menyimpang. Pepatah klasik mengatakan, power tends to corrupt, absolute power absolutely corrupts, kekuasaan absolut pasti menyimpang. Hal ini telah menjadi nature daripada kekuasaan yang tanpa kontrol.

Baca Juga :  Pancasila Sebagai Energi Kehidupan Harmonis Umat Beragama

Konsep Khilafah sebagai otoritas absolut yang berada di tangan satu orang yang akan mengendalikan seluruh umat Islam yang berbeda latar belakang suku, bangsa, kebudayaan dalam kekuasaan imperium jelas konsep yang penuh dengan kecacatan, lemah landasan teologisnya dan tidak empiris dalam peradaban Islam. Fitrah manusia yang hidup bersuku-suku, berbangsa-bangsa akan dihancurkan dengan paham Khilafah.

Baca juga : Kisah Kholifah Bangkrut, Fakta Sejarah Khilafah Islamiyah

Monopoli interpretasi dan praktek keagamaan akan disertai dengan represi dan akhirnya dapat menimbulkan perpecahan dan peperangan antar umat Islam di Indonesia. Karena itu, sangat mungkin bahwa HTI telah mengeksploitasi isu Khilafah dan Islam sebagai tak lebih dari sekadar sarana politik untuk membangun kekuasaan imperium yang hegemonik. Bukankah HTI juga akan menolak ketika dipaksa dalam konsep Khilafah jika itu bukan mereka yang usung.

Konsep Khilafah ala HTI jelas berbahaya baik sebagai gagasan maupun praktek politik. Kampus dan mahasiswa harus dilindungi dari paparan paham politik Khilafah yang dilancarkan oleh HTI. Kontra opini dan kontra ideologi harus dijalankan oleh semua pihak yang berkepentingan dalam mempertahankan eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga :  Membantah Propaganda Palsu Khilafah Tentang Pajak

Langkah pemerintah melalui para pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia dengan mendeklarasikan gerakan pencegahan radikalisme dan paham Khilafah jelas patut diapresiasi dan mendapat dukungan. Namun demikian, langkah tersebut tidak boleh hanya sekadar ceremonial semata. Hal-hal baik yang bersifat kebijakan maupun operasional harus direalisasikan secara efektif. Perlu langkah terpadu dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil peranan dalam mencegah penyebaran paham Khilafah di perguruan tinggi.

Baca juga : Daftar Website Islam yang Bersih dari Paham Radikal

Para pemangku kebijakan di perguruan tinggi harus dapat segera mengidentifikasi lembaga-lembaga, aktor, serta jaringan dalam kampus yang mempromosikan paham Khilafah yang bertentangan dengan ideologi negara. Selama ini, kebebasan akademik telah membuat para pemangku kebijakan di perguruan tinggi akan tanggungjawabnya untuk melakukan pengawasan dan pembinaan potensi-potensi mahasiswa yang dapat mengarah pada kegiatan yang mengancam eksistensi dan kepentingan negara.

Kontra opini dan kontra ideologi juga harus dilakukan dengan membatasi ruang gerak propaganda paham Khilafah dengan berbagai cover kegiatannya serta mempromosikan nilai-nilai kebangsaan, pemahaman keagamaan yang moderat, serta mesupport kelompok-kelompok kebangsaan dan keagamaan yang moderat untuk mengambil peranan dalam public discourse dalam kehidupan kampus. Pendekatan ini penting mengingat mahasiswa merupakan kelas intelektual terdidik yang penyadarannya tidak dapat dilakukan tanpa melibatkan pergumulan intelektual.

Baca Juga :  Kegagalan Negara Khilifah ISIS Patut Menjadi Pelajaran bagi Umat Islam

Baca juga : Buku “Proyek Khilafah”, Kritik Faktual Atas Khilafah Islamiyah

Oleh: Otjih Sewandarijatun – Alumnus Universitas Udayana, Bali.

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda