Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Langkah Antisipasi Radikalisme dan Terorisme di Masjid

Langkah Antisipasi Radikalisme dan Terorisme di Masjid

Page Visited: 88
Read Time:1 Minute, 56 Second

Bagaimana melakukan antisipasi radikalisme dan terorisme yang bercokol di masjid? Tentunya dimulai dengan menyadari pentingnya pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme bagi jamaah Masjid demi tetap tegaknya NKRI.

Munculnya Radikalisme dan terorisme biasnya berbasis paham Salafi dan Wahabi. Dasar ajaran Salafi dan Wahabi yang ingin menegakkan tauhid, menegakkan sunnah, memberantas kemusyrikan dan memberantas bid’ah menjadi sebab munculnya paham ekstrim dan radikal.

Baca juga : Upaya NU Menangkal Radikalisme dengan Membangun Sinergi Sipil – Militer

Tidak semua umat Islam memahami ajaran Islam sama dengan pemahaman kaum Salafi maupun Wahabi. Dengan demikian ada dua pemahaman yang menyebabkan situasi menjadi panas serta terdapat paham yang dapat menyejukkan.

Oleh karena itu materi kotbah, ceramah maupun kajian yang diberikan di dalam masjid maupun dakwah (tabligh) akbar haruslah menyejukkan. Pihak pengelola masjid mauupun panitia dakwah juga harus selektif dalam memilih penceramah, bila perlu diberikan rambu-rambu tentang apa saja materi yang akan diberikan.

Baca Juga :  Apa Sebabnya Hizbut Tahrir Dilarang di Timur-Tengah dan Indonesia ?

Hal ini juga untuk mengikis Stigma bahwa Masjid dijadikan tempat mendoktrin jamaah untuk menjadi ekstrim dan ekslusif atau lebih ke arah pemahaman yang tidak benar dan dilarang oleh negara. Dalam mendatangkan para ustadz untuk mengisi kajian di masjid maupun media dakwah lain harus selektif, carilah ustadz yang memiliki kapabilitas yang mumpuni serta menyejukkan.

Baca juga : Daftar Website Islam yang Bersih dari Paham Radikal

Jangan sampai mengundang ustadz yang kontroversial atau banyak ditentang oleh masyarakat, yang bikin suasana panas dan provokatif. Kedepan para jamaah diracuni paham radikalisme, terorisme, dan isu komunisme. Karena hal tersebut dapat merongrong NKRI, dan membahayakan bagi tetap tegaknya NKRI.

Kita menghargai adanya perbedaan yang ada di Indonesia. Lain halnya dengan radikalisme dan terorisme, karena tidak menghargai keberagaman dan perbedaan seperti yang ada dalam kebangsaan kita yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama.

Islam selalu mengajarkan kedamaian dan jauh dari kekerasan. Jika ada tindak kekerasan dengan mengatasnamakan Islam, maka itu jelas sudah keluar dari konteks Islam.

Baca Juga :  Sumanto Al Qurtuby: "Khilafah Sebagai Propaganda Politik Hizbut Tahrir"

Baca juga : Di Mesir, Ikhwanul Muslimin Disebut Organisasi Teroris

Islam tidak pernah mengajarkan radikalisme apalagi tindak terorisme. Jika ada yang melakukan hal tersebut dengan mengatasnamakan Islam, maka itu bukanlah bagian dari Islam dan harus ditanyakan kembali ke-Islamannya.

Bagaimana cara mengantisipasi penyebaran radikalisme dan terorisme? Untuk mengantisipasinya salah satunya yang terbaik adalah dengan Menjaga Ukhuwah Islamiyah. Di antaranya dengan menjalin silaturrahmi dan kekompakan antara tokoh-tokoh agama, pengurus masjid dalam lingkup desa maupun kecamatan, untuk menyatukan persepsi bahwa radikalisme harus diperangi.

Bagikan ini :