Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

LOCKDOWN Itu Apa Sih, Inilah LOCKDOWN !

LOCKDOWN Itu Apa Sih, Inilah LOCKDOWN !

Page Visited: 40017
Read Time:2 Minute, 15 Second

Sebenarnya saya sudah males menulis tentang virus Corona, tapi berhubung virus ini masih dijadikan alat propaganda politik sebagian orang yang menghendaki Indonesia “chaos” maka saya harus tetap menulis dan menyampaikan argumen. Orang – orang yang dulu pernah teriak “LockDown” itu sebenarnya ngerti dampak yang di timbulkan apa tidak sih?

Gambarannya seperti ini, semua orang dilarang keluar rumah kecuali urgent. Diberlakukan jam malam, sekolah tutup, kantor tutup, pabrik tutup, fasilitas publik dibatasi aksesnya.

Baca juga : Mahfud MD Sebut Koruptor Dana Covid-19 Bisa Dihukum Mati

LockDown di Wuhan China habiskan 20.000 T

Pemerintah harus mensuplai kebutuhan pokok 270 juta jiwa selama minimal 3 bulan (seperti Wuhan – China yang menghabiskan dana 20.000 T – silahkan koreksi jika salah). Aktifitas kumpul – kumpul dilarang, tempat ibadah tutup, shalat jamaah dilarang, perayaan keagamaan dilarang, Jumatan dilarang, arisan dilarang, RTnan dilarang, dll. Lalu apa yang terjadi?

  1. Distribusi sembako mandeg, akhirnya langka, dan harganya selangit. Rakyat bisa mati serentak karena kekurangan bahan makanan bukan mati karena Corona.
  2. Orang rantau yang di kota akan mudik serentak karena libur panjang, Suspect Corona bisa menyebarkan virus secara merata di pedesaan.
  3. Para Kadrun akan akan memprovokasi masyarakan untuk ngamuk dan demo karena pemerintah akan dicap anti Islam.
  4. Karakter rakyat Indonesia itu susah diatur dan tidak taat pemerintah, mana tahan mendekam di dalam rumah selama 3 bulan?
  5. 20.000 T itu sama dengan APBN selama 10 tahun. China hanya me-LockDown satu kota yaitu Wuhan. Nah, Indonesia diminta me-LockDown secara nasional. Bisa gak pemerintah menjamin kasih makan rakyat 270 juta jiwa selama minimal 3 bulan? Mungkin bisa dg cara menambah utang negara. Tapi nanti kalau hutang, oposisi akan teriak, “Presiden Tukang Utang”. Padahal Presiden utang untuk ngasih makan rakyatnya.
  6. Pengangguran akan semakin bertambah, karena aktivitas ekspor impor berhenti.
  7. Indonesia seperti negara mati karena nyaris tidak ada aktivitas manusia.
  8. Pak RT bisa marah karena warganya susah diajak ngumpul bareng, padahal biasanya sebulan sekali wajib kerja bakti.
Baca Juga :  Mengenal Ideologi dan Aliran Pemahaman Pemicu Anti Pancasila dan Anti NKRI

Nah apakah kita sudah siap dengan kondisi seperti itu? Atau bahkan mungkin saja lebih parah dari itu?

Baca juga : Selama Lockdown, Kasus Perceraian di Arab Saudi Capai 7000 Lebih

Tidak harus LocDown

Menurut saya pribadi, apa yang sudah dilakukan Presiden sudah benar, tidak harus LockDown. Cukup isolir para Suspect Corona, obati semampunya. Masyakarat tetap produktif, berkerja seperti biasa, menjaga imunitas tubuh, jaga kesehatan, jaga kebersihan dan higienitas.

Untuk propinsi – propinsi yang banyak Suspect Corona, tidak perlu LockDown propinsi tersebut, cukup kurangi aktifitas sosial yang melibatkan berkumpulnya orang banyak.

Baca juga : Kita Beruntung karena Pemerintah Tidak Menjalankan Locdown

Saya sebagai pengangguran yang penghasilannya tidak tentu, lebih banyak hidup di jalanan daripada di rumah, sepenuhnya mendukung kebijakan pemerintah. Tidak perlu membandingkan Indonesia dengan China, Singapore, Italy, dll. Karena masyakarat +62 itu memiliki karakter yang unik dibanding negara – negara lain.

Bagikan ini :

Mungkin Luput dari Anda