Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Mahfud MD - Indonesia Negara Demokrasi dan Pancasila Sebagai Ideologi

Mahfud MD: Gatot, Amien, RR, dan Din Syamsuddin Tak Bisa Ubah Keadaan.

Mahfud MD: Gatot, Amien, RR, dan Din Syamsuddin Tak Bisa Ubah Keadaan

Page Visited: 2160
Read Time:2 Minute, 21 Second

Mahfud MD SkakMat Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, Amien Rais dan Din Syamsuddin Tak Bisa Ubah Keadaan

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan Mahfud MD bereaksi atas kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo – Maruf Amien, buntut penangkapan aktivis KAMI. Mahfud MD balik menjabarkan hal-hal mengenai sosok 4 tokoh pengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Mereka adalah Gatot Nurmantyo, Rizal Ramli, Amien Rais dan Din Syamsuddin. Hal itu diungkap Mahfud MD di ILC, yang digelar Selasa (21/10/2020) malam.

Dalam kesempatan itu Mahfud juga mengakui bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan memang mengalami penurunan.

“Kalau kepuasan soal lain, wajar tidak puas, mungkin misal soal hukum. Seperti banyak keluhan di MA, karena banyak berikan korting ke koruptor. Orang mungkin banyak marah di situ,” ujar Mahfud.

Menurut Mahfud, pada dasarnya tiap orang punya keterbatasan untuk melakukan sesuatu perubahan. Kendati kekuasaan pernah diraihnya. Dia kemudian menyebut nama Amien Rais, yang pernah menjadi Ketua MPR.

Baca Juga :  Ini Kekayaan Gatot Nurmantyo sang Deklarator KAMI

“Amien Rais? Hebat, dia lokomotif demokrasi. Tapi apakah dia bisa mengubah Indonesia? Selama dia menjadi ketua lembaga tinggi negara? Enggak berubah. Korupsi masih banyak, krona-kroni masih banyak. Padahal dia ketua MPR-nya.”

Bagaimana dengan Gatot?

“Katanya banyak komunis, Pak Gatot pernah jadi Panglima, mana komunisnya enggak ditangkap. Dan sekarang bicara komunis. Kenapa? Bukan Pak Gatot enggak mau, dia enggak berwenang di bidang itu. Pada saat itu,” kata dia lagi.

“Din Syamsuddin, dia pernah berkuasa, menjadi Dirjen. Apa yang dia perbaiki saat itu? Rizal Ramli? Sama. Saya pengen tahu siapa orang yang bisa selesaikan masalah di negeri ini. Enggak ada,” kata dia lagi.

Menurut Mahfud, memang ada pihak-pihak yang selalu berpedoman pada Pancasila untuk menentukan keberhasilan seorang pemimpin. Padahal, tidak semua pemimpin mampu mengejawantahkan Pancasila dengan sempurna.

“Bung Karno jatuh karena dianggap langgar pancasila. Pak Harto jatuh dituduh melanggar Pancasila. Habibie, didemo karena dituduh tidak bisa amankan Indonesia, karena lepaskan Timtim, disebut anti Pancasila, Gus Dur juga sama. Mega jual aset negara, didemo disebut anti Pancasila, SBY sama, bahkan didatangi tentara, karena tidak Pancasila. Dan sekarang (Jokowi) juga sama,” kata Mahfud MD.

Baca Juga :  SIKAP PEMERINTAH AUSTRALIA TERHADAP KHILAFAH

Mahfud kemudian menyinggung nama Gatot jika ke depan akan jadi Presiden RI berikutnya.

Menurut dia, masalahnya masih akan sama, yakni pasti akan selalu dikaitkan dengan keberhasilan menjalankan Pancasila atau tidak.

“Besok kalau Pak Gatot jadi presiden, pasti sama, ada yang mengatakan Anda enggak ngerti Pancasila,” jelasnya.

“Lalu kalau Rizal Ramli, Moeldoko, saya atau Pak Karni jadi presiden, pasti ada orang yang mengatakan kita tidak mengerti Pancasila,” kata Mahfud panjang.

Mahfud sendiri memahami, mengapa pengejawantahan Pancasila tiap pemimpin negara di RI selalu dipersoalkan oleh sejumlah pihak. Sebab tafsir final mengenai Pancasila sejatinya memang belum ada.

“Enggak ada yang ngerti. Setiap orang memberi tafsir sendiri Pancasila. Apakah ini jelek atau tidak. Padahal Pancasila itu konsep prismatik. Yang bagus dari sini masuk, yang bagus dari sini masuk, kebijakan pemerintah tergantung pada pemerintahan dan kebutuhan saat itu,” paparnya. (ummatina/www.hops.id)

Bagikan ini :