Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Mahfud MD Mencium Pelatihan Anak Muda untuk Teror VVIP

Mahfud MD Mencium Pelatihan Anak Muda untuk Teror VVIP

Page Visited: 1654
Read Time:2 Minute, 26 Second

Waspada Terorisme !!! Mahfud MD Dapat Info Ada Pelatihan Anak Muda untuk Teror VVIP

Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengungkap bahwa dirinya mendapat informasi pergerakan teroris muda yang sengaja dilatih untuk menebar teror kepada beberapa pihak.

Menurut penjelasannya, sekelompok anak muda itu dilatih secara khusus untuk melakukan aksi teror kepada pihak tertentu yang secara khusus dipilih menjadi target.

“Saya dapat info ada sekelompok anak-anak muda yang dilatih di suatu tempat khusus untuk meneror VVIP (Very-Very Important Person),” kata Mahfud saat memberi sambutan dalam acara Penyerahan Hasil Evaluasi dan Rekomendasi Kebijakan Kementerian atau Lembaga di Bidang Kesatuan Bangsa yang juga digelar secara live, Rabu (16/12) malam.

Namun Mahfud tak merinci secara spesifik mengenai pihak VVIP yang terancam jadi sasaran teror anak-anak muda yang baru menjalani pelatihan tersebut.

“Saya dapat foto latihannya juga, nah yang seperti ini jadi ideologi itu radikalisme yang mengarah, menghantam ideologi itu satu intoleran, dua yang lebih parah dari itu adalah teror. Teror itu karena paham jihadis. Paham jihad yang salah,” demikian pengakuan mantan Hakim Konstitusi tersebut.

Baca Juga :  Skema Pengumpulan Dana Jaringan Teroris JI Dibongkar Polisi

Dalam kesempatan itu, Mahfud mengatakan saat ini aksi-aksi dan paham-paham radikalisme memang mulai kembali bermunculan. Menurutnya, keutuhan ideologi Indonesia memang saat ini sedang dihadapkam dengan segala bentuk radikalisme.

“Jadi radikalisme sedang ada di tempat kita,” ujar pria yang pernah menjadi Menteri Pertahanan pada masa Kepresidenan Abdurahman Wahid (Gus Dur) di awal reformasi itu.

Terbaru, kata Mahfud, aparat kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap 23 orang teroris dari berbagai tempat. Puluhan orang itu, sambungnya, telah bersiap diri untuk melakukan aksi teror dari mulai mengebom hingga membuat kerusuhan di berbagai tempat.

“Polisi menangkap 23 orang teroris dari berbagai tempat yang kemudian dikumpulkan di Lampung itu lalu diangkut ke Jakarta, sebanyak 23 orang itu sudah mempersiapkan kegiatan-kegiatan teror. Mengebom, membikin kerusuhan dan sebagainya di berbagai tempat,” kata Mahfud.

Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan survei mereka menemukan fakta bahwa potensi radikalisme pada 2020 menurun, terjadi feminisasi radikalisme, urbanisasi radikalisme, radikalisasi generasi muda dan netizen, dan literasi digital yang belum mampu menjadi daya tangkal efektif melawan radikalisasi.

Baca Juga :  Pendukung habib Rizieq Mengganggu Ibu Mahfud Md di Madura

Dalam survei yang digelar bersama lembaga Alvara tersebut, indeks potensi radikalisme pada 2020 mencapai 14,0 (pada skala 0-100) atau turun 12,2 persen dibanding pada 2019 yang mencapai 38,4 (pada skala 0-100).

Survei itu dirilis BNPT pada pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/12) malam.

Menyikapi hasil survei tersebut, Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan seluruh elemen yang terlibat dalam kerja-kerja kontra radikalisme menjadi berpuas diri dan terlena.

Pasalnya, penetrasi dari jaringan teroris internasional dalam proses radikalisasi itu mencoba menyasar generasi milenial dan generasi Z dengan keberadaan dan kemajuan dunia digital.

“Mereka tahu karena yang disasar ini anak muda, jadi bukan lagi yang tua-tua. Bagi mereka yang tua itu masa lalu, tapi masa depan mereka adalah generasi muda,” kata Boy seperti dilansir Antara. (cnnindonesia.com)

Bagikan ini :