Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

KAMI

Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa dari Provokasi KAMI

Page Visited: 2051
Read Time:1 Minute, 45 Second

Mari Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa dari Provokasi KAMI

Baru dua bulan sejak pertama kali KAMI dideklarasikan pertengahan Agustus 2020, di bulan Oktober sudah membuat ulah yang bikin geger Indonesia. KAMI membuat rusuh di mana-mana di berbagai wilayah Indonesia dengan menunggangi aksi demo buruh menolak UU Cipta Kerja.

Kemudian polisi menangkap para anggota KAMI dengan adanya bukti kuat berupa percakapan di Grup WA KAMI, yak percakapan provokasi agar demo tolak UU Cipta Kerja menjadi aksi kerusuhan.

Di antara mereka yang ditangkap tersebut, beberapa di antaranya merupakan petinggi KAMI. Misalnya Anton Permana merupakan deklarator KAMI. Jumhur Hidayat, yang turut ditangkap juga termasuk deklarator KAMI. Kemudian juga Syahganda Nainggolan adalah anggota Komite Eksekutif KAMI.

Grup WA KAMI berisi hasutan dan ujaran kebencian SARA yang arahnya adalah sebagai provokasi agar demo menjadi aksi kerusuhan. Polri memastikan penangkapan dan penahanan terhadap pegiat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sudah berdasar bukti yang kuat. Hal itu diungkapkan Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Awi Setiyono.

Baca Juga :  Seekor Ulat Berdzikir dalam Kisah Nabi Dawud AS

Bukti tersebut berupa percakapan grup WhatsApp (WA), proposal, hingga bukti postingan di media sosial. Bahkan isi percakapan Grup WA KAMI mengarahkan demo ke skenario kerusuhan ’98.

Nah, dari bukti-bukti yang diperoleh Bareskrim Polri di lapangan bisa diambil kesimpulan bahwa KAMI mulai saat ini telah menjadi sarang provokator untuk merusak Indonesia. Apakah pantas KAMI disebut KOALISI AKSI MENYELAMATKAN INDONESIA? Tidak, KAMI lebih tepat disebut sarang provokator untuk menghancurkan Indonesia.

Karena itu keberadaan KAMI harus ditolak oleh segenap rakyat Indonesia. Kita rakyat Indonesia tidak butuh KAMI dari sejak awal dideklarasikan, buktinya deklarasi KAMI ditolak masyarakat dimana-mana di berbagai kota di Indonesia.

KAMI

Mari semua anak bangsa, bersama kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa dari provokasi “KAMI”. KAMI ternyata ada di balik provokasi aksi demo rusuh, Kami ternyata bertindak ngawur karena menyiapkan skenario ’98.

Bagaimana mereka bisa tega ingin menghancurkan negeri sendiri dengan atas nama Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia? Waraskah itu? Normalkah itu? Jadi, kita tidak ingin KAMI tetap eksis di masa-masa yang akan datang.

Baca Juga :  Gatot dan KAMI Layu Sebelum Berkembang Pasca Kepulangan Habib Rizieq

Sekali lagi, mari semua anak bangsa, bersama kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa dari provokasi “KAMI”. Kita bahkan perlu bersikap tegas, keberadaan KAMI harus ditolak oleh segenap rakyat Indonesia.

Bagikan ini :