Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Penjelasan Syaikh Ahmad Tentang Allah Bershalawat kepada Nabi Muhammad

Memahami Tentang Allah Bershalawat kepada Nabi Muhammad

Page Visited: 1840
Read Time:4 Minute, 1 Second

Penjelasan Syaikh Ahmad Tentang Allah Bershalawat kepada Nabi Muhammad

Shalawat (صلوات‎) adalah kata jamak dari kata shalat yang berarti doa, keberkahan, kemuliaan. Satu-satunya perintah Allah Ta’ala yang Allah sendiri melakukannya adalah bersholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Lalu, apa makna Allah Ber-shalawat kepada Nabi?

Semua ulama sepakat bahwa shalawat memiliki keutamaan besar. Shalawat merupakan perintah langsung Allah Ta’ala kepada orang-orang beriman sebagaimana firman-Nya:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏

“Sesungguhnya Allah dan Para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: Ayat 56)

“Ini ayat indah sekali. Ini ayat Madani. Dijelaskan oleh Imam Jalaludin as-Suyuthi dalam Kitab al-Itqam fil Ulumil Qur’an. Kitab ini berkaitan tentang ilmu Al-Qur’an. Beliau menjelaskan kapan ayat itu turun, lokasinya di mana, dan lengkap di situ menjadi rujukan,” kata Syaikh Ahmad Al-Mishri saat mengisi kajian di Masjid Permata Qalbu, Perumahan Permata Mediterania Pos Pengumben, Jakarta Barat.

Dai asal Mesir yang berdakwah di Indonesia itu mengatakan bahwa shalawat Allah dan Para Malaikat berbeda dengan shalawat umatnya kepada baginda Nabi. Shalawat diartikan juga sebagai barakah (keberkahan).

Baca Juga :  Malaikat Berdoa untuk Orang yang Suka Bersedekah

Shalawat Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad artinya pujian Allah kepada Nabi di hadapan para Malaikat. Shalawat Allah kepada Nabi Muhammad adalah rahmat. Sedangkan shalawat Malaikat adalah istighfar (doa) dan permohonan ampun mereka bagi Nabi.

Baca juga : Kumpulan Shalawat Nabi untuk Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Adapun shalawat umatnya kepada Nabi Muhammad merupakan pengagungan (penghormatan) kepada beliau. Bershalawat kepada Nabi menjadi sarana untuk mendapatkan berkah dan ampunan Allah.

Dalam tausiyahnya, Syaikh Ahmad mengenalkan hukum bershalawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ada lebih dari 7 pendapat.

  1. Mustahab (dianjurkan). Ini pernyataan Ibnu Jarir.
  2. Wajib. Ini pernyataan sebagian Mazhab Maliki.
  3. Wajib dalam seumur hidup sekali. Ini dinukil Imam Abu Hanifah, Imam Ibnu Hazm, Ibnu Qurtubi.
  4. Wajib ketika tasyahud akhir. Ini pernyataan Imam Asy-Syafi’i dan pengikutnya.
  5. Wajib dalam tasyahud. Ini pernyataan Imam Ishaq.
  6. Wajib tanpa dibatasi jumlahnya. Ini pernyataan Abu Bakri Ibnu Khair dari Mazhab Maliki.
  7. Setiap majelis dianjurkan bershalawat meskipun hanya mengulang-ulang nama Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Ini pernyataan Imam Al-Auzan.
Baca Juga :  Gus Mus Bukan Penulis Tulisan Viral "Tabiat Tak Bermartabat"

Setiap Berdoa Diperintahkan Bershalawat

Salah satu adab berdoa adalah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم. Kenapa? Karena doa akan tergantung di langit apabila kita tida bershalawat. Seperti puasa kalau tidak bayar zakat fitrah, amalannya masih tergantung (tidak sampai kepada Allah).

Di dalam ayat (Surah Al-Ahzab ayat 56) itu, Allah telah mengabarkan kedudukan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di hadapan para penduduk langit. Allah mengabarkan para penduduk langit agar bershalawat kepada Nabi dan Allah menginginkan di bumi bershalawat menyebut nama Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Baca juga : Kisah Kelahiran Nabi Muhammad, Memancarkan Cahaya Antara Timur dan Barat

Diriwayatkan oleh Al-Wahid dari Muhammad Bin Ssulaiman, beliau berkata: “Allah memuliakan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan firman-Nya.”

Artinya, kemuliaan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم lebih dari Nabi Adam ‘alaihissalam. Ketika Allah ciptakan Nabi Adam ‘alaihissalam, Allah tidak sujud, hanya Malaikat yang bersujud. Berbeda dengan kemuliaan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, Allah perintahkan bershalawat dan Allah Ta’ala sendiri bershalawat untuk memuliakan beliau.

“Berarti ada kemuliaan lebih dibandingkan kemuliaan Nabi Adam ‘alaihissalam. Ada sanad dari Allah Ta’ala yang tak perlu ijazah, yaitu shalawat,” kata Syaikh Ahmad Al-Mishri.

Baca Juga :  Kumpulan Shalawat Nabi untuk Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW

Allah meminta kita agar bershalawat. Maka barangsiapa susah tidurnya kata ulama hendaknya membaca:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓٮِٕكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا‏

Syaikh Ahmad menceritakan, ada jamaahnya memiliki penyakit gula dan susah tidur. Berbagai cara sudah dicobanya namun tetap tak bisa. Lalu dia bertanya dan Syaikh Ahmad memberi doa ini.

“Ini doa bukan dari saya, tapi dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Barang siapa berdiri di depan makam Rasulullaah lalu membaca Surat Al-Ahzab Ayat 56 lalu dia membaca Shallallaahu ‘Alaika Ya Muhammad 70 kali, maka ada Malaikat memanggilmu walau engkau tidak dengar,” kata Syaikh Ahmad.

Malaikat akan membalas Shallallaahu ‘Alaika Ya Fulan, hajatmu terpenuhi. Terkadang kalau sudah di depan Makam Nabi Muhammad, kita susah berkata-kata. Apabila kita melewati Makam Nabi Muhammad dalam keadaan sepi itu nikmat sekali, cuma antara kita dan beliau. Orang yang sering bershalawat akan dikenali oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى اله و صحبه

Wallahu A’lam
(*)

Bagikan ini :