Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Membantah Propaganda Palsu Khilafah Tentang Pajak

Membantah Propaganda Palsu Khilafah Tentang Pajak

Page Visited: 6433
Read Time:1 Minute, 46 Second

Membantah Propaganda Palsu Khilafah Tentang Pajak

Tak Ada Kata Gratis di Dunia Kapitalis, ini kata mereka para pengusung ideologi khilafah. Berangkat dari sini mereka mempromosikan kehidupan serba gratis di negara khilafah jika negara khilafah sudah benar-benar terwujud. Lagi-lagi ini propaganda kosong yang disebarkan para pengusung ideologi khilafah.

Mereka tak segan-segan mengunggah broadcast bahwa dharibah (pajak) hanyalah sumber pemasukan pelengkap. Ini aneh dan janggal. Mereka yang membuat broadcast rupanya tidak sadar atau tidak paham kalau dharibah itu adalah pajak itu sendiri. Yaitu pajak dalam pengertian umum atau global.

Baca juga : Ayik Heriansyah Tentang Pasang Surut Hubungan FPI dan HTI

Pertanyaan mendasar kalau pajak hanya dijadikan pemasukan pelengkap, lalu mereka akan membiayai operasional negara dengan cara apa? Padahal negara apapun dan dimanapun perlu biaya operasional. Perlu biaya untuk urusan militer, gaji tentara, gaji guru. Negara juga perlu biaya untuk industri alat-alat militer, biaya pembangunan infrastruktur, biaya gaji pegawai di berbagai lembaga dan instansi yang jumlahnya tentu sangat banyak.

Baca Juga :  Pengasong Khilafah Kufur Atas Nikmat Negara NKRI

Dan masih banyak lagi hal yang memerlukan biaya, dari mana semua biaya ini didapatkan kalau bukan dari pajak? Pasti dari pajak dong? Mungkin namanya bukan pajak, misalkan dharibah atau lainnya, tetapi hakekatnya adalah pajak juga kan..

Baca juga : Jangan Tertipu Bendera HTI yang Diatas-namakan Bendera Rasulullah

Hal ini terbukti ada beberapa istilah lain dari pajak dalam bahasa Arab:

  • Al-Maks yaitu pungutan berupa pengurangan, pengambilan atau perampasan.
  • Usyur dipungut sejumlah 10% dari pedagang lintas wilayah yang melewati perbatasan atau memasuki pasar di luar wilayahnya.
  • Kharaj dipungut berdasarkan kepemilikan tanah, di masa lalu dikenakan pada tanah pertanian dan dikeluarkan dari hasil panen.
  • Jizyah dipungut per orang sebagai balasan dari jaminan perlindungan yang diberikan negara.

Jadi intinya bahwa sistem khilafah yang mereka gembar-gemborkan sebagai sistem kehidupan di sebuah negara yang serba gratis dan tidak ada pajak adalah propaganda penuh tipuan. Masyarakat harus cerdas sebab di zaman ini semuanya harus ditakar dengan logis.

Baca juga : Propaganda HTI Masih Aktif Meskipun Sudah Menjadi Ormas Terlarang

Baca Juga :  Benarkah Negara Khilafah Islamiyah Menjadi Solusi Pendidikan Gratis ?

Dan belum ada negara khilafah zaman now yang bisa memberikan bukti akan hal tersebut, bahkan yang ada malah membuktikan kacaunya sistem khilafah sebagaimana yang dipertunjukkan negara khilafah ISIS. (qa/ummatina)

Bagikan ini :