Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Menangkal Radikalisme dengan Merawat Pancasila

Menangkal Radikalisme dengan Merawat Pancasila

Page Visited: 614
Read Time:1 Minute, 51 Second

Sebagaimana halnya kita merawat diri sendiri, Pancasila sebagai falsafah negara juga perlu dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Nilai yang terkandung dalam Pancasila sangatlah efektif dan masih relevan dalam konteks zaman sekarang untuk membangun bangsa Indonesia dari keterpurukan yang dialami masyarakat Indonesia pada saat pandemi Covid-19 ini, baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun politik. Kita berdoa dan berharap negara ini tetap berdiri kokoh dan bangsa Indonesia tetap bersatu di bawah panji Pancasila.

Pancasila dalam konteks Inndonesia yang memiliki keberagaman adalah modal dasar yang mesti kita rawat demi menjaga persatuan dengan cara menghormati satu sama lain. Kita bisa saling memberi pemahaman terhadap sesama anak bangsa mengenai lima butir Pancasila, memfilter budaya asing yang masuk di Indonsia serta memelihara sikap kejujuran dan bertanggung-jawab.

Sedangkan untuk mencegah radikalisme, negara mesti hadir dalam konstelasi kehidupan manusia yang memiliki latar belakang yang berbeda, memperbaiki sistem pemerintahan yang tidak sesuai dengan etika kehidupan berbangsa dan bernegara, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai literasi media yang menggaungkan narasi persatuan bagi masyarakat yang belum memiliki wawasan yang cukup, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak pro pada pentingnya persatuan. Dan yang lebih penting tidak menanamkan ideologi lain selain Pancasila.

Baca Juga :  Kriminalisasi Kiai dan Pondok Pesantren Tidak Ada dalam RUU Cipta Kerja

Sebagai warga negara Inonesia kita mesti menolak paham radikal karena pada prinsipnya paham radikal tidak akan mampu membuat diri kita atau bangsa kita lebih maju maju, baik dari segi pendidikan, ekonomi, politik, dan lain sebagainya.

Nilai persatuan yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila kini ditaburi bias-bias propaganda paham radikal yang merasuk dan merusak semangat jiwa persatuan bangsa Indonesia. Bagaimanapun eksistensi Pancasila menjadi terusik dan semakin mengkhawatirkan karena Pancasila agaknya mengalami degradasi.

Pancasila yang semula menjadi acuan dalam hidup sehari-hari, kini seakan hanya tinggal narasi yang terpajang manis sebatas hiasan dinding. Kasus yang terjadi belakangan ini, maraknya demo-demo yang melanggar protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 merupakan konsekuensi logis bahwa telah terjadi pelemahan yang cukup mengkhawatirkan dari penanaman nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat Indonesia. Dulu kita telah menanamkan nilai-nilai Pancasila, tetapi harus diakui kita kurang merawatnya secara kontinyu.

Mari, kita sebagai warga negara Indonesia bersama-sama merawat Pancasila yang berarti juga merawat keberagaman, merawat persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang Pancasilais. NKRI Harga Mati, Kita Rawat Pancasila, Indonesia Jaya.

Bagikan ini :