Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Cegah Radikalisme dengan Moderasi Agama

Mencegah Radikalisme dengan Moderasi Beragama

Page Visited: 1508
Read Time:1 Minute, 48 Second

Mencegah Radikalisme dengan Moderasi Beragama

Pemerintah bersama elemen masyarakat terus berupaya mencegah arus intoleransi dan radikalisasi yang ada di masyarakat Indonesia. Upaya terkiniu adalah melalui moderasi beragama yang harus dilakukan secara terstruktur dan masif.

Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Musdah Mulia mengatakan bahwa moderasi beragama memerlukan rekonstruksi budaya dan dilakukan melalui pendidikan, terutama pendidikan di dalam keluarga. Musdah Mulia mengemukakan hal itu, dalam webinar yang diselenggarakan DPP PIKI-Paritas Institute, Kamis (23/7).

Hadir pula sebagai narsumber webinar Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama Nifasri.

“Kita enggak bisa menebarkan moderasi beragama kalau di dalam keluarga tidak ditanamkan sejak dini, dengan membangun sikap toleran, menghargai orang lain, hingga menghargai sesama,” ujar Musdah.

Ia juga berpandangan bahwa reinterpretasi atau penafsiran ulang terhadap ajaran beragama perlu dilakukan khususnya pada kelompok-kelompok rentan, seperti kelompok usia remaja, yang belum memahami dengan teguh terkait ajaran beragama sehingga gampang terpengaruh ajaran berbau radikalisme.

Baca Juga :  Pengakuan Sugi Nur, Menghina NU Karena Dipancing Refly Harun

Kita semua perlu waspada karena masih sering muncul kelompok-kelompok agama garis keras yang menentang moderasi beragama. Mestinya pemerintah menindak tegas kelompok-kelompok tersebut sekaligus menanamkan kembali penguatan nilai-nilai Pancasila.

Akan sulit merealisasikan moderasi beragama kalau masih ada yang menyuarakan ketidaksetujuan mereka terkait moderasi beragama. Bahkan mereka seringkali menyuarakan tentang bahayanya Islam moderat.

Semua pihak harus saling bergandengan tangan untuk membantu meminimalkan arus intoleransi dan radikalisasi pada masyarakat. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Pada era digital ini telah terjadi gangguan pola pikir karena semua informasi dan pelbagai pemikiran terhubung secara global. Termasuk di dalamnya soal-soal radikalisme agama yang memang menjadi tren global.

Inilah penyebab ideologi radikalisme masuk ke Indonesia. Akibat pemahaman itu dilakukan secara sistematis maka cara untuk menangkalnya juga diperlukan upaya sistematis, masif, terstruktur dan terukur.

Salah satu caranya harus ada upaya fundamental dengan upaya moderasi agama itu untuk mencegah penetrasi radikalisme masuk dalam lingkungan pendidikan kita.

Baca Juga :  Cirikhas Aswaja atau Ahlussunnah Waljamaah

“Moderasi mendorong terciptanya kerukunan di tingkat nasional maupun global. Moderasi beragama mendorong terciptanya harmoni keluarga dan masyarakat. Peran strategis FKUB perlu didorong untuk meningkatkan moderasi beragama untuk mencegah konflik, dan radikalisme,” kata Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin pada Selasa (3/11/2020) sebagaimana dikutip beberapa media online.

Cegah Radikalisme dengan Moderasi Agama
Bagikan ini :