Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Polri Bongkar Pola Rekrutmen Pasukan Jihadis JI

Mengejutkan! Polri Bongkar Pola Rekrutmen Pasukan Jihadis JI

Page Visited: 919
Read Time:1 Minute, 55 Second

Mengejutkan! Polri Bongkar Pola Rekrutmen Pasukan Jihadis Jamaah Islamiyah

JAKARTA – Mabes Polri berhasil membongkar pola rekrutmen para calon jihadis organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Indonesia. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menyebutkan, kelompok JI merekrut para lulusan terbaik di berbagai Pondok Pesantren (maksudnya Ponpes beraliran Wahabi) untuk menjadi calon jihadis.

“Mereka merekrut dari pondok-pondok pesantren yang tentunya berafiliasi dengan JI untuk dijadikan pasukan,” ungkap Brigjen Rusdi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Dia menjelaskan, para calon anggota JI yang dipilih adalah mereka yang memiliki kecerdasan dan loyalitas tinggi.

“Di samping itu yang tidak kalah penting kemampuan fisik ini menjadi pertimbangan JI merekrut pasukan JI,” ungkapnya. Pihaknya menduga pondok pesantren yang santrinya direkrut oleh JI memiliki keterlibatan dengan organisasi teroris itu.

“Diduga ada keterlibatan juga dari tokoh-tokoh di pondok pesantren itu,” kata Rusdi. Namun demikian, Brigjen Rusdi tidak menjawab ketika ditanya nama-nama Ponpes yang terlibat, dia menolak menyebutkan dengan dalih masih dalam proses pendalaman oleh Densus 88 Antiteror Polri.

Baca Juga :  NU Jatim Minta Ribuan Kotak Amal untuk Pendanaan Teroris Diusut Tuntas

Baca juga: Pusat Latihan Generasi Teroris JI Dibongkar Densus 88 Polri

Sebelumnya Densus 88 Antiteror Polri menemukan sebuah sasana bela diri di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), yang diketahui merupakan milik kelompok teroris Jamaah Islamiyah.

Densus 88 Antiteror Polri menemukan sebuah sasana bela diri di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.

Berdasarkan temuan Densus 88 Antiteror, kelompok JI memiliki 12 lokasi serupa di Jateng. Sasana bela diri di Ungaran tersebut berbentuk beberapa rumah villa. Tempat tersebut digunakan untuk pelatihan bela diri kelompok JI.

Selain itu, di sasana beladiri tersebut juga diajarkan cara merakit bom dan bagaimana cara meloloskan diri saat menghadapi penyergapan.

Para pengikut kelompok JI yang berlatih beladiri di Sasana Bela Diri di Ungaran dipersiapkan untuk berangkat ke Suriah.

Baca Juga: Bergaya “Arab Spring”, Upaya Suriahkan Indonesia Gagal

Kelompok teroris JI bahkan mengeluarkan biaya sekitar Rp 65 juta per bulan untuk membiayai pelatihan bela diri dan merakit bom bagi para anggotanya tersebut.

Untuk satu angkatan yang dilatih di Sasana Bela Diri di Ungaran diketahui berlangsung selama enam bulan. Sementara untuk memberangkatkan para anggotanya ke Suriah, kelompok teroris Jamaah Islamiyah merogoh kocek hingga Rp 300 juta.

Baca Juga :  Mahfud MD Mencium Pelatihan Anak Muda untuk Teror VVIP

Dana tersebut diperoleh dari infaq dan iuran para anggota JI sendiri. Ada sekitar 6.000 anggota kelompok JI yang aktif sampai saat ini. Kepala pengajar bela diri dan militer di sasana tersebut adalah Joko Priyono alias Karso yang sekarang sudah berstatus narapidana. (antara)

Bagikan ini :