Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Ibu-ibu Muslimah HTI Hadiri Konggres di Dumai Tahun 2016

Ibu-ibu Muslimah HTI Hadiri Konggres di Dumai Tahun 2016

Mengenal Cara HTI Rekrut Anggota dari Ibu-ibu Muslimat NU

Page Visited: 701
Read Time:1 Minute, 13 Second

Waspada dan Kenalilah! Begini Cara HTI Rekrut Anggota dari Ibu-ibu Muslimat NU

Untuk menghindari pengaruh HTI, khususnya para anggota Muslimat NU dan seluruh ibu-ibu pada umumnya diminta berhati-hati ketika diajak mengikuti kegiatan pengajian baru, sebab ada beberapa ibu-ibu yang merasa dijebak dengan pengajian baru tersebut.

Hal ini seperti diungkapkan Siti Bilqis Rochmi, salah seorang Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, Banten, kepada NU Online melalui pesan singkat. Senin (9/2/2020)

Bilqis menegaskan, walaupun secara sepintas namanya hampir sama dengan Muslimat NU, namun ternyata ada perbedaan yang mendasar antara “Muslimat” dan “Muslimah”.

“Beda ya antara Muslimat dan Muslimah, kalau Muslimat itu ibu-ibu Muslimat NU, kalau Muslimah milik HTI (Hizbut Tahrir Indonesia),” kata Mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta itu.

Untuk merekrut ibu-ibu Muslimat NU, lanjut Bilqis, mereka (Muslimah HTI) ikut mengaji di mushola-mushola dan pengajian ibu-ibu NU. Kemudian ketika sudah mulai akrab, jamaah pengajian diundang untuk melakukan kunjungan balasan dengan ikut mengaji ke rumah atau pengajian muslimah HTI.

Baca Juga :  Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi
Ibu-ibu Muslimah HTI Hadiri Konggres di Dumai Tahun 2016.
Konggres Ibu-ibu Muslimah HTI di Dumai Tahun 2016

Menurut pengalaman Bilqis, masih banyak ibu-ibu NU yang tidak mengetahui tentang kelompok pengajian Muslimah, sehingga dia menyampaikan kepada pengurus Muslimat NU untuk tidak mengikuti pengajian muslimah, karena di sana akhirnya pasti akan diajak untuk masuk HTI.

Seperti diketahui, HTI adalah organisasi transnasional yang ingin mengubah dasar, bentuk dan sistem kenegaran Republik Indonesia dengan mendirikan khilafah Islamiyah ala Hizbut tahrir di Indonesia. (qa/Aiz Luthfi/Mahbib/NUOnline)

Bagikan ini :