Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

MERUSAK MORAL BANGSA DENGAN KEDOK AGAMA

Mewaspadai Pengasong Khilafah Perusak Moral Bangsa

Page Visited: 2407
Read Time:2 Minute, 19 Second

MERUSAK MORAL BANGSA DENGAN KEDOK AGAMA

Bagaimana cara merusak moral dan mental bangsa yang terbukti efektif? Sebuah hasil studi dari riset psikologi yang dilakukan oleh Universitas Nebraska pada para tahanan perang Korea mengungkapkannya.

Perang Korea ternyata adalah perang yang paling banyak membunuh tahanan tentara AS meski pun ditahan di kamp-kamp yang tidak dianggap kejam. Salah satu taktik untuk membunuh tahanan yang paling efektif meski pun tidak tampak kejam adalah dengan menghancurkan moral para tahanan.

Caranya adalah dengan menghancurkan motivasi mereka untuk bertahan hidup. Jadi mereka tidak disiksa tapi justru dibikin putus asa dan kehilangan gairah hidup. Nama penyakitnya adalah ‘mirasmus’ atau ‘kurangnya pertahanan, kepasifan’. Angka kematian perang kamp Korea Utara mencapai angka 38% – angka kematian tertinggi sepanjang sejarah militer Amerika Serikat.

Baca juga : KH. Hasyim Muzadi Pernah Sebut HTI Akan Bentrok dengan Negara

Bagaimana cara menghancurkan mental para tahanan? Ada empat taktik utama yang digunakan. Pertama, menjadikan para tahanan saling bermusuhan. Dengan demikian tidak ada rasa kesetiakawanan lagi antara mereka karena hubungan mereka dihancurkan satu sama lain.

Baca Juga :  Mengenal Strategi Penetrasi Paham Khilafah di Kampus

Kedua, membuat diri sendiri merasa tidak berharga dengan meminta mereka mengakui atau menceritakan kesalahan dan keburukan yang pernah mereka lakukan dalam hidup mereka di depan para sesama tahanan. Dengan demikian kepercayaan dan harga diri mereka digerus sedikit demi sedikit.

Ketiga, menghilangkan kesetiaan pada atasan dan negara. Para prajurit diruntuhkan kesetiaan dan hormatnya pada atasan dan negara mereka. Tidak ada lagi rasa hormat dari para prajurit pada atasan mereka atau pun pada negara. Jadi ketika ada kolonel yang mengingatkan anak buahnya untuk tidak minum air dari sawah karena sudah tercemar maka sang prajurit akan menolak mematuhinya karena tidak ada lagi kepangkatan yang perlu dipatuhi.

Keempat, menyembunyikan hal-hal positif dan membanjiri mereka dengan berita-berita negatif. Dengan demikian para tahanan ini akan merasakan hidupnya tidak lagi berharga dan merasa tidak ada lagi yang perlu dipertahankan dalam hidup ini.

Baca juga : Mengenal Masirah Kubra HTI di Indonesia

Taktik ini berhasil membuat para tahanan menjadi putus asa dan tidak memiliki keinginan hidup lebih lama. Begitu semangat hidup mereka hancur maka tak lama kemudian mereka akan mati tanpa penyakit yang jelas.

Baca Juga :  Pengalaman Masuk Markas HTI, Bongkar Kebohongan HTI yang Ngaku Tak Punya Bendera

Semua kisah ini bisa dibaca pada buku ‘HOW FULL IS YOUR BUCKET’ karya Tom Rath dan Donald O. Clifton PhD. Buku setebal 130 halaman ini termasuk New York Times #1 Bestseller.

Patuh pada pemerintah dianggap mati kafir

Apa yang terjadi saat ini? Saat ini kita bisa melihat betapa miripnya suasana yang terbangun di masyarakat. Saat ini rakyat Indonesia seperti terbelah dua karena adanya pilpres. Bukan hanya sesama warga. Bahkan sesama muslim terbelah dan saling bermusuhan dengan tajam.

Ada pihak-pihak tertentu yang bahkan menuduh dengan terang-terangan bahwa pemerintahan Indonesia adalah pemerintahan thagut dan nantinya siapa yang patuh pada pemerintah akan dianggap mati kafir. Inilah kekonyolan yang nyata, “mereka merusak moral bangsa dengan kedok agama”.

Oleh: Satria Dharma

Bagikan ini :