Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Munarman FPI Sebut Habib Rizieq Gunakan Kata Kasar dalam Ceramah Agar Mudah Dipahami Jemaah

Munarman FPI: Habib Rizieq Gunakan Kata Kasar Agar Mudah Dipahami

Page Visited: 620
Read Time:1 Minute, 43 Second

Munarman FPI Sebut Habib Rizieq Gunakan Kata Kasar dalam Ceramah Agar Mudah Dipahami Jemaah

Gaya ceramah Imam Besar FPI, Rizieq Shihab yang menggunakan kata-kata kasar mendapat kritikan dan cibiran dari sejumlah pihak dan terkesan kontroversial. Bahkan ketika melihat gaya ceramah Habib Rizieq banyak yang mempertanyakan missi “revolusi akhlak” yang digaungkannya sejak masih di Arab Saudi menejelang kepulangannya ke Indonesia.

Mengomentari gaya ceramah Rizieq yang dianggap kasar oleh sebagian kalangan masyarakat tersebut, Munarman yang menjadi Sekretaris Umum DPP FPI, angkat bicara terkait ceramah Habib Rizieq Shibab yang sering kali menggunakan kata-kata kasar dan intonasi menghentak-hentak itu.

Menurutnya, tablig akbar yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab selalu dihadiri banyak jemaah. Maka, tak heran, kata Munarman, Habib Rizieq butuh intonasi tinggi dan pemilihan diksi yang cenderung pedas untuk membuat jemaah bisa memahami konten yang disampaikan Habib Rizieq.

“Ketika di panggung, audiens yang hadir di depan Habib Rizieq itu spektrumnya luas. Jadi saya melihatnya gaya ceramah dan kritik seperti itu supaya gampang dipahami oleh audiens,” ujar Munarman seperti dilansir dari Suara.com, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga :  Habib Rizieq Positif Covid-19, Lokasi Isolasi Mandiri Didemo Warga

Oleh karenanya, Habib Rizieq tak selalu menyampaikan materi dengan kata-kata kasar, ia juga tak jarang memberikan materi ceramah dengan pembawaan yang lebih tenang dan lembut.

“Anda bisa bandingkan ketika Habib Rizieq ceramah di Makkah, bandingkan dengan ceramah Habib Rizieq di Indonesia, itu berbeda,” tutur Munarman memberikan contoh perbandiongan.

Munarman mengambil contoh ketika Habib Rizieq mengisi forum simposium Mewaspadai Kebangkitan PKI bersama para jenderal di Balai Kartini. Ceramah tersebut diisi dengan pembawaan yang keras.

Lebih lanjut, Munarman memaklumi, masyarakat yang belum terbiasa dengan gaya ceramah Habib Rizieq akan kaget saat mendengarnya.

Oleh sebab itulah, Munarman membantah persepsi masyarakat yang menilai ceramah Habib Rizieq dapat meracuni publik bahkan membuat para pengikutnya mengikuti apa yang dikatakan Habib Rizieq.

“Saya kira masyarakat Indonesia tidak begitu saja terpengaruh, karena ceramah Habib Rizieq sejak 1998 memang begitu. Habib Rizieq sebetulnya mengawali karir ceramah dari kampung ke kampung dan tidak pernah kejadian itu kemudian membuat masyarakat itu jadi terprovokasi,” kata Munarman memberi alasan dan pembelaan atas gaya dan sikap Habib Rizieq saat berceramah. (*)

Bagikan ini :