Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi

Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi

Page Visited: 3975
Read Time:4 Minute, 58 Second

Mengenal Nabi Muhammad, Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi Sejak Nabi Adam hingga Hari Kiamat

Ada beberapa Keistimewaan Nabi Muhammad yang tidak dimiliki manusia di jagad raya ini. Sosok Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam (SAW) sangat pantas diagungkan karena memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki manusia lainnya. Nabi Muhammad adalah manusia yang tidak seperti manusia biasa pada umumnya.

Walaupun beliau seorang manusia, namun Nabi Muhammad SAW telah diberi karunia Allah Ta’ala dengan akhlak terpuji dan sifat-sifat yang mulia.

Keistmewaan ini menjadi tanda bahwa beliau adalah orang terpilih. Karena itu ulama sering menyebut Nabi Muhammad SAW dengan sebutan “Basyarun Laa Kal-Basyar” (manusia yang bukan seperti manusia). Allah memberikannya mukjizat dan tanda kebesaran-Nya untuk sebagai bukti kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Baca juga : Mahfud MD : Haram Tiru Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Saw

Sejak beliau lahir tanpa aib dan sudah dikhitan sampai bisa berkomukasi dengan Malaikat. Manusia tidak dituntut untuk bisa seperti beliau, tetapi diperintahkan untuk meneladani akhlak dan mengikuti ajaran dan sunnah-sunnah beliau. Inilah bentuk keadilan Allah Ta’ala.

Nabi Muhammad Manusia Paling Istimewa di Muka Bumi

Dalam Buku “Manusia Yang Tidak Seperti Manusia”, Ustaz Ahmad Zarkasih Lc (pengajar rumah Fiqih Indonesia) mengemukakan beberapa keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca juga : Kenapa Sistem Pemerintahan Nabi Muhammad Haram Ditiru Ummatnya?

Berikut ini adalah sebagian keistimewaan Nabi Muhammad saw:

  1. Keringat Nabi Muhammad Jadi Minyak Wangi.
    Dalam hadis yang diceritakan oleh Sayyidina Anas bin Malik RA dan ini direkam oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya, beliau bercerita tentang ibunya yang menjadikan keringat Nabi SAW sebagai minyak wangi. Dari Anas bin Malik RA, beliau mengatakan: “Nabi SAW masuk ke rumah kami dan beliau qailulah (tidur siang) di tempat kami. Ketika tidur itu, Nabi berkeringat, kemudian ibuku datang membawa botol, dan keringat Nabi SAW ditampung ke dalam botol itu. Kemudian ketika Nabi SAW bangun dari tidurnya, beliau bertanya kepada ibuku: “Wahai Ummu Sulaim, apa yang sedang engkau perbuat?”, Ummu Sulaim mengatakan: “Ini keringatmu, wahai Rasulullah, aku jadikan minyak wangi. Dan ini adalah minyak wangi yang paling wangi”. (HR Muslim)
  2. Ludah Nabi Muhammad Jadi Obat.
    Direkam oleh banyak perawi hadis, Sahabat Thalq bin ‘Ali mengaku pernah digigit oleh kalajengking di kakinya, lalu Nabi SAW meludahi kakinya pada bagian yang digigit itu dan mengusapnya. Seketika hilang sakit dan berhenti darahnya keluar. Thalq bin Ali mengatakan: “Aku digigit oleh kalajengking ketika aku di dekat Nabi SAW lalu beliau meludahi kaki dan mengusapnya”. (HR Ahmad, dan Ibn Hibban)
  3. Tidak Memiliki Bayangan.
    As-Sayyid Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas al-Maliki, ulama kenamaan Makkah al-Mukarramah, dalam Kitabnya “Mafahim Yajib an Tushahah” menyebutkan beberapa kekhususan yang dimiliki oleh Nabi SAW, di antaranya adalah bahwa Rasulullah SAW tidak memiliki bayangan. Karena memang beliau SAW adalah cayaha, dan cahaya tidak pernah memilki bayangan. Nabi tidak memiliki bayangan, dan tidak juga ketika ada sinar matahari. Tidak adanya bayangan Nabi disebabkan bahwa beliau adalah cahaya, bukan karangan semata. Ini didukung oleh doa Nabi SAW yang meminta kepada Allah untuk dijadikan sebagai cahaya. Ini disebutkan oleh Imam Muslim dalam Kitab hadis yang menjelaskan tentang bacaan Nabi dalam doa di sujudnya: “Ya Allah jadikanlah di dalam hatiku cahaya, di pendengaranku cahaya, dalam penglihatanku cahaya, di sebelah kananku cahaya, sebelah kiriku juga cahaya di depanku cahaya, dan di belakangku cahaya, serta di atasku cahaya, juga di bawahku cahaya dan jadikanlah untukku cahaya”. Atau (riwayat lain) jadikanlah aku cahaya. (HR Muslim)
  4. Tidurnya Hanya Tidur Mata.
    Suatu waktu Nabi SAW pernah ditanya oleh istrinya Sayyidah ‘Aisyah RA tentang tidurnya selepas salat witir. ‘Aisyah bertanya kepada Nabi SAW: “Wahai Rasulullah apakah engkau tidur setelah salat witir?”. Beliau SAW menjawab: “Betul, Aisyah. Sesunguhnya mataku tertidur akan tetapi hatiku tidak pernah tidur”. (HR Malik)
Baca Juga :  Habib Ali Al-Jufri: Seruan Khilafah Bukan untuk Tegakkan Islam

Ini sejalan dengan apa yang disebutkan oleh beliau sendiri bahwa para Nabi Allah tidaklah tidur kecuali hanya mata mereka saja yang terpejam. Sedangkan hati mereka tidak pernah tidur dari berdzikir kepada Allah Ta’ala. “Dan begitu juga, para Nabi Allah tidur hanya matanya saja sedangkan hatinya tidak pernah tidur”. (HR Al-Bukhari)

Baca juga : Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dan Kisah Kematian yang Indah

  1. Tidak Pernah Menguap.
    Dalam Kitab al-Khashaish al-Kubra, Imam As-Suyuthi menyebutkan riwayat tentang Nabi SAW yang sepanjang hayat tidak pernah menguap. Di-takhrij oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitabnya al-Tarikh dan juga Ibn Abi Syaibah dalam mushannaf-nya, dan dari Ibn Sa’d dari Yazid bin al-Ashamm, beliau berkata bahwa Nabi SAW tidak pernah menguap sama sekali.
  2. Bisa Melihat dari Balik Badan.
    Dalam riwayat Imam Muslim, selepas salat berjamaah, Nabi SAW menyampaikan kepada para sahabat bahwa beliau bisa melihat apa yang terjadi di belakang beiau sepanjang salat. “Wahai manusia, aku adalah imam kalian, maka janganlah kalian mendahuluiku ruku’, juga jangan mendahuluiku sujud, dan jangan juga berdiri serta menyelesaikan salat, sesungguhnya aku bisa melihat kalian dari depan ku dan juga dari belakangku”. (HR Muslim)
  3. Melihat dan Mendengar Ringkihan Langit.
    Dalam riwayat Imam at-Tirmidzi dari sahabat Abu Dzar RA, Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya aku melihat apa yang kalian tidak lihat, dan aku mendengar apa yang kalian tidak dengar; ringkihan langit. Dan memang pantas langit bersuara ringkih karena di setiap jarak 4 jari di langit ada Malaikat yang menaruh keningnya untuk sujud kepada Allah. Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, kalian akan sedikit tertawa dan banyakmenangis”. (HR Tirmidzi)
  4. Tidak Pernah Ihtilam (Mimpi Basah).
    Ihtilam adalah keluarnya air mani karena sebab mimpi atau fantasi. Orang kebanyakan Indonesia menyebut ihtilam dengan sebutan mimpi basah. Dan itu tidak pernah terjadi pada diri Nabi Muhammad SAW. Dalam kitab hadits Al-Mu’jam al-Kabir, Imam at-Thabrani mengeluarkan sebuah riwayat dari Sayyidina Ibn ‘Abbas: “Bahwasanya Nabi SAW tidak pernah ber-ihtilam”. (HR at-Thabrani).
Baca Juga :  Gus Nadir Ajak Penyebar "Islam Ramah" Kreatif Bukan Reaktif

Inilah sebagian kecil dari keistimewaan yang dimiliki Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam. Ini merupakan bukti kenabian dan juga mukjizat dari Allah Ta’ala. Artinya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia sebagaimana umatnya, akan tetapi Allah menjadikan beliau sebagai manusia yang tidak seperti manusia pada umumnya.

Baca juga : Rasulullah SAW sang Maha Cinta Insani

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad dan keluarga beliau serta orang yang mengikuti beliau.

Bagikan ini :