Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Nasehat dari Suriah untuk Bangsa Indonesia

Page Visited: 1364
Read Time:2 Minute, 28 Second

Nasehat dari Damaskus untuk Bangsa Indonesia, “Jangan Suriahkan Indonesia!”

Al-Maghfurlah Syeikh Adnan Al-Afyouni, yang waktu itu masih sebagai Mufti Damaskus sekaligus Ketua Dewan Rekonsiliasi Nasional Suriah memberikan pesan dan nasehat kepada bangsa Indonesia terkait penyebab konflik di negaranya.

Pesan dan nasehat tersebut disampaikan saat seminar kebangsaan bertajuk ‘Jangan Suriahkan Indonesia‘ yang digelar Ikatan Alumni Syam Indonesia (Isyami), Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Syeikh Adnan Al-Afyouni mengingatkan mengenai kondisi Suriah yang mengalami krisis luar biasa setelah masyarakat kacau karena kepentingan politik yang dibalut agama.

Dia menyatakan, konflik yang terjadi di Suriah bukan dilatarbelakangi urusan agama, tapi politik.

“Krisis Suriah merupakan krisis politik secara otomatis. Dan ini merupakan cerminan konflik global di mana mereka bertempur memperebutkan kepentingan,” ujar Adnan.

Menurut Adnan, ada banyak negara yang terlibat dalam konflik Suriah. Mereka saling berperang memperjuangkan kepentingannya masing-masing. Salah satunya dengan menghancurkan negara tersebut dan menguasai kekayaan alamnya.

Mereka menjerumuskan masyarakat Suriah dalam konflik tersebut. Padahal selama ini masyarakat Suriah dikenal hidup rukun. Tidak pernah ada pertikaian antar-etnik maupun golongan.

Baca Juga :  Gus Yaqut Jadi Menag, Ferdinand Hutahaean Sebut Jokowi Serius Lawan Radikalisme

Namun mereka berhasil dipecah dengan isu agama.

Ulama Suriah itu menyebut, di negaranya pemerintah menggratiskan biaya pendidikan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Biaya kesehatan juga digratiskan. Segala sesuatu yang menjadi kebutuhan pokok dijamin oleh pemerintah.

Sehingga tidak ada lagi celah yang bisa dimainkan untuk memecah belah Suriah kecuali dengan isu agama.

“Maka dari celah ini mereka yang berkonflik melakukan fitnah melalui celah agama. Mereka mulai menebar permusuhan bahwa akan ada pembunuhan kepada orang Kristen atau orang Syiah padahal semua ini tidak ada. Mereka buat ini supaya panas,” ungkap Adnan.

Mereka ingin Suriah bernasib seperti Tunisia, Mesir, Yaman, hingga Libia di mana konflik diciptakan hingga pemerintahan yang sahnya berhasil digulingkan. Namun upaya menghancurkan Suriah gagal.

“Itu semua tidak berhasil karena mayoritas rakyat Suriah tak rela apabila agama dilakukan untuk perebutan kekuasaan. Dan tentara Suriah, dan para pemuda siap mempertahankan Suriah sampai kapanpun,” dia menegaskan.

Sejatinya, problem yang dihadapi Suriah bukan bersumber dari rakyatnya, tapi dari luar. Kini, rakyat Suriah yang sempat terpecah belah telah sepakat melakukan rekonsiliasi. Presiden Bashar Al-Assad telah membuka pintu maaf bagi pihak yang memusuhinya dan menawarkan damai.

Baca Juga :  Bela NKRI Merupakan Bagian dari Jihad

“Kami di Suriah sangat meyakini kebenaran Islam dan Nabi Muhammad, maka kami tak akan menyianyiakan satu nyawa pun. Kami akan selalu menempatkan kepentingan Suriah di atas apapun. Kami tidak akan lagi saling menyalahkan dan akan fokus rekonsiliasi. Dan kami sepakat membangun Suriah bersama-sama,” kata Adnan.

Mereka yang dulu saling berperang kini telah berada dalam satu barisan membangun Suriah. Sebab kemenangan tidak akan ada harganya jika mereka akhirnya tidak memiliki negara.

Adnan berpesan kepada masyarakat Indonesia dari berbagai elemen agar bersatu dan menjunjung tinggi kepentingan negara di atas kepentingan lainnya.

Adnan ingin masyarakat Indonesia mengambil pelajaran dari konflik yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah.

“Bagi orang yang berakal, mukmin sejati yang cinta kepada Allah, Rasulullah, tidak mungkin mereka memercikkan api konflik kepada negaranya. Dan mukmin sejati bisa mengorbankan dirinya demi kepentingan orang banyak,” ujarnya. (*)

Bagikan ini :