Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

NKRI HARGA MATI, HIDUP DAN MATI SEBAGAI INDONESIA

Page Visited: 1031
Read Time:2 Minute, 13 Second

NKRI HARGA MATI, HIDUP DAN MATI SEBAGAI INDONESIA

NKRI Harga Mati, apa maksudnya? Ini seharusnya bukan hanya menjadi semboyan tapi juga harus menjadi sikap nasionalisme mutlak bagi seluruh anak bangsa. Jadi maksudnya, NKRI Harga Mati adalah bahwa bentuk Negara kita sudah final, sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Lebih konkritnya sebagai salah satu contoh, bahwa NKRI tidak bisa diganti dengan negara khilafah. Jika ada yang nekad dan memaksakan kehendak mengganti NKRI dengan bentuk negara khilafah, maka segenap bangsa Indonesia wajib mempertahankannya dengan nyawa sebagai taruhannya.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia memiliki identitas kebangsaan, yakni Bhineka Tunggal Ika sebagai nilai dasar persatuan bangsa. Perlu diketahui bahwa kita memiliki empat konsesus kehidupan berbangsa dan bernegara, yang meliputi Pancasila sebagai dasar Negara dan Ideologi Negara, Undang-undang Dasar RI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.

Bertolak dari empat konsensus yang sering kita sebut 4 pilar kebangsaan tersebut, Pemuda harus bisa memfilter nilai-nilai budaya asing yang sifatnya memecah belah bangsa. Ketika membuat postingan atau unggahan status harus mampu mencerminkan adat dan budaya sebagai bangsa yang beragam. Inilah pentingnya peran pemuda dalam menunjukkan sikap toleransi, dan saling menghargai di tengah perbedaan bangsa Indonesia yang berbeda dalam hal agama, keyakinan dan suku bangsa.

Baca Juga :  Bela NKRI Merupakan Bagian dari Jihad

Wajib dipahami dan diamalkan secara keseluruhan di antaranya semboyan negara Bhineka Tunggal Ika. Bagian dari empat konsesus kehidupan berbangsa dan bernegara itu, dalam keseharian tidak hanya sebatas semboyan untuk dihafal, tetapi pedoman bernegara sebagai solusi bagi kemajemukan bangsa ini. Kemajemukan menjadi berkah dan potensi kekuatan bersama, bukan sebagai pemecah belah sosial.

Kembali ke NKRI Harga Mati, ini berarti bahwa bentuk NKRI ini sudah final atau sudah tidak bisa diganggu-gugat, tidak bisa ditawar-tawar lagi dengan kata lain sudah tetap. Bukankah, Mati adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa diubah?

Bagaimana jika ideologi Pancasila dan NKRI tersebut diubah dengan paham negara Islam atau sejenisnya? Bisa dipastikan akan ada daerah yang menyatakan untuk memisahkan diri dari negara Indonesia. Bukankah sangat disayangkan jika hal tersebut terjadi? Ingatlah kembali, bagaimana para raja terdahulu, serta para pejuang kemerdekaan memperjuangkan tanah dan negara ini?

Mengingat sejarah perjuangan itu, NKRI harus Harga Mati, tidak bisa ditawar lagi. Maka upaya-upaya makar walaupun masih sekadar isu dan kata-katanya tetap harus kita waspadai. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

Baca Juga :  Bacalah Sejarah, Tolak Ajakan Menyimpang

Jadi, singkatnya, NKRI Harga Mati adalah sebuah penegasan bahwa kita setuju Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah final dan harus kita jaga serta melindungi kemerdekaan dan kedaulatannya. Karena hidup dan mati kita sebagai Indonesia. Kita ketika bekerja di luar negeri, di sana kita disebut sebagai Indonesia, begitu juga ketika kita mati di sana kita tetap mati sebagai Indonesia. (*)

Bagikan ini :