Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Pakar Keamanan, ISIS Masuk ke Irak Melalui Konvoi Militer AS

Pakar Keamanan: ISIS Masuk ke Irak Melalui Konvoi Militer AS

Page Visited: 4718
Read Time:1 Minute, 20 Second

Irak – Pakar keamanan di Irak, Amir Abdel Moneim Al-Saadi memperingatkan tentang kedatangan lebih lanjut pasukan asing di Irak, dan menekankan bahwa teroris ISIS memasuki tanah Irak melalui konvoi pasukan Amerika yang melakukan perjalanan antara pangkalan Suriah dan Irak tanpa pengawasan dan pertanggungjawaban.

Al-Saadi kepada kantor berita Al-Maalomah mengatakan bahwa: “Selama sebulan terakhir, sumber militer Suriah memantau pergerakan konvoi militer dari Kurdistan Irak ke timur Efrat Suriah, di mana pasukan SDF Kurdi yang didukung AS hadir, kemudian bergerak menuju pengkalan al-Tanf dekat perbatasan Irak.”

Pakar keamanan itu lebih lanjut mengatakan, “AS bergerak antara Irak dan Suriah serta sebaliknya disertai dengan ancaman teroris dan serangan di titik-titik perbatasan, serta operasi teroris ISIS di Irak.”

“Kelanjutan dari kehadiran pasukan asing di Irak, merupakan ancaman keamanan bagi negara, karena semua indikasi menegaskan bahwa teroris telah memasuki Irak melalui pasukan AS yang bergerak antara Irak dan Suriah serta sebaliknya tanpa ada pengawasan.”

Baca Juga :  Jaringan Teroris ISIS di Mozambik Penggal 50 Orang Warga Desa

Konvoi Koalisi Pimpinan AS Diserang Dekat Kota Samarra, Irak

Konvoi militer koalisi pimpinan AS kembali menjadi target di dekat kota Samarra, provinsi Salahuddin, Irak Utara.

Media Irak sebagaimana yang dikutip oleh PressTV, mengatakan sebuah bom menargetkan konvoi logistik pada hari Selasa, namun tidak memberi rincian lebih lanjut tentang bagaimana serangan itu terjadi.

Serangan itu tidak menimbulkan korban atau kerusakan. Serangan itu terjadi sehari setelah konvoi pasukan AS diserang oleh alat peledak rakitan di kota selatan Nasiriyah, provinsi Dzil Qar.

Selama beberapa bulan terakhir, serangan terhadap konvoi militer AS meningkat, seiring dengan meningkatnya sentimen anti-Amerika pasca pembunuhan komandan anti-teror Iran, Jenderal Qassem Soleimani dan Abu Mahdi Muhandis, wakil kepala unit mobilisasu populer Irak. (*)

Bagikan ini :