Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

PBB Selamatkan Arab Saudi dari Daftar Hitam Pembunuh Anak-anak Yaman

PBB Selamatkan Arab Saudi dari Daftar Hitam Pembunuh Anak-anak Yaman

Page Visited: 259
Read Time:2 Minute, 20 Second

Arab Saudi dimasukkan dalam daftar hitam pembunuh anak-anak di Yaman pada tahun 2016 dan kemudian sudah pernah dihapus oleh Sekretaris Jenderal PBB kala itu; Ban Ki-moon.

NEW YORK – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mencoret koalisi militer negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi dari daftar hitam pembunuh anak-anak di Yaman.

Lebih dari tiga tahun lalu PBB untuk pertama kalinya mempermalukan Arab Saudi dan koalisinya dengan memasukkan mereka dalam daftar hitam pasukan yang membunuh dan melukai anak-anak di Yaman.

Baca juga: Hari Raya Idul Adha 1441 akan jatuh pada 31 Juli 2020

“Koalisi akan dihapus dari daftar menyusul penurunan signifikan dalam pembunuhan dan (penyebab) cacat akibat serangan udara dan penerapan langkah-langkah yang bertujuan melindungi anak-anak,” kata Guterres seperti dikutip Reuters, Selasa (16/6/2020).

Akan dilakukan pemantauan kepada Arab Saudi CS

Namun dia melanjutkan bahwa terhadap koalisi tersebut akan dilakukan pemantauan satu tahun dan setiap kegagalan untuk mengurangi lebih lanjut korban anak-anak akan membuatnya bisa terdaftar ulang tahun depan.

Baca Juga :  Perang Yaman Terbaru, Pasukan Pimpinan Saudi Diperkuat Al-Qaeda di Provinsi Ma’rib

Sekjen Guterres dalam laporan tahunannya kepada Dewan Keamanan PBB menyebutkan Koalisi Arab telah membunuh atau pun melukai terhadap 222 anak-anak di Yaman tahun lalu.

ASekjen PBB itu mengatakan kelompok pejuang Houthi bertanggung jawab atas 313 korban serupa. Sedangkan pasukan pemerintah Yaman bertanggung jawab atas 96 korban serupa.

Baca juga : Rusia Kirim Senjata Berat ke Suriah, SAA Siapkan Operasi Besar di Idlib

Berbeda perlakuan dengan koalisi pimpinan Arab Saudi yang jelas-jelas membombardir wilayah Yaman, pejuang Houthi dan pasukan pemerintah Yaman bahkan tetap masuk daftar hitam pembunuh anak-anak dan daftar hitam konflik bersenjata.

Data Arab Saudi untuk PBB belum menanggapi permintaan komentar atas laporan yang menuntungkan bagi Arab saudi CS tersebut.

“Sekretaris Jenderal menambahkan tingkat rasa malu yang baru ke dalam ‘daftar rasa malunya’ dengan menghapus koalisi yang dipimpin Saudi dan mengabaikan bukti PBB sendiri tentang pelanggaran berat yang berkelanjutan terhadap anak-anak,” kritik Jo Becker, direktur advokasi hak anak untuk Human Rights Watch, katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  Iran Sebut Kematian Soleimani Hadiah Terbesar AS untuk Teroris

Konflik Yaman dengan Arab Saudi CS

Yaman terperosok dalam konflik sejak kelompok Houthi yang diduga beraliansi dengan Iran menggulingkan pemerintah dari Ibu Kota Yaman, Sanaa, pada 2014 silam. Sejak itu konflik Yaman dengan Arab Saudi CS berlangsung sampai sekarang.

Baca juga: Prediksi Menlu Iran: Trump Bisa Menang Lagi di Pemilu AS

Koalisi militer negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah Yaman.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi dimasukkan dalam daftar hitam pembunuh anak-anak di Yaman pada tahun 2016 dan kemudian sudah pernah dihapus oleh Sekretaris Jenderal PBB kala itu; Ban Ki-moon.

Pada saat itu, Ban menuduh Arab Saudi memberikan tekanan yang tidak dapat diterima setelah seorang sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Riyadh mengancam akan memotong sejumlah dana untuk PBB. Arab Saudi menyangkal mengancam Ban Ki-Moon. (qa)

Bagikan ini :