Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Pemerintah Diminta Tangkap Bachtiar Nasir, Ada Apa Gerangan

Pemerintah Diminta Tangkap Bachtiar Nasir, Ada Apa?

Page Visited: 1428
Read Time:1 Minute, 20 Second

Islah Bahrawi dan Denny Siregar Meminta Pemerintah Tangkap Bachtiar Nasir, Ini Seababnya

Jakarta – Dua tokoh medsos terkemuka, Islah Bahrawi dan Denny Siregar meminta kepada pemerintah pemerintah untuk menangkap gembong-gembong pengkhianat bangsa dan memutus aliran dana kelompok Radikal yaitu khususnya Bachtiar Nasir.

Menurut Islah Bahrawi di akun Instagramnya menyatakan bahwa Pemerintah tidak boleh berhenti di sini. Pembubaran FPI hanyalah kotak Pandora untuk menguak kekuatan besar yang berada di belakangnya. Ada kelindan sindikasi besar yang selama ini menggunakan FPI sebagai produsen kekuatan radikal, ia hanyalah wayang. (Artikel: Islah Bahrawi)

Ada seorang ustadz yang sampai saat ini masih terposisi sebagai tersangka pengalir dana bagi kelompok radikal, dan kasusnya masih mengambang. Kasus sosok berinisial BN (Bachtiar Nasir) harus dilanjutkan, karena inilah pembuluh darah pendanaan kaum radikal di negara kita. Sekali bergerak, momentum ini tidak boleh pudar. Pemerintah tidak boleh lagi tersandera oleh isu murahan “Kriminalisasi ulama.” Tidak boleh lagi ada pembiaran terhadap para pengkhianat bangsa berjubah agama.

Baca Juga :  Konsekuensi Politik, HTI dan FPI Dilarang Memilih dan Dipilih

Mengutip tulisan pegiat medsos Denny Siregar “Saya bersyukur atas dibubarkannya FPI, tapi tidak akan berarti banyak jika pentolan-pentolan HTI masih bebas berkeliaran seperti Bachtiar Nasir dan Ismail Yusanto. (Artikel: FPI, Preman Pasar Berjubah Agama)

Sudah selayaknya selain dibubarkan, pentolan-pentolan organisasi yang dilarang itu juga ditangkap. Dan ini butuh komitmen kuat dari seluruh jajaran pemerintahan supaya negeri ini bisa mulai membangun ekonominya kembali”.

Jejak digital Bachtiar Nasir dalam gerakan radikal tidak bisa ditutup-tutupi lagi, oleh karena itu untuk memotong gerakan radikal ini pemerintah dan aparat keamanan harus segera memutus jaringan keuangan kelompok ini dan menutup lembaga-lembaga donasi yang berkedok kemanusiaan kelompok mereka, jika ingin Indonesia damai maka jangan ragu lagi. (*)

Bagikan ini :