Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Polri, Penangkapan Sugi Nur Langkah Tepat

Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Polri, Penangkapan Sugi Nur Langkah Tepat.

Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Polri Atas Penangkapan Sugi Nur

Page Visited: 3438
Read Time:1 Minute, 36 Second

Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Polri: “Penangkapan Sugi Nur Adalah Langkah Tepat.”

Pemuda Muhammadiyah mengatakan bahwa penangkapan terhadap Sugi Nur Raharja yang sekarang ditahan di Rutan Bareskrim Polri atas sangkaan menghina Nahdlatul Ulama (NU) merupakan langkah tepat.

Hal tersebut disampaikan Ketua bidang Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin. Dia juga berharap penahanan ini dapat meredam kemarahan kader-kader Muda NU.

“Kita tahu kader-kader Muda NU sangat militan dalam menjaga NU sebagai rumah besar mereka. Idealnya sikap saudara Gus Nur sebagai pendakwah memberikan keteladanan, kan Nabi Muhammad SAW sendiri diutus untuk memberikan keteladanan, dalam situasi apapun sikap keteladanan itu tetap dijaga,” kata Razikin seperti dikutip dari SINDOnews, Senin (26/10/2020).

Lebih lanjut Menurut Razikin, seorang pendakwah harus memiliki keluhuran laku dan ucap, dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 125, Allah SWT berfirman “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Baca Juga :  KH. MA'RUF AMIN: Berdakwah dengan Missi Memberantas Komunisme

Dari situ, Razikin berpendapat, sebenarnya bagi seorang atau kalangan Umat Islam secara umum sungguh-sungguh menjiwai makna ayat Al-Qur’an tersebut dan meneladani Nabi Muhammad, maka ia yakin tidak ada yang dijerat dengan UU ITE.

“Boleh juga dimaknai bahwa UU ITE merupakan tafsiran “kekinian dan di sini” makna daripada kandungan Ayat Al-Qur’an tersebut diatas,” ujarnya.

Karena itu, Razikin menegaskan, penangkapan pria yang disebut Gus Nur ini menjadi peringatan dan pelajaran bahwa dalam kehidupan sosial-politik, dituntut untuk memperlebar “ruas kepala” agar kekuatan nalar mampu menjinakkan emosi dan marah-marah. Apalagi hanya karena perbedaan pandangan dan sikap politik mengakibatkan kita bertikai, itu sangat bertentangan ajaran Islam.

“Islam mengajarkan dalam menyelesaikan persoalan dengan jalan Musyawarah dan apapun hasil dari musyawarah jauh lebih baik. Saya berharap para pendakwah perlu juga mendalami fikih siyasah dan dalam fiqih siyasah pelajaran pertamanya adalah masalah musyawarah,” katanya. (*)

Bagikan ini :