Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Pemuda Muhammadiyah: Pandji Pragiwaksono Perlu Banyak Membaca

Page Visited: 1375
Read Time:2 Minute, 18 Second

Pandji Pragiwaksono Sebut Muhammadiyah-NU Jauh dari Rakyat, Pemuda Muhammadiyah: Perlu Banyak Membaca

JAKARTA – Pernyataan komika, Pandji Pragiwaksono yang menyebut dua ormas besar Islam, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) jauh dari rakyat menuai reaksi banyak pihak di masyarakat, tak terkecuali ormas Pemuda Muhammadiyah.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin menyebut pernyataan Pandji ngawur dan bodoh. Ia pun mempersilakan Pandji memuji setinggi langit Front Pembela Islam (FPI) dan membandingkan kerja-kerja sosial yang telah dilakukan Muhammadiyah dan NU. Menurutnya, Pandji perlu banyak membaca agar memahami peta sosial masyarakat Indonesia. Kalau Pandji melawak, maka melawak lah dengan baik dan benar.

“Saya hanya sarankan pada saudara Pandji, jika ingin menjadi analis sosial, perlu banyak baca, jangan asal ngoceh saja. Ocehan suadara itu dapat menimbulkan kemarahan kader-kader Muhammadiyah, terutama yang sekarang sedang berjuang membantu masyarakat di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat,” katanya kepada SINDOnews, Kamis (21/1/2021).

Razikin menjelaskan, Muhammadiyah dan NU adalah perwajahan umat Islam Indonesia. Kerja-kerja sosialnya tidak dapat ditandingi oleh kelompok mana pun, apalagi FPI. Namun pihaknya di Muhammadiyah tetap mengapresiasi kehadiran ormas apapun di tengah-tengah masyarakat. Ia mengajak semua pihak berfastabiqul khaerat (berlomba-berlomba untuk kebaikan) dalam situasi seperti sekarang ini.

Baca Juga :  Habib Ali Tegur Pandji Pragiwaksono: Pohon Jangan Dibandingkan dengan Benalu!

“Ayo deh, saudara Pandji, kita berlomba-lomba berbuat baik untuk masyarakat. Pandji harus lebih peka terhadap situasi dan keadaan masyarakat, Saudara Pandji itu kan publik figur, coba deh banyak lagi belajar biar lebih mantap,” tutur Razikin.

Ikhwal ucapan Pandji dikritik Pemuda Muhammadiyah karena Komika itu melontarkan sindiran kepada Muhammadiyah dan NU saat diskusi virtual bersama dua mantan anggota FPI di akun Youtubenya. Awalnya Pandji bicara mengenai pembubaran FPI yang dianggapnya tidak tepat. Pandji menilai, pembubaran itu seperti menghapus situs bokep yang dianggap percuma karena nanti akan muncul lagi dengan nama baru, karena FPI juga punya simpatisan yang cukup banyak.

Lalu di dalam diskusi itu Pandji membandingikan dengan peran dua ormas besar Islam yakni NU dan Muhammadiyah yang disebutnya jauh dengan rakyat. Sedangkan, FPI selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi seperti saat ini. Bahkan urusan remeh temeh pun FPI dianggap cukup diandalkan. Namun sindiran kepada NU dan Muhammadiyah diakui Pandji didengar dari Thamrin Tamagola.

Baca Juga :  Panji Sebut FPI Lebih Merakyat daripada NU, Gus Miftah Sebut Data Sekolah Gratis NU

“FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhamamdiyah) jauh dari rakyat. Mereka elit-elit politik. Sementara FPI itu dekat. Kalau ada yang sakit, ada warga yang sakit mau berobat, ga punya duit, ke FPI, kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. suratnya dibawa ke dokter jadi diterima,” kata Pandji, Rabu, 20 Januari 2021.

“Kata Pak Tamrin Tomagola, pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga, jadi orang kalau mau datang bisa. Nah, yang NU dan Muhammadiyah yang terlalu tinggi dan elitis, warga tuh ngga ke situ, warga justru ke FPI. Makanya mereka pada pro FPI, karena FPI ada ketika mereka butuhkan,” ujar pria 41 tahun ini. (abd)

Bagikan ini :