Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Penembakan Massal di AS, 2 Korban Tewas dan 14 Terluka

Penembakan Massal di AS, 2 Korban Tewas dan 14 Terluka

Page Visited: 782
Read Time:1 Minute, 25 Second

Penembakan Massal di New York Amerika Serikat, 16 Korban Tewas dan Terluka

Amerika Serikat – Penembakan massal di AS telah berlangsung dalam pesta halaman belakang di Rochester, New York, semalam. Menurut Departemen Kepolisian Rochester, ada dua orang tewas dan setidaknya 14 lainnya terluka dalam peristiwa ini.

Penembakan massal itu terjadi di Pennsylvania Avenue sekitar pukul 00.25 dini Hari Sabtu (19/09/2020), menurut pihak berwenang, ada belasan peluru telah ditembakkan.

Ini “benar-benar tragedi dengan proporsi yang luar biasa,” kata Kepala Polisi sementara Rochester Mark Simmons dalam konferensi pers Sabtu pagi.

Satu korban meninggal adalah perempuan berusia antara 18-22 tahun dan satu lagi laki-laki, juga berusia 18-22 tahun. 14 korban yang masih hidup dikirim ke dua rumah sakit setempat. Simmons mengatakan tidak ada korban lain yang menderita luka yang mengancam jiwa.

Polisi belum merilis nama-nama korban dan belum mengidentifikasi tersangka.

Petugas, kata Simmons, masih mewawancarai saksi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana penembakan dimulai dan mengetahui lebih lanjut tentang tersangka atau para tersangka.

Baca Juga :  Potensi Besar Putin - Xi Jinping Rebut Kepemimpinan Dunia

Seorang saksi mata mengatakan kepada afiliasi ABC News di Rochester WHAM bahwa suara tembakan terdengar “seperti Perang Vietnam”.

Saat polisi tiba di lokasi, Simmons mengatakan bahwa petugas melihat 100 orang berlarian ke dan dari lokasi. Dua orang yang melarikan diri dari tempat kejadian juga terluka. Hingga panggilan 911 masuk untuk penembakan itu, tidak ada telpon yang mengeluhkan sesuatu tentang pertemuan besar itu.

“Tindakan kekerasan yang tragis ini telah berdampak pada kehidupan banyak orang dan keluarga,” kata Walikota Rochester Lovely Warren dalam pernyataan yang diberikan kepada WHAM, di Hari Sabtu. “Saya memohon semua orang untuk tetap tenang dan menahan diri saat RPD menyelidiki apa yang terjadi di sini dan mencari mereka yang bertanggung jawab.” (qa/ummatina)

Bagikan ini :