Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Pengadilan Yaman Vonis Mati Raja Saudi, Putra Mahkota dan Trump

Pengadilan Yaman Vonis Mati Raja Saudi, Putra Mahkota dan Trump

Page Visited: 1407
Read Time:1 Minute, 20 Second

Raja Saudi, Putra Mahkota dan Trump Divonis Mati Pengadilan Yaman

SANAA – Pengadilan Yaman di Saada, menjatuhkan vonis hukuman mati kepada 10 orang terdakwa dalam kasus pengeboman terhadap bus pelajar Dahyan oleh pasukan koalisi Arab Saudi.

Raja Salman dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman, serta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan presiden Yaman, adalah termasuk mereka yang divonis hukuman mati oleh pengadilan Yaman.

Kantor berita milik Houthi, SABA, melaporkan bahwa Pengadilan Kriminal Khusus di Saada menggelar sidang yang dipimpin Hakim Riyad Al-Razami untuk memeriksa kasus serangan pasukan koalisi Saudi pada satu bus yang penuh dengan pelajar muda di Dahyan, distrik Majz.

SABA mengonfirmasi bahwa sepuluh terdakwa itu divonis dan dihukum mati yakni Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, Mohammed Bin Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, Turki Bin Bandar Bin Abdulaziz Al-Saud, Donald Trump, James Norman Mattis, Norton Schwartz, Abdrabbuh Mansur Hadi, Ali Mohsen Saleh Al-Ahmar, Ahmed Obeid Bin Daghr dan Mohammed Ali Ahmed Al-Maqdashi.

Baca Juga :  Rusia Tangkap Para Donatur ISIS

“Para tersangka juga wajib membayar denda USD10 miliar untuk para keluarga korban,” ungkap laporan SABA, dilansir Memo. (Baca Juga: Trump Covid-19, Ini Politisi Dunia yang Pernah Terinfeksi Corona)

“Jaksa penuntut telah mendaftarkan banding sebagian ke paragraf kelima dari putusan, terkait hak mereka yang masuk dalam dakwaan. Meski demikian, pengadilan belum memutuskannya. Jaksa penuntut, Hamdan Shani, bergabung dalam pengajuan banding, sedangkan jaksa pembela, Abdel Wahab Al-Fadhli, berhak untuk banding atas nama para terdakwa,” papar laporan SABA.

Perang di Yaman melibatkan koalisi Arab Saudi yang melawan gerakan Houthi yang menguasai wilayah Sanaa. Saudi mendukung pemerintahan Yaman yang terusir dari Sanaa dan kini presidennya berada di pengasingan. (qa/ummatina))

Bagikan ini :