Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Penolakan Habib Rizieq di Jawa Barat Semakin Meluas

Penolakan Habib Rizieq di Jawa Barat Semakin Meluas

Page Visited: 1107
Read Time:1 Minute, 37 Second

Penolakan di Jawa Barat Kian Meluas, Ada 7 Pernyataan Sikap Penolakan Habib Rizieq

Aksi penolakan Habib Rizieq Shihab di Provinsi Jawa Barat semakin luas. Setelah Kota Bandung dan Kabupaten Karawang menolak kehadiran Habib Rizieq, penolakan juga datang dari sekelompok orang yang tergabung dalam Front Pembela Masyarakat Indramayu Bersatu dan Relawan Indramayu Peduli COVID-19.

Para pengunjuk rasa membawa baliho dan poster penolakan Habib Rizieq. Mereka menolak kehadiran Habib Rizieq di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Indramayu. Aksi tersebut digelar di depan Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, di Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Indramayu, Selasa (24/11/2020).

Mereka juga membacakan tujuh pernyataan sikap yang intinya menolak Habib Rizieq hadir bersam pendukungnya di Indramayu.

“Kami menolak kedatangan Rizieq Shihab beserta pendukungnya di Kabupaten Indramayu khususnya dan umumnya di seluruh wilayah Jawa Barat. Pasalnya, kehadiran Rizieq Shihab hanya akan menimbulkan permusuhan, kebencian, dan memecah belah antar umat,” tegas koordinator unjuk rasa, Imron Rosadi.

Baca Juga :  Rezeki Suami Akan Lancar Jika Istri Mengamalkan Amalan Ini

Menurut Imron, masyarakat Kabupaten Indramayu khususnya dan warga Jawa Barat umumnya sudah jenuh dengan pernyataan dari Habib Rizieq.

“Kami ingin tenteram, damai. Kami sudah muak dengan segala cacian, kebencian. Kamu ingin hidup tenang,” tegasnya.

Imron juga menegaskan, pihaknya menuntut Polda Jabar dan Polres Indramayu untuk tidak memberikan izin bagi panitia kedatangan Habib Rizieq di Indramayu. Mereka mendukung Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi, serta Satgas Penanganan COVID-19 dalam pemberian sanksi terhadap siapapun yang melanggar protokol kesehatan.

“Apalagi, sudah diprediksi sebelumnya bahwa kerumunan yang terjadi akibat kedatangan Rizieq Shihab ke Indonesia, di Bandara Soekarno Hatta, di Petamburan telah menimbulkan klaster baru COVID-19,” katanya. Selain berorasi, mereka juga mengajak semua pihak, termasuk ormas Islam lainnya untuk menjaga protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran COVID-19.

Bahkan, sebagai bentuk penolakan Habib Rizieq, mereka juga melakukan pembakaran seluruh atribut unjuk rasa bergambar Habib Rizieq yang mereka bawa.

“Kami menolak kedatangan Habib Rizieq,” teriak para pengunjuk rasa sambil membakar atribut tersebut Seusai menyampaikan aspirasinya yang dikawal ketat jajaran kepolisian, mereka pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (*)

Bagikan ini :