Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Perang Yaman Terbaru, Pasukan Pimpinan Saudi Diperkuat Al-Qaeda di Provinsi Ma’rib

Perang Yaman Terbaru, Pasukan Pimpinan Saudi Diperkuat Al-Qaeda di Provinsi Ma’rib

Page Visited: 1166
Read Time:1 Minute, 18 Second

Perang Yaman Terkini, Al-Qaeda Bergabung dengan Pasukan Pimpinan Saudi di Provinsi Ma’rib

Perang di yaman sudah berlangsung selama 5 tahun, jika dihitung sejak 25 Maret 2015. Pada 25 Maret 2015, Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi melarikan diri dari Yaman, dan koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan militer ke Yaman untuk mendukung kelompok pendukung Mansur Hadi.

Perang yang sering disebut Perang Saudara Yaman ini melibatkan kekuatan dua faksi: Mansur Hadi memimpin pemerintah Yaman yang sudah berkuasa selama 33 tahun sampai terjadinya perang, dan faksi gerakan bersenjata Houthi bersama dengan para kekuatan pendukung dan sekutu mereka.

Baca juga : Di Yaman, Akibat Perang 2,4 Juta Anak-anak Terancam Kelaparan

Baru-baru ini wakil menteri luar negeri dari Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman yang berbasis di Sana’a telah memperingatkan, bahwa pasukan al-Qaeda telah bergabung dengan tentara bayaran yang dipimpin Saudi di provinsi Ma’rib.

“Pengerahan kembali pasukan al-Qaeda di Ma’rib adalah kesalahan besar yang akan merugikan siapa pun dan akan menyebabkan bencana yang tidak dapat dihindari oleh pihak mana pun,” kata Hussein al-Ezzi dalam tweetnya pada hari Jumat.

Baca Juga :  Kemenangan Ansarullah Terus Berlanjut, ISIS Nyaris Habis di Yaman Tengah

“[Mantan presiden Abd Rabbuh Mansur] Hadi dan [afiliasi] Partai Islah harus meninggalkan kebijakan pengecut dan jenis pemikiran yang jahat,” tambahnya.

Baca juga : Pesan dari Yaman : Jika Bendera Hitam Mulai Tersebar di Negara Kalian, Pertanda Awal Semua Kekacauan

Menurut laporan media Yaman, sejumlah besar pasukan yang berafiliasi dengan al-Qaeda telah bergabung dengan pasukan yang dipimpin Saudi dan pro-Hadi di Ma’rib dari berbagai provinsi saat koalisi Saudi bersiap untuk operasi Yaman yang berusaha membebaskan wilayah strategis. (BP/PressTV/AlJazeera)

Bagikan ini :