Ummatina

Ummat Islam Cinta NKRI

Cegah Radikalisme, Perkuat Kerukunan Umat Beragama

Perkuat Kerukunan Umat Beragama Cegah Radikalisme

Page Visited: 1017
Read Time:2 Minute, 23 Second

Cegah Radikalisme dengan Memperkuat Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat beragama merupakan suatu hal yang penting dan berharga. Kerukunan antar umat beragama dapat mencegah berkembangnya paham radikalisme. Kita semua wajib menyadari kerukunan di antara kita merupakan modal yang sangat berharga bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia.

Kerukunan antarsesama anak bangsa yang menganut agama berbeda-beda ini akan membuat Indonesia kebal dari infiltrasi radikalisme dan terorisme. Apapun agama yang kita anut, penguatan rasa cinta Tanah Air dan persatuan, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat demi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masyarakat Indonesia semuanya harus menjadi bagian dari benteng untuk menjaga NKRI. Karena menjaga persatuan bangsa, membela kehidupan bangsa dan mencintai Tanah Air itu, adalah bagian dari kewajiban yang ada di dalam semua agama apa pun. Pasalnya, bila negara ini kacau maka sebagai umat beragama tidak bisa menjalankan ajaran agama dengan baik.

Bukan hanya untuk umat Islam saja, tetapi untuk seluruh agama. Karena radikalisme itu ada pada semua agama, kebetulan saja karena di Indonesia ini mayoritas beragama Islam, maka radikalisme yang menguat itu adalah radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam.

Baca Juga :  Kodam Sriwijaya: 153 Prajurit Satgas Teritorial Diberangkatkan ke Daerah Rawan

Pemahaman Agama yang Moderat

Kerukunan umat beragama adalah harmonisasi hubungan sesama umat beragama dilandasi toleransi, saling pengertian, menghormati dan menghargai dalam kesetaraan ajaran agama, saling bekerjasama dalam kehidupan masyarakat dan bernegara.

Umat beragama dan pemerintah harus melakukan upaya bersama memelihara kerukunan umat beragama, di bidang pelayanan, pengaturan dan pemberdayaan. Bila kerukunan antarumat beragama terjalin maka akan menjadi faktor pemersatu dan akan memberikan stabilitas dan kemajuan negara.

Dialog antarumat beragama dapat memperkuat kerukunan beragama dan menjadikan agama sebagai faktor pemersatu dalam kehidupan. Untuk itu, keadaan telah berlangsung baik harus bisa terus dipertahankan, ada beberapa karakteristik di tengah masyarakat perlu dijalankan agar kerukunan yang telah ada terus dipupuk, antara lain saling tengang rasa, tidak memaksakan kehendak, keamanan dan kenyamanan bagi pemeluk agama untuk beribadah sesuai keyakinannya serta ketaaan pemeluk agama terhadap peraturan negara atau pemerintah daerah.

Kepada alim ulama, tokoh masyarakat dan tokoh agama lainnya diimbau untuk bisa memberikan pemahaman kepada ummat, jamaahnya masing-masing untuk mengedepankan toleransi, pendekatan musyawarah dalam menyelesaikan setiap masalah. Selain itu harus dapat memahami ajaran agama dengan baik dan santun, yang dikenal dengan istilah pemahaman moderat.

Baca Juga :  Terorisme Berawal dari Intoleransi dan Radikal Kemudian Aksi Teror

Kerukunan antar umat beragama merupakan modal bersama untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional. Rangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama serta implementasikan Visi dan Misi Pemerintah.

Penguatan identitas keagamaan dan penguatan identitas kebangsaan tidak boleh dipisahkan apalagi dipertentangkan. Tetapi keduanya harus dalam ‘satu kotak’ untuk melahirkan moderasi beragama dan bernegara. Penguatan identitas keagamaan apabila dipisahkan dari spirit bernegara dan berbangsa maka akan dapat melahirkan radikalisme beragama.

Memperkuat kerukunan umat beragama merupakan modal utama bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara Indonesia. Perlu kesadaran berpikir dari para pemeluk agama dengan pemahaman moderasi beragama yang komprehensif guna mencegah berkembangnya radikalisme. Dan dengan semakin kuatnya kerukunan Umat beragama akan dapat mencegah berkembangnya radikalisme dan ekstremisme. (*)

Bagikan ini :